
Sehingga walaupun aku itu tinggal didalam area perkebunan kelapa sawit, tapi kehidupan disana itu sudah seperti sebuah perkampungan yang ramai penduduk...
Iren sekeluarga pun juga tinggal disekitaran area perkebunan kelapa sawit itu juga...
Dan jarak dari rumahku ke rumahnya iren tidak begitu jauh, palingan cuma menghabiskan waktu sepuluh menitan saja...
Papanya iren itu, terkenal sebagai bos besar yang memiliki sifat yang begitu dermawan dan sangat menghargai para pekerjanya...
Walaupun papanya iren itu pemilik PKS dan perkebunan kelapa sawit yang begitu luas itu, tapi papanya iren itu tidak pernah merendahkan dan bersikap sesuka hati kepada karyawanya...
Dan, karna sifat papanya iren yang begitu mulia itu lah, sehingga seluruh karyawan yang bekerja dengan papanya iren itu pun semuanya pada betah, termasuk juga dengan ayahku dan omku itu...
Walaupun iren itu terlahir dari keluarga kaya raya, namun hidupnya iren itu tidak sebahagia hidupku...
Karna setiap hari dia itu selalu merasa kalau dia itu hidup sendirian didunia ini, atau bisa juga dibilang kalau dia itu anak yang kurang kasih sayang dari orang tuanya...
Papanya iren itu memang orang yang super sibuk, dan mamanya iren pun setiap hari juga ikut mengurusin perusahaan papanya iren itu...
__ADS_1
Sehingga kesibukan orang tuanya iren itulah yang membuat mereka sangat jarang memiliki waktu untuk anak anaknya, termasuk iren...
Dan, karna kasih sayang dan perhatian yang terlalu sedikit yang setiap hari iren dapatkan dari kedua orang tuanya, sehingga hal itulah yang membuat iren itu begitu dekat dengan keluargaku...
Bahkan, iren itu pun sudah menganggap keluargaku itu seperti keluarganya sendiri...
Dan hampir setiap malam libur sekolah, iren itu selalu menginap dirumahku...
Dan setiap kali iren itu menginap dirumahku, aku itu selalu berfikir kenapa iren itu sampai mau menginap dirumahku dan mau tidur dikamarku itu...
Padahal, kamarku itu sangat jauh berbeda dengan kamarnya iren yang begitu mewah karna dilengkapi dengan fasilitas kelas atas...
Padahal kalau difikir fikir, dikamarku itu banyak sekali loh nyamuknya, hehehe...
Dan, itu lah salah satu bukti kerendahan hatinya dan ketulusanya iren untuk berteman denganku, sampai dia itu pun mau menjadikan aku sebagai sahabat terbaiknya...
# kembali kecerita dimalam tahlilan ayahku...
__ADS_1
Dan setelah iren pulang, aku pun segera masuk kedalam rumahku malam itu...
Didalam rumahku, aku pun melihat ibuku yang masih saja terus terjaga sambil terduduk lemas didepan kamarnya...
Dan ibuku itu pun tampak sedang ditemani oleh tanteku, tante rani istrinya om fauji...
Dan, ketika aku melihat ibuku yang tampak seperti orang yang sedang putus asa, lalu aku pun langsung menghampiri ibuku malam itu...
Malam itu, aku melihat wajah ibuku yang masih saja terus menyimpan kesedihan yang begitu dalam setelah kepergian ayah...
Wajah ibuku menggambarkan kalau, ibuku masih saja belum bisa menerima akan semua kenyataan pahit yang telah terjadi didalam hidupnya saat itu...
Kemudian, aku pun mencoba untuk mengajak ibuku ngobrol malam itu...
" Bu, ibu..." ucapku sambil menyentuh kakinya ibu...
" Iya nad, ada apa ya nak.? " jawab ibu dengan nada yang begitu lemas seperti orang yang sedang kehilangan semangat hidupnya...
__ADS_1
" Ibu kok belum tidur.? " tanyaku ke ibu...