
" Lepasin Nadra Bu, biarkan Nadra pergi..." Ucapku sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Ibu...
" Enggak Nadra, Enggak, Ibu gak akan pernah ngelepasin kamu..." Ucap Ibu sambil terus menggenggam erat tanganku...
Dan aku pun masih saja terus sekuat tenaga untuk melepaskan genggaman tangan Ibu...
Sampai pada akhirnya genggaman tangan Ibu pun terlepas dan aku pun segera berlari keluar dari rumah...
" Kamu jangan pergi Nadra, kamu jangan tinggalkan Ibu, Nadra, Nadra..." Teriak Ibu yang terduduk lemas didepan pintu sambil menangis sejadi jadinya...
Aku yang saat ini sedang diselimuti api kekecewaan yang begitu luar biasa terhadap Ibu...
Sama sekali tidak memperdulikan tangisan dan teriakan Ibu yang terus menerus memanggil namaku...
Sehingga aku pun terus melangkahkan kakiku mengikuti rasa amarahku ini...
Disepanjang langkah kakiku, aku pun terus menangis dan menangis meratapi semua penderitaan yang datang bertubi tubi kepadaku saat ini...
Didalam hati ini, rasa benci dan rasa dendam kepada kakakku masih saja terus membara menemani setiap langkah kaki ini...
Sore ini aku benar benar bingung kemana langkah kaki ini akan ku bawa, tapi walaupun begitu hatiku tetap saja memaksaku untuk tetap pergi dari rumah...
Dan satu satunya tujuan yang ada dikepalaku saat ini adalah rumahnya Iren...
Mungkin disana lah tempat dimana aku bisa menenangkan diriku ini...
__ADS_1
Gak berapa lama kemudian akhirnya aku pun tiba dirumahnya Iren...
Dan sesampainya aku didalam rumahnya Iren, aku pun segera melangkahkan kakiku menuju kekamarnya...
" Ren, Iren..." Ucapku sambil mengetuk pintu kamar...
Dan gak berapa lama kemudian Iren pun membuka pintu kamarnya...
" Nadra, kok kamu gak bilang bilang sih mau datang, kalau kamu bilang kan Iren bisa jemput kamu Nad..." Ucap Iren yang terkejut melihat kedatanganku secara tiba tiba...
" Maaf ya Ren kalau Nadra datangnya gak bilang bilang ama kamu..." Ucapku...
" Yaelah Nad gak apa apa lagi, malah Iren senang kok kamu main kesini..." Ucap Iren...
Kemudian kami pun duduk disamping tempat tidurnya Iren...
" Oya Ren, malam ini Nadra boleh gak nginap disini.? " Ucapku...
" Yaelah Nad, sejak kapan kamu gak boleh nginap dirumahnya Iren.? " Ucap Iren...
Lalu aku pun membalas ucapan Iren tadi dengan tersenyum kecil kepadanya...
" Tapi bentar dulu deh Nad..." Ucap Iren dengan tatapan mata yang begitu tajam...
" Kenapa Ren.? " Ucapku...
__ADS_1
" Kamu baik baik aja kan Nad.? " Ucap Iren...
" Maksud kamu.? " Ucapku...
" Kenapa wajah kamu seperti habis nangis gitu Nad.? " Ucap Iren...
" Nangis.? enggak kok Ren, Nadra baik baik aja kok..." Ucapku sambil menyapu wajahku...
Aku sengaja menyembunyikan masalahku saat ini dari Iren karna aku gak mau kalau apa yang telah terjadi denganku saat ini akan menjadi bahan fikiran buat dia...
" Serius Nad kamu gak apa apa.? " Ucap Iren...
" Iya loh Iren, Nadra baik baik aja kok..." Ucapku...
Lalu aku pun mencoba untuk mengalihkan pembicaraan kearah yang lain agar Iren tidak semakin penasaran atas apa yang sedang aku alami...
" Oya Ren, Fahmi apa kabar.? " Ucapku...
" Fahmi.? tumben kamu nanya kabarnya Fahmi.? " Ucap Iren...
" Oh gitu, jadi Nadra gak boleh ni nanya kabarnya Fahmi.? ya udah maaf..." Ucapku...
" Kamu itu ya Nad, sensitifan kali sih jadi orang..." Ucap Iren...
" Gimana gak sensitif coba, giliran Nadra nanya kabarnya Fahmi kok kamunya malah heran sih.? " Ucapku...
__ADS_1