
" Ibu belum bisa tidur sayang, Ibu masih pingin duduk disini, Ibu rindu ama Ayahmu nak..." Ucap Ibu sambil menangis...
" Ibu masih belum siap kehilangan Ayahmu, Ibu masih membutuhkan Ayahmu Nad..."
" Cuma Ayahmu lah orang yang bisa ngertiin Ibu, dan cuma dia lah satu satunya tempat Ibu bersandar selama ini..."
Aku yang mendengar curahan hati Ibu, tanpa aku sadari kalau air mataku pun turun membasahi pipi ini...
Aku tau betul apa yang sedang dirasakan Ibu, dan aku juga bisa merasakan gimana hancurnya hidup Ibu setelah kehilangan Ayah...
Tapi enggak, aku gak mau ngebiarin Ibu terus larut dalam kesedihan ini, aku harus bisa mengembalikan semangat hidup Ibu lagi...
Karna aku gak mau kalau sampai terjadi apa apa sama Ibu, dan aku juga gak mau kalau aku harus kehilangan lagi hartaku satu satunya didunia ini...
Kemudian aku pun segera menghapus air mataku, dan mencoba untuk menenangkan Ibu...
__ADS_1
" Bu, Nadra tau betul apa yang sedang Ibu rasakan saat ini, dan Nadra juga bisa merasakan gimana hancurnya hidup Ibu..." Ucapku...
" Tapi Bu, sesakit apa pun Ibu saat ini, Ibu harus kuat untuk mengikhlaskan kepergian Ayah, dan Ibu juga harus bisa bangkit dari semua kesedihan ini..."
" Apa Ibu mau ngelihat Ayah sedih disana karna ngelihat Ibu seperti ini.? " Ucapku sambil menghapus air mata Ibu...
" Bu, biar Ibu tau ya, kalau kepergian Ayah bukan cuma meninggalkan kesedihan yang begitu dalam buat Ibu aja, tapi buat Nadra juga..."
" Ibu tau kan gimana dekatnya Nadra ama Ayah.? dan Ibu juga tau kan gimana kebiasaanya Nadra kalau Ayah sedang berada dirumah.? "
" Terus siapa lagi orang yang akan mengusap kepalanya Nadra sampai Nadra tertidur, siapa Bu, siapa.? "
" Gak ada lagi Bu, gak ada, dan sekarang Nadra gak akan pernah lagi bisa merasakan kehangatan kasih sayang seorang Ayah, gak akan pernah..." Ucapku sambil kembali meneteskan air mata...
" Udah Nad, udah, kamu jangan nangis seperti ini, kamu masih punya Ibu sayang, Ibu masih ada buat kamu nak..." Ucap Ibu sambil menghapus air mataku...
__ADS_1
" Masih ada Ibu bilang.? apanya yang masih ada.? Ibu aja sekarang udah seperti orang yang gak punya semangat hidup lagi Nadra lihat..." Ucapku...
" Jadi gimana Ibu bisa menjaga Nadra kalau Ibu sendiri aja masih terus hidup dalam keadaan putus asa seperti ini..."
" Bu, sekarang ini yang Nadra punya cuma tinggal Ibu, dan cuma Ibu harta satu satunya yang Nadra punya sekarang ini..."
" Nadra gak mau kalau Nadra harus kehilangan lagi hartanya Nadra yang paling berharga didunia ini untuk yang kedua kalinya..."
" Nadra sayang sama Ibu, dan Nadra masih butuh kehangatan kasih sayang seorang Ibu didalam hidupnya Nadra..."
" Jadi Nadra mohon sama Ibu, kalau Ibu sayang ama Nadra, Nadra mohon, Ibu harus bisa mengikhlaskan semuanya..."
" Dan Ibu juga harus bisa bangkit dari semua kesedihan ini, harus !!! "
" Bu, Nadra masih butuh Ibu, Nadra masih ingin hidup didekat Ibu..." Ucapku yang kembali ditemani dengan air mata yang semakin deras menetes dipipi ini...
__ADS_1
Kemudian Ibu menarik kedua tanganku dan langsung memelukku dengan erat serta menangis bersama denganku...