Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...

Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...
# 23


__ADS_3

" Nadra tunggu..." Teriak tante...


Dan aku sama sekali tidak memperdulikan teriakan tante dan berlari semakin cepat...


Sesampainya aku didepan pintu rumah, Darahku tiba tiba saja hilang dari dalam tubuhku...


Kakiku terasa begitu lemas ketika aku melihat orang yang paling aku cintai didunia ini terbaring diatas tempat tidur dan ditutupi dengan kain panjang milik Ibu...


Air mataku langsung menetes deras saat itu, kemudian aku pun langsung berlari mendekati Ayah dan berontak hebat disamping jasadnya...


" Ayah, ayah bangun, ayah bangun yah, ayah jangan tinggalkan nadra, nadra masih butuh ayah..."


" Nadra masih butuh ayah disamping nadra, nadra masih butuh pelukan hangat ayah..."


 " Ayah, ayah bangun, tolong ayah, tolong ayah bangun, ayah jangan diam seperti ini ayah, bangun ayah, nadra gak mau hidup tanpa ayah..."


" Ayah, jawab nadra yah, ayah jangan diam aja yah, ngomong ama nadra yah, ngomong yah, jawab nadra yah, ayah, ayah bangun..."


" Ayah, kenapa ayah cuma diam aja yah, kenapa ayah gak mau lagi ngomong ama nadra, ayah, apa ayah udah gak sayang lagi ama nadra, iya...??? "


" Ayah jahat, ayah udah jahat ama nadra, ayah udah bohongin nadra..."

__ADS_1


" Mana semua janji ayah yang selalu ayah bilang ke nadra, kalau ayah gak akan pernah ninggalin nadra..."


" Dan, mana semua janji ayah yang selalu ayah bilang, kalau ayah akan selalu ada buat nadra sampai kapan pun..."


" Mana ayah, mana semua janji ayah itu, mana ayah, mana...??? "


" Ayah jahat, ayah jahat, ayah udah gak sayang lagi ama nadra, ayah udah ninggalin nadra..." ucapku sambil menggerakan jasad ayahku dan sambil menangis sejadi jadinya...


Dan, aku pun terus menggerak gerakan tubuh ayahku yang siang itu hanya terdiam kaku tanpa bisa menjawab sepatah kata pun kepadaku...


Dan siang itu, aku juga terus berharap akan adanya mukjizat yang datang kepadaku agar ayahku itu dapat bernafas kembali siang itu...


Dan tak terbayangkan betapa hebatnya tangisanku saat itu, dan tak dapat terhitung lagi berapa banyak air mata yang jatuh membasahi pipi ini siang itu...


Ketika aku melihat cinta pertamaku itu, dan malaikat pelindungku itu hanya terbujur kaku dan hanya terdiam membisu siang itu...


Semua saudara, semua tetangga dan semua teman temanku pun terus menenangkanku siang itu...


Dan, menyuruhku agar aku dapat mengikhlaskan kepergian ayahku siang itu...


Akan tetapi semuanya percuma, karna tangisanku dan teriakanku pun semakin menjadi jadi dan tak terbendung lagi karna...

__ADS_1


Aku tidak ikhlas untuk melepas kepergian ayahku untuk selama lamanya siang itu...


Dan, tanganku pun masih saja terus menggerak gerakan tubuh ayahku yang siang itu sedang terbaring diatas tempat tidur dan hanya ditutupi dengan kain panjang milik ibuku...


Dan, tubuhku pun terus berontak hebat disaat tanteku itu terus memelukku dan mencoba untuk menenangkanku siang itu...


Dan siang itu, aku pun melihat ibuku yang hanya bisa menangis dan terus menangis disamping jasadnya ayah...


Sementara, aku masih saja terus berontak hebat karna aku tetap saja tidak terima atas semua kejadian yang begitu pahit yang menimpaku siang itu...


Dan, kejadian siang itu pun adalah kejadian yang paling menyakitkan bagiku sampai saat ini...


Dan, kejadian siang itu pun akan tetap terus aku kenang sampai aku mati nanti...


# Kembali kecerita dimana aku sedang berada dirumahnya iren malam itu setelah aku pergi dari rumahku siang itu...


Dan, akhirnya tanpa aku sadari aku pun tertidur disamping tempat tidurnya iren sambil memeluk boneka panda kesayangan iren malam itu...


Dan ketika pagi datang, dan ketika aku sedang enak enaknya tertidur...


Tiba tiba iren pun membangunkanku dengan expresi wajah yang begitu heran, karna melihatku tertidur sambil duduk disamping tempat tidurnya pagi itu...

__ADS_1


" Nad, nadra, bangun nad udah pagi..." ucap iren sambil menggoyangkan kakiku...


__ADS_2