Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...

Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...
# 8


__ADS_3

" Loh, kok belum tau sih Nad, bukanya kemaren kamu pernah bilang ama Iren kalau kamu pingin kuliah juga.? " Ucap Iren...


" Iya sih Ren, tapi..." Ucapku sambil mengaduk minuman...


" Tapi kenapa Nad.? " Ucap Iren...


" Gak tau ni Ren, Nadra cuma ngerasa kalau semenjak Ayah meninggal Nadra seperti udah gak tau lagi mau ngapain..." Ucapku lemas...


" Kamu jangan bilang kalau kamu udah gak punya semangat hidup lagi ya Nad..." Ucap Iren dengan nada kecewa...


" Enggak kok Ren, enggak, bukan itu maksud omonganya Nadra..." Ucapku...


" Kalau emang bukan itu maksud omonganya kamu, terus apa dong maksudnya kamu tadi.? " Ucap Iren...


" Maksudnya Nadra begini loh Ren, sebenarnya Nadra juga kepingin bisa kuliah..." Ucapku...


" Tapi, kamu kan tau sendiri Ren kalau Ayahnya Nadra udah gak ada lagi, sementara yang namanya kuliah itu kan uangnya gak sedikit..."


" Sementara penghasilan Ibu dari jualan sarapan, uangnya cuma cukup buat makan kami aja Ren..."

__ADS_1


" Dan Nadra gak mau kalau Nadra sampai menambah beban hidupnya Ibu lagi..." Ucapku dengan nada sedih...


Iren yang mendengar aku berbicara seperti itu hanya bisa terdiam sambil melihatku dengan tatapan mata yang ikut merasakan apa yang sedang aku rasakan saat ini...


Kemudian aku pun menundukan wajahku dan meneteskan air mata...


Iren yang melihatku menangis kemudian mencoba untuk kembali memberikan semangatnya kepadaku...


" Udah Nad kamu jangan nangis, kamu kan udah janji ama Iren kalau kamu gak akan sedih sedih lagi..." Ucap Iren sambil memegang tanganku...


" Maaf ya Ren, habisnya Nadra kalau udah ingat semua kejadian pahit yang terjadi ama Nadra saat ini, Nadra jadi langsung sedih..." Ucapku sambil menghapus air mataku...


" Udah gak apa apa, Iren tau betul kok gimana perasaan kamu saat ini..." Ucap Iren...


" Kalau Iren sih pinginya kuliah dikampusnya bang Indra Nad, diSingapore, tapi..." Ucap iren dengan wajah cemberut...


" Tapi kenapa Ren.? " Ucapku penasaran...


" Iren gak dikasih ama Mama kuliah keSingapore..." Ucap Iren...

__ADS_1


" Loh, kenapa gak dikasih Ren.? " Ucapku...


" Alasanya sepele kok Nad..." Ucap Iren sambil mengaduk minuman...


" Memangnya apa alasanya Mama kamu Ren, sampai kamu gak dikasih kuliah keSingapore.? " Ucapku sambil menikmati gorengan...


" Katanya Mama sih, Mama cuma gak mau aja jauh dari Iren..." Ucap Iren...


" Hahaha, ya iya lah Ren, secara kamu kan anak Manja, jadi mana mungkin kamu dikasih kuliah jauh jauh keluar negri sana..." Ucapku sambil tertawa...


" Sialan kamu Nad..." Ucap Iren sambil melemparkan tisu yang ada diatas meja...


" Cie cie, akhirnya kamu gak bisa ngelak lagi dari Nadra kalau kamu memang benaran anak manja..." Ucapku yang membuat Iren kesal...


Dan seketika wajahnya Iren pun berubah menjadi jutek sambil menatap tajam kearahku karna aku telah mengatakanya anak manja...


" Kamu memang ngeselin ya Nad jadi orang..." Ucap Iren kesal...


" Hahaha, maaf deh Ren, maaf..." Ucapku sambil menyatukan kedua telapak tangan...

__ADS_1


" Emang enak ya Nad jadi kamu, habis ngatain Iren anak manja setelah itu tinggal minta maaf doang..." Ucap Iren...


" Soalnya lucu sih Ren Nadra dengarnya, masak alasan Mamanya kamu gak ngasih kamu kuliah keSingapore cuma gara gara gak mau jauh dari kamu..." Ucapku sambil tersenyum...


__ADS_2