
# 11
" Fahmi sama keluarganya mau ngelamar kakak kamu nanti malam..." Ucap Ibu sambil tersenyum...
Tiba tiba kakakku pun langsung ikut menyambung obrolan antara aku dan Ibu...
" Iya Nad, ntar malam bang Fahmi sama keluarganya mau ngelamar kakak..." Ucap kakakku yang sedang berdiri didepan pintu dapur...
Dan wajah kakakku pun tampak begitu bahagia...
Sementara aku yang melihat kakakku langsung menghentikan pekerjaanku dan segera berjalan menghampirinya...
" Kau ngomong apa barusan.? lamaran ya.? selamat ya..." Ucapku sambil bertepuk tangan didepan kakakku...
" Makasih ya Nad..." Ucap kakakku sambil tersenyum...
" Makasih, hei kau jangan kepedean ya jadi orang, jangan kau kira ucapan selamat yang barusan aku bilang ama kau adalah ucapan yang tulus yang keluar dari hati aku..." Ucapku sambil menunjuk kearah kakakku...
Aku benar benar begitu emosi ketika berhadapan dengan kakakku...
__ADS_1
Aku merasa kalau ini lah saat yang tepat untuk aku meluapkan segala amarahku selama ini terhadapnya...
Dan Ibu yang mendengar aku berbicara seperti itu kepada kakakku langsung menghampiriku...
" Kamu gak boleh ngomong kasar seperti itu sama kakak kamu Nad..." Ucap Ibu sambil memegang pipiku...
" Gak boleh, kenapa gak boleh Bu.? dan kenapa Ibu masih saja terus membela sipembunuh Ayah ini.? " Ucapku dengan penuh emosi...
" Nadra !!! sudah berapa kali Ibu bilang ama kamu, kamu jangan pernah bilangin kakak kamu seperti itu..." Bentak Ibu...
" Udah Bu, enggak apa apa, mungkin Nadra masih belum bisa menerima semua kenyataan ini..." Ucap kakakku yang coba menenangkan Ibu...
Ingin rasanya aku menghujamkan pisau yang aku pegang tadi ketubuhnya...
" Kau bilang apa barusan.? kau bilang kalau aku belum bisa menerima semua kenyataan ini, iya !!! " Ucapku yang begitu emosi kepada kakakku...
" Hei, kau dengar ya, sampai mati pun aku gak akan pernah bisa menerima dan mengikhlaskan semua perbuatan kau itu kepada orang tuaku..."
" Kalau bukan karna sifat kau yang murahan serta gampang untuk ditidurin laki laki, semua ini pasti gak akan pernah terjadi..."
__ADS_1
" Dan Ayahku pun pasti masih hidup sampai sekarang, ngerti kau *******...!!! "
" Tolong kamu jaga ucapanmu ya Nad, kamu jangan sembarangan ngomong seperti itu ama kakak..." Ucap kakakku...
" Kenapa, kau gak terima ya, atau jangan jangan kau malu ya karna sifat kau yang murahan itu akhirnya terbongkar juga, iya.? " Ucapku...
" Siapa yang murahan Nad, siapa.? asal kamu tau ya Nad kalau kakak gak seburuk yang kamu fikirkan, enggak !!! " Ucap kakakku sambil menangis...
" Dan kakak juga gak mau seperti ini Nad, kakak menyesal atas semua kejadian ini, kakak khilaf Nad..."
" Kau bilang apa tadi, khilaf, terus kau juga bilang kalau kau menyesal, iya !!! " Ucapku...
" Hahaha, Din Din, kenapa baru sekarang kau bilang kalau kau khilaf, dan kenapa baru sekarang juga kau bilang kalau kau menyesal..."
" Kemaren disaat kau berzina dan disaat kau bersenang senang sama cowok kau itu, apa ada kau fikirkan dampak dibelakang harinya, ada...!!! "
" Dan apa ada kau hargai semua keringat dan semua perjuangan kedua orang tua kau demi kau selama ini, ada...!!! "
" Enggak Din, enggak, sedikit pun kau gak pernah menghargai semua keringat dan semua perjuangan kedua orang tua kau demi kau selama ini..."
__ADS_1
" Dan kau juga telah meludahi wajah kedua orang tua kau sendiri dihadapan TUHAN, dan dihadapan semua orang..."