Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...

Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...
# 32


__ADS_3

" Terus, kalau nanti seandainya kau itu gak jadi bertunangan ama iren, apa kau itu bisa mengembalikan lagi kehormatanya dia yang udah kau rampas, bisa...??? " tanyaku ke jimy...


" Dan, apa ada dibenarkan didalam agama kalau, orang yang belum syah jadi suami itu bebas untuk menidurin pasanganya, ada...??? "


" Jadi sekali lagi aku bilang ama kau kalau, kau itu jangan pernah jadikan niat kau yang belum pasti terjadi itu sebagai senjata agar kau bisa membodohin iren..."


" Dan satu hal lagi yang harus kau camkan dikepala kau itu kalau, selagi kau itu belum menghalalkan iren, kau itu jangan pernah bermimpi untuk bisa merasakan tubuhnya iren lagi..."


" Dan kalau kau masih juga memiliki niat busuk terhadap iren, maka aku sendiri lah yang akan menjadi lawan buat kau, jadi tolong kau cam kan omonganku ini baik baik..."


Malam itu, jimy pun masih saja terus terdiam tanpa bisa menjawab semua omonganku lagi...


Kemudian, aku pun segera mengambil bajunya iren yang malam itu berada diatas karpet hotel...


Dan, aku pun langsung memberikanya ke iren yang malam itu sedang menutupi tubuhnya dengan selimut hotel...


" Kamu pakai baju kamu sekarang juga, dan setelah itu kita keluar dari kamar ini..." ucapku ke iren sambil memberikan bajunya...

__ADS_1


" Tapi nad..." jawab iren ke aku...


" Pakai aku bilang, kau dengar kan ren apa yang aku bilang barusan...!!! " bentakku ke iren...


Kemudian iren pun langsung memakai bajunya malam itu, dan setelah iren selesai memakai bajunya...


Lalu aku pun segera menarik tanganya iren, untuk segera keluar dari kamarnya jimy malam itu...


Dan sebelum kami melangkah keluar dari kamarnya jimy malam itu, aku pun kembali meluapkan emosiku kepada jimy...


" Karna aku yakin kalau kau itu bukan laki laki yang terbaik buat iren, kau itu cuma laki laki sampah yang penuh dengan kebusukan didalam diri kau itu..."


Kemudian aku dan iren pun melangkah keluar dari kamarnya jimy malam itu, dan kami pun kembali kekamarnya kami...


Dan setibanya kami didalam kamarnya kami malam itu, iren pun langsung menghentakan tanganya yang aku pegang itu...


" Kamu itu apa apaan sih nad, kenapa tadi kamu itu sampai nampar jimy, emangnya dia itu punya salah apa sama kamu nad...??? " ucap iren kesal ke aku...

__ADS_1


Malam itu, aku begitu terkejut setelah mendengar omonganya iren seperti itu kepadaku...


Aku gak nyangka ngelihat iren malam itu, kenapa dia memarahiku setelah aku menyelamatkan kehormatanya dia dari sijimy laki laki berengsek itu...


" Kenapa kamu marah ama nadra ren, ren, nadra seperti itu karna nadra itu mau nyelamatin kamu dari niat kotornya jimy ama kamu ren..." jawabku ke iren...


" Niat kotor apa, siapa yang punya niat kotor ama aku nad, siapa...??? " bentak iren ke aku...


" Dan, harus berapa kali aku itu ngomong ama kau, kalau jimy itu gak seburuk fikiran kau selama ini nad..."


" Dan asal kau tau juga ya nad, kalau apa yang udah kami lakukan tadi itu, itu karna kami sama sama mau nad, dan bukan karna paksaan dari jimy ke aku nad..."


" Istiqfar kamu ren, istiqfar, kamu itu belum halal buat jimy ren, dan apa yang tadi udah kamu lakukan ama jimy itu, itu sama aja dengan kamu memberikan dosa kepada orang tua kamu sendiri ren..." ucapku ke iren...


" Alah nad, udah lah nad, kau itu gak usah sok sok an bicara agama ama aku, karna aku itu lebih tau mana yang baik dan mana yang buruk buat hidup aku..." jawab iren ke aku...


" Dan, kau itu juga gak harus mencampurin semua urusanku nad, karna kau itu cuma sebatas sahabat buatku dan gak lebih nad..."

__ADS_1


__ADS_2