Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...

Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...
# 21


__ADS_3

Malam itu aku begitu terkejut melihat penampilan kakakku yang terlihat begitu cantik...


Kemudian aku pun duduk tepat disamping kakakku itu...


" Kak, didepan ada bang Jimy ama keluarganya, mereka lagi nungguin kakak..." Ucapku...


" Iya Nad, kakak udah tau kok, sebentar lagi kakak kedepan..." Ucap kakakku yang begitu dingin...


" Ya udah kalau gitu Nadra kedepan dulu ya kak..." Ucapku...


Dan kakakku pun cuma terdiam tanpa berkata sepatah kata pun...


Kemudian aku pun segera berjalan keluar dari kamar dan kembali keruang tamu...


Sesampainya aku diruang tamu, aku pun memberitaukan keIbu kalau kakakku akan segera keluar dari kamarnya...


" Bu, kata kak Dinda sebentar lagi dia kesini..." Ucapku yang sedang berdiri disamping Ibu...


" Oh yaudah gak apa apa, makasih ya sayang..." Ucap Ibu sambil memegang tanganku...


" Oh iya Bu, Nadra keteras dulu ya, kasihan Iren dari tadi sendirian didepan..." Ucapku...


Sebelum sempat ibu menjawab omonganku tadi, tiba tiba Mamanya Jimy pun langsung berkata kepadaku...


" Kamu jangan pergi kedepan, kamu duduk disini aja ama kita semua..." Ucap Mamanya Jimy...


" Gak apa apa kok tante, biar Nadra duduk diteras aja..." Ucapku...


" Lagian kasihan kawanya Nadra dari tadi diteras sendirian..."


" Jangan dong, kamu duduk disini aja ama kita, biar kamu juga tau apa maksud kedatanganya kami kesini..." Ucap Mamanya Jimy...


" Ya udah Nad kalau gitu kamu suruh aja Iren masuk biar duduk bareng ama kita semua..." Ucap Ibu...


" Ya udah Bu kalau gitu Nadra panggil Iren dulu ya..." Ucapku...

__ADS_1


Lalu aku pun segera memanggil Iren dan mengajaknya duduk bersama dengan kami...


Gak berapa lama kemudian kakakku pun keluar dari kamarnya dan menemui kami semua diruang tamu...


Sesampainya kakakku diruang tamu, dia pun langsung menyalami tangan keluarganya Jimy...


Dan disaat kakakku sedang menyalami tangan keluarganya Jimy...


Aku melihat raut wajah keluarganya Jimy yang tampak begitu senang melihat kehadiran kakakku, begitu juga dengan Jimy...


Kemudian kakakku pun duduk disamping adik perempuanya Jimy...


" Jadi begini Pak, Bu, sebelumnya kami sekeluarga mau minta maaf kalau kedatanganya kami kerumah ini tanpa memberitaukan terlebih dahulu kepada Bapak dan Ibu..." Ucap Papanya Jimy...


" Adapun tujuan kedatanganya kami malam ini untuk membicarakan hal yang sangat penting yang telah terjadi diantara anak kami siJimy dan anak Bapak siDinda..."


" Maaf pak, saya kurang ngerti maksud dari omonganya Bapak barusan..." Ucap Ayah...


" Jadi begini Pak, Bu, sebenarnya saya merasa berat untuk mengatakan hal ini kepada Bapak dan Ibu..." Ucap Papanya Jimy...


" Tapi sebagai pihak yang telah berbuat kesalahan terhadap Dinda, maka saya sebagai orang tuanya Jimy akan bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat oleh anak saya..."


Tiba tiba Papanya Jimy pun terdiam beberapa saat sambil menatap kearah kakakku...


" Jimy telah menghamili Dinda Pak..." Ucap Papanya Jimy...


" Benar itu Dinda !!! " Bentak Ayah...


" Be, be, benar Yah, Dinda memang lagi mengandung anaknya Jimy..." Ucap kakakku dengan nada gemetar...


Kemudian Ayahku pun langsung berdiri dan mendekati kakakku...


Tiba tiba...


" Prak...!!! " Tamparan Ayah yang begitu keras kepada kakakku...

__ADS_1


" Dasar anak kurang ajar, sampai hati kau memberikan aib ini buat kami..." Bentak Ayah....


" Kenapa kau tega berbuat seperti ini kepada kami Dinda !!! apa salah kami sama kau !!! "


" Udah Pak, udah, semua ini bukan salahnya Dinda, tapi saya lah orang yang bersalah disini..." Ucap Jimy yang coba membela kakakku...


" Diam kau !!! kau gak usah sok jadi pahlawan didepanku karna kalian berdua memang manusia laknat..." Bentak Ayah...


" Asal kau tau ya, dari awal kau pacaran dengan anakku, aku udah tau kau itu siapa..."


" Tapi karna anakku ini anak yang bodoh dan keras kepala mangkanya dia selalu menentang semua omonganku..."


" Kalian berdua bukan manusia, tapi kalian berdua itu iblis yang gak punya hati sama sekali..."


" Tega kalian memberikan aib yang begitu hina ini buat orang tua kalian..."


" Dan kau Dinda, apa kurang kasih sayang yang selama ini kami berikan sama kau, kurang !!! " Bentak Ayah...


" Apa artinya selama ini kami berjuang membesarkan kau dengan darah dan keringat kalau ini yang akhirnya kau berikan sama kami..."


" Kami memang orang miskin Dinda, dan kami sadar kalau kami belum mampu memberikan semua keinginan kau selama ini..."


" Tapi bukan berarti juga kau harus memurahkan diri kau seperti ini..."


" Setiap hari kami selalu berdoa agar kelak kalian menjadi anak yang sholeha, anak yang tau agama..."


" Dan setiap hari juga kami selalu berusaha dan berjuang untuk memberikan yang terbaik buat kalian semampu kami..."


" Tapi kenapa balasan ini yang harus kami terima dari kau Dinda, kenapa.? "


" Apa salah kami sama kau Dinda, apa salah kami.? " Ucap Ayah sambil menangis...


" Dan kau Jimy, aku gak butuh apa pun dari kau, cuma satu yang ku minta dari kau, tolong kau pertanggung jawabkan semua perbuatan laknat kau ini..." Ucap Ayah...


" I, i, iya Pak, saya akan bertanggung jawab sama Dinda..." Ucap Jimy dengan nada gemetar...

__ADS_1


" Kalau begitu lebih baik sekarang juga kau keluar dari rumahku sebelum emosiku semakin menjadi jadi sama kau..." Ucap Ayah...


Kemudian Jimy dan keluarganya pun pergi dari rumahku...


__ADS_2