
Sifatnya begitu rendah hati dan dia juga tidak pernah membanggakan kehebatan keluarganya kepada siapa pun, termasuk juga denganku...
Padahal Papanya Iren itu termasuk salah satu pengusaha kelapa sawit ternama diRiau...
Selain kebun kelapa sawit yang begitu luas, orang tuanya Iren juga memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit sendiri atau yang sering juga disebut dengan sebutan PKS...
Dan diPKS milik orang tuanya Iren lah Ayahku dan juga Omku bekerja selama ini...
Sebenarnya aku dan orang tuaku berasal dari Medan, aku juga dilahirkan diMedan...
Tapi semenjak aku naik kekelas empat SD, aku dan keluargaku pun pindah dan tinggal diRiau sampai sekarang...
Dan Omku lah orang yang telah mengajak Ayahku untuk bekerja diPerusahaan Papanya Iren itu...
Ayahku bekerja sebagai supir truck kelapa sawit, sementara Omku yang bernama Fauji bekerja sebagai staf kebun diPerusahaan tersebut...
Aku sekeluarga dan juga Omku beserta keluarganya tinggal diperumahan karyawan yang berada didalam area perkebunan kelapa sawit...
Dan bukan hanya keluarga kami saja yang tinggal diperumahan karyawan tersebut...
Tapi juga seluruh karyawan yang berasal dari luar kota semuanya tinggal diperumahan karyawan tersebut...
Sehingga walaupun kami tinggal didalam area perkebunan kelapa sawit, tapi kehidupan disini sudah seperti sebuah perkampungan yang ramai penduduk...
__ADS_1
Iren sekeluarga pun juga tinggal disekitaran area perkebunan kelapa sawit ini juga...
Jarak dari rumahku ke rumahnya Iren tidak begitu jauh, palingan cuma menghabiskan waktu sepuluh menitan saja...
Papanya Iren juga terkenal sebagai Bos besar yang memiliki sifat yang begitu dermawan dan sangat menghargai para pekerjanya...
Dan karna sifatnya yang begitu mulia itu lah sehingga membuat seluruh karyawan yang bekerja denganya semuanya pada betah, termasuk juga dengan Ayahku dan Omku...
Walaupun Iren terlahir dari keluarga kaya raya, namun hidupnya Iren tidak sebahagia hidupku...
Karna setiap hari dia selalu merasa kalau dia seperti hidup sendirian didunia ini...
Atau bisa juga dibilang kalau dia anak yang kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya...
Sehingga membuat orang tuanya Iren sangat jarang memiliki waktu untuk anak anaknya...
Dan karna kasih sayang dan perhatian yang terlalu sedikit yang setiap hari Iren dapatkan dari kedua orang tuanya...
Sehingga hal itulah yang membuat Iren begitu dekat dengan keluargaku...
Sampai sampai Iren pun menganggap keluargaku sudah seperti keluarganya sendiri...
Dan hampir setiap malam libur sekolah, Iren selalu menginap dirumahku...
__ADS_1
# Kembali kecerita dimalam tahlilan Ayahku...
Setelah Iren pulang aku pun segera masuk kedalam rumahku...
Didalam rumah aku melihat Ibu yang masih saja terus terjaga sambil terduduk lemas didepan kamarnya...
Malam itu Ibuku ditemani oleh Tanteku, Tante Rani istrinya Om Fauji...
Dan ketika aku melihat Ibu yang tampak seperti orang yang sedang putus asa, lalu aku pun segera menghampiri Ibu...
Aku melihat wajah Ibu yang masih saja terus menyimpan kesedihan yang begitu dalam setelah kepergian Ayah...
Wajah Ibu menggambarkan kalau Ibu masih saja belum bisa menerima semua kenyataan pahit yang telah terjadi didalam hidupnya saat ini...
" Bu..." Ucapku sambil duduk didepan Ibu...
" Iya Nad, ada apa ya nak.? " Ucap Ibu dengan nada yang begitu lemas seperti orang yang sedang kehilangan semangat hidupnya...
" Ibu kok belum tidur.? " Ucapku sambil memegang pipi Ibu...
__ADS_1