
" Iya Bu, iya, Iren ngerti kok maksudnya Ibu..." Ucap Iren...
" Nanti biar Iren bicara pelan pelan ama Nadra, biar Iren jelasin semuanya ama dia..."
" Dan Iren janji ama Ibu kalau Ibu gak akan pernah kehilangan Nadra, besok Iren yang akan mengantarkan Nadra pulang..."
" Makasih ya Ren, Ibu gak tau lagi harus minta tolong ama siapa selain ama kamu..." Ucap Ibu...
" Ya udah sekarang Ibu jangan nangis lagi ya, Nadra pasti pulang kok besok..." Ucap Iren...
" Oya Ren, tolong kamu sampaikan juga ama Nadra kalau Ibu siap menukarkan nyawanya Ibu dengan maaf dari dia..." Ucap Ibu yang masih terus menangis...
Aku yang mengetaui akan besarnya cinta Ibu kepadaku, membuatku meneteskan air mata dan terduduk lemas dibawah jendela...
Ingin rasanya aku keluar dan segera memeluk Ibu sambil memberitaukanya kalau aku juga begitu mencintainya...
Dan aku juga ingin Ibu tau kalau aku gak akan pernah mau kehilangan dia sampai kapan pun...
Tapi karna rasa kecewaku yang masih belum hilang terhadap Ibu, akhirnya aku memilih untuk tetap bertahan didalam rumahnya Iren...
Gak lama kemudian aku mendengar Ibu berpamitan dengan Iren...
__ADS_1
Lalu aku pun segera menghapus air mataku dan kembali kekamarnya Iren...
Didalam kamar aku berpura pura seakan akan aku tidak tau akan tamu yang datang tadi...
Kemudian Iren pun kembali kedalam kamar...
Sesampainya didalam kamar, Iren pun langsung duduk disampingku sambil menatap tajam kearahku...
" Kenapa kamu ngelihatin Nadra seperti itu sih Ren.? " Ucapku...
" Kenapa kamu bilang.? mestinya Iren yang nanya ama kamu Nad, kenapa kamu harus menutupi semuanya dari Iren.? " Ucap Iren kesal...
" Menutupi.? menutupi apa maksud kamu Ren.? " Ucapku...
" Iren udah tau semuanya kok..."
" Dan Iren juga baru sadar sekarang kalau ternyata selama ini kamu gak pernah menganggap Iren sahabatnya kamu..."
" Kamu ngomong apa sih Ren.? Nadra gak ngerti apa maksud omonganya kamu..." Ucapku yang masih saja terus menyimpan masalahku...
" Kamu gak ngerti atau pura pura gak ngerti sih Nad.? " Ucap Iren...
__ADS_1
" Nad, Iren gak masalah kok kalau kamu gak mau berbagi masalahnya kamu ama Iren..."
" Tapi yang buat Iren kecewa ama kamu, kenapa kamu harus bohongin Iren seperti ini.? "
Dan semua omonganya Iren tadi membuatku menjadi serba salah...
Aku sengaja tidak menceritakan masalahku ke Iren karna aku gak mau kalau apa yang sedang aku alami saat ini akan menjadi bahan fikiran buat dia...
" Nadra tau kok Ren, kalau kamu sebenarnya udah tau apa yang sedang terjadi ama Nadra saat ini..." Ucapku...
" Tapi sumpah Ren, sedikit pun Nadra gak ada maksud untuk ngebohongin kamu seperti ini..."
" Nadra menutupi semuanya dari kamu karna Nadra gak mau kalau Nadra harus ngelibatkan kamu didalam masalahnya Nadra..."
" Kamu ngomong apa barusan.? kamu sadar gak sih Nad apa yang kamu omongin barusan.? " Ucap Iren...
" Nad, kalau kamu gak mau ngelibatkan Iren didalam masalahnya kamu, itu sama aja kalau Iren gak ada gunanya jadi sahabat kamu selama ini..."
" Kamu jangan ngomong seperti itu Ren, kamu udah terlalu baik ama Nadra..." Ucapku...
" Dan selama ini Nadra juga udah terlalu sering nyusahin kamu..."
__ADS_1
" Mangkanya sekali ini Nadra gak cerita ama kamu karna Nadra benar benar ngerasa gak enak aja kalau Nadra harus ngelibatkan kamu terus terusan didalam masalahnya Nadra Ren..."