
" Kau memang kakak yang hebat Din..." Ucapku...
" Oh iya, kenapa kau cuma diam aja, mana pembelaan dari kau lagi, mana !!! " Ucapku sambil mendorong bahu kakakku...
" Sekarang coba kau lihat wajah Ibu kau Din, apa sedikit pun gak pernah terlintas rasa bersalah didalam diri kau ketika kau berbuat hal yang begitu menjijikan itu.? "
" Tapi iya lah pula, mana ada rasa bersalah terlintas difikiranmu karna kau kan memang *******..."
Tiba tiba...
" Nadra !!! " Bentak Ibu sambil menampar pipiku...
Seketika aku pun langsung terdiam, Dan air mataku pun langsung menetes membasahi pipi ini...
Aku gak menyangka atas apa yang telah Ibu lakukan barusan, dan kenapa Ibu sampai hati melakukan semua itu kepadaku...
Dan kenapa Ibu begitu hebatnya membela orang yang telah membunuh Ayah...
Perasaanku saat ini pun begitu hancur tak terkira, hatiku begitu sakit menerima semuanya...
__ADS_1
Sambil terus menangis aku pun kembali meluapkan emosiku yang semakin memuncak kepada kakakku...
" Puas kau kan, puas, kau lihat sendiri kan apa yang barusan Ibu lakukan ke aku gara gara semua perbuatan kau itu..." Ucapku dengan nada membentak...
" Kemaren kau telah membuat Ayahku meninggal, dan sekarang kau pun telah membuat Ibu menamparku..."
" Kau ingat ya Din, hari ini aku bersumpah atas arwah Ayahku kalau aku akan membalas semua ini..."
" Biar kau tau seperti apa sakitnya aku karna semua perbuatan kau itu..."
Kemudian aku pun meluapkan kekecewaanku kepada Ibu yang sedang berdiri tepat disampingku...
" Nadra gak nyangka atas apa yang barusan Ibu lakukan keNadra..." Ucapku sambil menangis...
" Maafin Ibu Nad, maafin Ibu, sedikit pun Ibu gak ada maksud untuk menyakiti kamu seperti ini nak..." Ucap Ibu sambil menangis...
" Ibu khilaf nak, Ibu khilaf, Ibu seperti itu karna Ibu gak mau kalau kamu terus terusan mengatakan kakak kamu seorang *******..."
" Dan Ibu juga gak mau kalau kamu kurang ajar ama kakak kamu, karna bagaimana pun juga dia tetap kakak kandung kamu..." Ucap ibu sambil menunjuk kearah kakakku...
__ADS_1
" Ibu bilang apa barusan, kakak kandung.? " Ucapku sambil menghapus air mataku...
" Dengar ya Bu, kalau memang dia merasa Nadra adik kandungnya, dan kalau memang dia juga merasa kalau keluarga ini adalah keluarganya..."
" Gak mungkin dia sampai hati membawa aib yang begitu menjijikkan ini kedalam keluarganya sendiri..."
" Nad, Ibu tau bagaimana perasaan kamu setelah Ayah meninggal, dan disini Ibu juga gak ada membela siapa pun..." Ucap Ibu...
" Ibu cuma gak mau membuat Ayah sedih karna melihat keluarganya hancur seperti ini setelah dia gak ada..."
" Hancur Ibu bilang.? seharusnya kata katanya Ibu barusan itu Ibu bilangnya ke dia dan bukan keNadra..." Ucapku sambil menunjuk ke arah kakakku...
" Coba Ibu tanya ama dia, kenapa dia sampai hati melakukan semua ini kepada keluarganya sendiri, kenapa.? "
" Nadra benar benar kecewa ama Ibu, Nadra benci ama Ibu..." Ucapku...
Kemudian aku pun segera berlari keluar dari dapur dan menuju kearah pintu depan rumahku...
" Kamu mau kemana Nadra.? " Ucap Ibu
__ADS_1
Lalu Ibu pun mengejarku dan menahanku agar aku tidak pergi dari rumah...
" Kamu jangan pergi Nadra, kamu jangan tinggalkan Ibu, Ibu mohon ama kamu..." Ucap Ibu sambil menggenggam erat tanganku...