
" Udah lah Nad gak usah dibahas lagi, percuma juga ngomong sama kamu..." Ucap Iren...
" Ren, kamu jangan salah faham seperti ini ama Nadra..." Ucapku
" Maafin Nadra..."
" Dan biar kamu tau Ren, kalau hari ini Nadra benar benar kecewa ama ibu..."
" Nadra gak pernah ngebayangin kalau Ibu sampai hati menampar Nadra cuma gara gara ngebelain sidinda manusia laknat itu..." Ucapku sambil menangis...
" Sakit Ren, sakit, Nadra benar benar sakit harus menerima semua ini..."
" Udah Nad, udah, kamu jangan nangis, Iren tau kok gimana hancurnya kamu saat ini..." Ucap Iren sambil mengelus lenganku...
" Iren udah tau semuanya dari Ibu kamu..."
" Tapi Nad, satu hal yang harus kamu tau kalau saat ini Ibu kamu benar benar menyesal atas apa yang udah Ibu lakukan ama kamu..."
" Sedikit pun Ibu gak ada maksud nyakitin kamu seperti ini Nad..."
" Ibu sangat menyayangi kamu, dan Ibu juga gak mau kehilangan kamu..."
" Nad, emosinya Ibu kamu lagi gak stabil saat ini karna begitu banyak cobaan yang harus Ibu hadapi sendirian..." Ucap Iren sambil menghapus air mataku...
__ADS_1
" Dan sekarang Ibu kamu sedang berada dimana Ibu benar benar merasa bingung atas apa yang harus Ibu lakukan..."
" Jadi Iren mohon ama kamu, kamu jangan pernah berfikir kalau Ibu kamu lebih membela kakak kamu dibandingkan dengan kamu..."
" Ibu cuma gak mau kakak kamu stres, dan terjadi sesuatu sama kandunganya..."
" Karna bagaimana pun anak yang sekarang ada didalam kandunganya itu gak berdosa Nad..."
" Dan dia tetap cucunya Ibu kamu..."
Aku hanya bisa terdiam disaat sahabat baikku terus menasehatiku agar aku mau memaafkan Ibu...
Dan kalau boleh jujur, sebenarnya aku telah memaafkan semua perbuatan Ibu kepadaku...
" Gimana Nad kamu mau kan maafin Ibu kamu.? kasihan Ibu kalau kamu sampai ngebenci Ibu seumur hidup kamu..." Ucap Iren...
" Sedikit pun Nadra gak pernah ngebenci Ibu, Nadra sayang ama Ibu Ren..." Ucapku...
" Dan kalau pun saat ini Nadra pergi dari rumah bukan berarti Nadra mau meninggalkan Ibu sendirian didunia ini Ren, bukan..."
" Nadra cuma ingin menenangkan diri Nadra aja..."
" Iya Nad, Iren percaya kok kalau kamu sayang ama Ibu, dan Iren juga percaya kalau kamu gak akan mungkin sampai hati meninggalkan Ibu..." Ucap Iren...
__ADS_1
" Ya udah kalau gitu sekarang kamu istirahat aja dulu biar fikiran kamu tenang..."
" Besok Iren yang akan mengantarkan kamu pulang kerumah..."
" Iya Ren, makasih ya..." Ucapku...
" Iya Nad..." Ucap Iren...
Kemudian aku dan Iren pun segera merebahkan tubuh kami diatas tempat tidurnya Iren...
Disaat aku mencoba untuk memejamkan mataku, tiba tiba saja kejadian pahit yang aku alami tadi siang kembali terlintas difikiranku...
Dan bayangan itu pun sangat mengganggu ketenangan tidurku malam ini...
Kemudian aku pun kembali bangkit dan kembali duduk disamping tempat tidur...
Sambil memeluk bantal, aku pun kembali mengenang peristiwa pahit yang aku alami tadi siang...
Dan aku juga mengingat akan semua aib yang telah diberikan oleh kakak kandungku sendiri terhadap aku dan orang tuaku...
Kakakku itu namanya Adinda, dan sebenarnya kakakku adalah seorang anak yang baik dan begitu penurut kepada orang tuanya...
Dia juga termasuk anak yang pintar dan selain pintar kakakku pun dikagumi oleh banyak laki laki...
__ADS_1