Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...

Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...
# 33


__ADS_3

" Ren, justru karna nadra itu sahabatnya kamu, mangkanya nadra itu berhak buat ngejaga kamu dan ngelindungi kamu semampu nadra ren..." ucapku ke iren...


" Berhak kau bilang, hei nad, kau itu bukan orang tuaku, jadi kau itu gak punya hak sama sekali sama diri aku nad..." jawab iren ke aku...


" Ren, kalau emang nadra itu gak punya hak buat ngejaga dan ngelindungi kamu, terus ngapain nadra itu jadi sahabatnya kamu ren...??? " ucapku ke iren...


" Ren, asal kamu tau ya ren kalau nadra seperti itu ama kamu karna, nadra itu gak mau kalau kamu itu sampai mengalami apa yang telah dialami ama kakaknya nadra ren..."


" Ren, masa depan kamu itu masih panjang ren, jadi kamu itu jangan mau jadi cewek yang bodoh yang rela menukarkan masa depanya dengan kesenangan terkutuk seperti itu ren..."


" Hei, aku bilangin ya ama kau, kau itu jangan pernah samakan aku sama siapa pun itu, karna aku ini orang yang hebat, dan aku juga lebih tau apa yang harus aku lakukan untuk hidup aku..." jawab iren ke aku...


" Dan satu hal yang harus kau ingat, kalau malam ini kau itu udah menyakiti perasaan calon tunanganku..."


" Jadi mulai malam ini juga, kau itu bukan sahabatku lagi, dan mulai malam ini juga kita urus aja hidup kita masing masing..."

__ADS_1


Kemudian iren pun langsung pergi kebalkon kamar hotel, dan meninggalkan aku yang malam itu sedang berdiri disamping tempat tidur hotel...


Dan, mataku pun terus tertuju kearah iren yang malam itu sedang berdiri dibalkon tersebut...


Malam itu, hatiku dan perasaanku begitu sakit setelah aku mendengar semua hinaan yang keluar dari mulut iren kepadaku...


Kata kata yang keluar dari mulutnya iren malam itu, seperti pisau yang dihujamkan kejantungku...


Aku benar benar gak menyangka kalau, orang yang selama ini sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri...


Kemudian, dengan tetesan air mata yang mengalir deras dipipiku, aku pun langsung pergi keluar dari kamar hotel...


Lalu, aku pun melangkahkan kakiku kearah danau untuk menenangkan diriku malam itu...


Dipinggir danau toba, aku pun menangis sejadi jadinya karna omonganya iren yang tak termakan oleh hatiku...

__ADS_1


Dan, dimalam itu pun aku bertanya kepada diriku sendiri, apakah aku salah kalau aku ingin menjaga dan melindungi sahabatku sendiri...???


Dan, apakah aku salah kalau aku telah menyelamatkan kehormatanya dia dari laki laki berengsek seperti jimy itu...


Sumpah, malam itu aku benar benar terpukul atas apa yang telah iren lakukan kepadaku...


Dan malam itu dipinggir danau toba, aku pun berkata kepada TUHAN...


" TUHAN, kenapa begitu cepat engkau ambil ayahku..."


" Dan seandainya malam ini ayahku masih ada, pasti malam ini dia akan langsung memelukku dan langsung menenangkan hatiku disaat aku seperti ini.."


" Dan kenapa setelah ayahku udah gak ada lagi didunia ini, hidupku itu selalu penuh dengan penderitaan..."


" Dan, kenapa aku itu seperti hidup sendirian didunia ini tanpa ada satu pun orang yang mau perduli dengan perasaanku..." ucapku yang penuh dengan linangan air mata yang tak hentinya membasahi pipi ini malam itu...

__ADS_1


__ADS_2