CINTAKU TERHALANG ANIME

CINTAKU TERHALANG ANIME
Acting Suami Istri


__ADS_3

Vina merasa tertipu oleh Dimas karena ia baru beli kuota setelah Dimas pulang dari kerja.


Mereka baru pulang ke rumah pukul delapan malam.


"Kalian baru pulang?" sebuah suara menghentikan Vina dan Dimas masuk ke dalam rumah. Mereka menoleh.


"Mama?" ucap Dimas dan Vina bersamaan.


"Mama ngapain ke sini?" tanya Dimas.


"Ya ampun, apa Mama mengganggu pengantin baru? Sampai-sampai anak sendiri bertanya kenapa Mamanya berkunjung ke rumahnya?" Bu Vely tertawa renyah membuat Dimas salah tingkah.


"Eh, nggak ganggu kok Ma. Dimas cuma heran, ada apa Mama malam-malam ke sini?"


"Itu, Papamu ada meeting di luar kota. Ketimbang Mama sendirian di rumah, jadinya Mama mau nginap di sini selama dua hari. Mama nggak ganggu waktu romantis kalian kan?" Bu Vely tersenyum menggoda Vina.


Membuat Vely spontan menjawab, "Nggak kok Ma. Mama sama sekali nggak ganggu. Ayo masuk Ma. Sini tasnya biar Dimas yang bawain." Vina meraih tas Bu Vely dan menyodorkannya pada Dimas. Sementara dirinya menggandeng Ibu mertuanya masuk.


Vina mempersilahkan Ibu mertuanya untuk duduk. Sementara dirinya duduk bersebelahan dengan Dimas.


Lebih tepatnya, mereka berusaha terlihat mesra di depan Bu Vely.


"Sebenarnya Mama kesini juga karena ada alasan lainnya. Hari ini adalah ulang tahun Dimas."


Perkataan Bu Vely membuat Dimas dan Vina terkejut.


Vina langsung menoleh ke Dimas.


"Kenapa kamu nggak bilang kalau hari ini ulang tahun?!" bisik Vina.


"Aku juga lupa kalau hari ini ulang tahunku." Dimas balas berbisik.


"Bagaimana mungkin ada orang yang melupakan tanggal lahirnya sendiri?!" bisik Vina lagi.


"Apa yang kalian bicarakan?! Kenapa bisik-bisik begitu?" pertanyaan Bu Vely membuat Dimas dan Vina berhenti saling berbisik. "Jangan bilang, kalau menantu Mama lupa sama ulang tahun suaminya?!" Bu Vely menatap Vina.


Salah! Bukan lupa! Lebih tepatnya aku nggak tahu tanggal ulang tahun Dimas.


Aku harus jawab apa nih?


Vina menatap Dimas, meminta pertolongan.


"Nggak kok Ma. Vina nggak lupa!" Dimas merangkul bahu Vina. "Bahkan tadi pagi, Vina memasak untukku!" ucap Dimas berbohong.


Tapi reaksi Bu Vely malah sebaliknya.


"Kamu menjadikan istrimu sebagai pembantu di rumahmu sendiri?! Ada pembantu di rumah ini! Kenapa dia harus memasak untukmu?!!"


"Bukan begitu Ma," Vina tersenyum menatap mertuanya. "Aku hanya ingin suamiku merasakan cintaku melalui masakan yang kubuat." Kemudian beralih tersenyum menatap Dimas.


Dimas melongok menatap Vina.


Aku nggak nyangka Vina bakal ikut dalam actingku!


"Ahahaha!" Bu Vely tertawa.


Dimas dan Vina menatap heran Mamanya yang tertawa.


"Mama tadi cuma bercanda tahu!


Mana mungkin Vina lupa ulang tahun Dimas! Ahahaha! Tapi Mama nggak nyangka reaksi kalian akan seperti ini!


Awalnya Mama khawatir, Mama kira kalian masih merasa canggung setelah menikah."


"Nggak kok Ma. Vina nggak merasa canggung sama Dimas. Kita kan dulu teman sekolah!" Ahaha! Pandai sekali mulut ini bicara. Teman sekolah? Padahal aku sempat nggak ingat sama Dimas! "Dan juga dulu..." Vina menatap Dimas sebentar. "Dimas pernah nembak Vina!" lanjutnya.


Bu Vely melebarkan matanya mendengar perkataan Vina.

__ADS_1


"Jadi kalian dulu pernah pacaran?" tanya Bu Vely penasaran.


"Nggak Ma," jawab Vina. "Vina dulu nolak Dimas," lanjutnya. "Sepertinya dulu mata Vina nggak bisa melihat ketampanan Dimas." Vina tersenyum manis ke Dimas. "Makanya Vina nolak dia." Bagus Vina! Lanjutkan actingmu!


"Ahaha! Gitu ya. Jadi Mama bener dong jodohin kalian!"


"Sepertinya begitu Ma. Karena Dimas jadi bisa mendapatkan perempuan yang Dimas cintai!" Dimas mengelus kepala Vina. Kalau yang ini bukan acting lho Vin. Ini beneran!!


"Oh iya. Mama awalnya mau ngajak kalian makan-makan di luar. Kan hari ini ulang tahun Dimas. Tapi kayaknya Mama telat deh. Sepertinya kalian udah makan-makan di luar."


"Ah. Nggak Ma. Mama malahan tepat waktu! Kami belum makan-makan di luar. Karena Vina rencananya mau masak-masak lagi buat Dimas."


Eh? Emangnya Vina bisa masak?!


Dimas menatap Vina terkejut.


"Kalau gitu ayo kita ke dapur sekarang. Kita masak bareng aja Vin!" ajak Bu Vely.


"Eh. Mama nggak usah repot-repot bantuin masak. Vina bisa sendiri kok. Mama duduk aja!"


Bu Vely dan Vina beriringan menuju dapur.


Sementara Dimas mengikuti dari belakang.


Memangnya Vina beneran bisa masak?!


Dimas mendekati Vina, dan berbisik padanya. "Kamu beneran mau masak?! Mumpung masih belum mulai, kamu bisa mundur sekarang!"


"Sst!! Diam dan liat aja!!" Vina menjauh dari Dimas. Memakai celemek dan mengikat rambutnya tinggi-tinggi.


Vina mulai mengambil bawang.


Memotongnya.


Tak tak tak tak tak!


Kemudian beralih ke bahan yang lain.


Tak tak tak tak tak!


Semua bahan terpotong dengan cepat.


Dimas terpukau melihat Vina yang memotong semua bahan dengan cepat.


Dari mana Vina dapat kekuatan memasak itu?! Apa Vina kerasukan hantu chef penunggu dapur ini?!


Seng seng seng seng!


Dengan cekatan Vina membalik makanan yang sedang yang dimasaknya.


Kemudian beralih mengambil telur.


Vina memecahkan telur itu dengan satu tangan, layaknya seperti kebanyakan chef.


Dengan cepat makanan sudah tersaji di atas meja.


"Waah! Vina jago masak ya. Mama baru tahu!" Bu Vely takjub melihat kemampuan memasak Vina.


"Mama jangan muji dulu. Mama kan belum tahu rasanya. Ayo dimakan Ma!"


Mata Dimas terbelalak begitu masakan Vina masuk ke mulutnya.


Enak!


"Enak!" puji Bu Vely. "Kamu bener-bener jago masak Vin!"


Vina hanya tersenyum tersipu mendapati pujian Bu Vely.

__ADS_1


Mari kita beraksi!


Mata Vina seolah mengatakan itu pada Dimas. Vina menaruh tangannya di atas meja.


Dimas mengangguk mengerti. Ia menggenggam tangan Vina yang ada di atas meja.


"Makasih ya, karena sudah menuangkan cinta ke dalam masakannya."


Vina tersenyum, "Terimakasih juga karena sudah merasakan cintaku dari masakan ini." Ia balas menggenggam tangan Dimas.


"Ehem! Mama masih di sini lho ya!"


"Eh. Maaf Ma." Dimas dan Vina pura-pura merasa terkejut. Padahal mereka sengaja melakukannya.


"Kalau mau mesra-mesraan, selesain dulu makannya. Baru nanti lanjutin di kamar!"


Berhasil! Mama bener-bener percaya kalau kita sudah saling mencintai!


________


Dimas menutup pintu kamarnya.


"Haaaghh!" Vina menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Sayang, kamu pasti capek ya habis masak. Aku pijitin ya!" Dimas duduk di samping Vina hendak memegang pundak Vina.


Vina langsung menjauh. "Actingnya udah selesai kali! Mama kan nggak ada di sini!"


"Ah. Maaf! Jadi keterusan actingya."


"Sampai kapan kita harus acting terus?"


"Sampai Mama pulang lah!"


"Haaaghh!" Vina menghela nafas panjang.


"Tapi Vin, tadi aku bener-bener nggak nyangka lho kalau kamu bisa masak!"


"Jadi kamu pikir, aku nggak bisa masak?!


Beh. Salah kamu! Sebagai wibu, tentunya aku harus bisa masak. Supaya bisa masak masakan Jepang!"


"Hmh. Anime lagi!" Dimas mendengus.


"Ngomong-ngomong, kamu kan pinter masak, kenapa kamu nggak jadi chef aja?!"


Vina mengernyit menoleh ke Dimas.


"Kalau aku jadi chef, nggak bisa nonton anime dong!"


Dimas melongok menatap Vina.


Alasan macam apa itu?!


Sia-sia saja keahliannya memasak.


Saat Vina hendak berdiri dari sofa, kakinya malah tersandung dengan kaki Dimas yang duduk di sebelahnya.


Sebelum Vina terjatuh, Dimas sempat menahan tubuh Vina.


Tapi karena kurang keseimbangan, Dimas malah ikut terjatuh.


Mereka malah jatuh berdua dengan posisi Vina ada di bawah.


"Dim, Vin, apa kalian sudah tid--" Bu Vely tiba-tiba membuka kamar.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2