Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...

Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...
BAB : IV ( KEDATANGAN IBU KERUMAH IREN...)


__ADS_3

# 16


" Oh ya udah, berarti Iren udah tau sekarang kalau kamu gak senang kan Iren tunangan.? " Ucap Iren dengan nada kecewa...


" Kamu ngomong apa sih Ren.? yang gak senang ngelihat kamu tunangan siapa.? sumpah Ren Nadra senang kali dengar kamu mau tunangan ama Fahmi..." Ucapku...


" Kalau emang benar kamu senang Iren tunangan, kamu harus ikut dong ngerayainya..." Ucap Iren...


" Susah ya Ren ngomong ama kamu..." Ucapku...


" Mangkanya kamu gak usah ngomong apa pun lagi ama Iren, kamu ikut aja apa yang Iren bilang, Ok..." Ucap Iren...


" Pokoknya Nadra gak bisa ikut ama kamu..." Ucapku...


" Ya udah, kita lihat aja ntar..." Ucap Iren...


" Lihat apanya Ren.? " Ucapku...


" Pokoknya kamu lihat aja ntar, Iren malas ngebahasnya lagi ama kamu..." Ucap Iren ngambek...


Tiba tiba...


" Non, non Iren..." Ucap bibi sambil mengetuk pintu kamar...


" Sebentar bi..." Ucap Iren...


Kemudian Iren pun segera berdiri dan berjalan menuju kearah pintu kamar...

__ADS_1


Dan sesampainya dipintu, Iren pun segera membuka pintu kamarnya...


Didepan pintu aku melihat bibi yang sedang berbicara dengan cara berbisik kepada Iren..


Aku yang melihat keanehan itu pun begitu penasaran atas apa yang sedang mereka bicarakan...


Dan gak lama kemudian bibi pun pergi meninggalkan Iren didepan pintu kamar...


Lalu setelah itu Iren pun langsung menghampiriku dan berpamitan untuk menemui seseorang didepan rumah...


" Iren kedepan dulu ya Nad, soalnya ada tamu yang mau ketemu ama Iren..." Ucap Iren...


Dan aku pun membalas omonganya Iren tadi dengan menganggukan kepalaku...


Kemudian Iren pun segera keluar dari kamarnya dan meninggalkan aku sendirian...


Aku merasa seperti ada sesuatu yang Iren dan bibi sembunyikan dari aku...


Dan setelah setengah jam berlalu, perasaanku pun semakin tidak enak ku rasakan...


Aku merasa gelisah, dan kakiku pun seperti memaksaku untuk segera keluar dan melihat siapakah tamu yang datang...


Lalu aku pun memberanikan diri untuk melihat tamu yang datang menemui Iren...


Sesampainya aku diruang tamu, aku pun langsung melangkahkan kakiku kearah jendela...


Kemudian aku melihat tamu tersebut dari balik jendela...

__ADS_1


Dan betapa terkejutnya aku kalau ternyata tamu yang datang menemui Iren adalah Ibuku, yang kedatanganya ditemani oleh Omku...


Lalu aku pun segera duduk dibawah jendela untuk mendengarkan pembicaraan antara ibuku dan iren...


" Ren, sekali lagi Ibu bilang ama kamu kalau Ibu gak sengaja menampar Nadra..." Ucap Ibu sambil menangis...


" Sedikit pun Ibu gak ada niat nyakitin dia seperti itu..."


" Ibu khilaf Ren, dan Ibu benar benar menyesal atas apa yang udah Ibu lakukan ama Nadra..."


" Ibu sayang ama Nadra Ren, Ibu gak mau kehilangan dia..."


" Cuma dia harta satu satunya yang Ibu punya sekarang ini Ren..."


" Udah Bu, Ibu jangan nangis, Iren bisa kok ngerasakan apa yang Ibu rasakan sekarang..." Ucap Iren...


" Dan Iren juga percaya kalau Ibu benar benar gak sengaja ngelakukan semua itu ama Nadra..."


" Ibu seperti itu karna Ibu gak mau kalau Nadra sampai kurang ajar ama kakaknya..." Ucap Ibu...


" Walaupun kakaknya itu udah membuat kami sekeluarga malu Ren..."


" Dan Ibu juga bisa merasakan gimana sakitnya Nadra atas semua perbuatan kakaknya itu..."


" Ibu benar benar bingung Ren, disatu sisi Ibu sayang ama Nadra, tapi disatu sisi lagi Ibu gak mau kalau sampai kakaknya stres karna omonganya Nadra..."


" Ibu takut terjadi apa apa sama kandunganya nanti Ren..."

__ADS_1


__ADS_2