
'Bagaimana bisa kau menyerahkan hatimu pada seseorang? Kau tidak takut dia akan menggenggam hatimu terlalu kuat dan akhirnya malah menghancurkannya?!'
Itu kata-kata terakhir Vina tadi malam sebelum dia akhirnya tertidur.
Di meja makan, Dimas sesekali melirik Vina yang sedang makan.
"Vin."
"Hm?"
"Tentang yang kau katakan tadi malam, itu tidak akan terjadi padamu jika kau bersama cinta sejatimu!"
Alis Vina mengerut, "Kenapa jadi bahas cinta-cintaan mulu sih! Ada apa denganmu. Akhir-akhir ini kau jadi aneh. Aku lebih suka mendengarmu menyuruhku melakukan sesuatu dengan sebuah imbalan. Ketimbang mendengarmu membicarakan cinta-cintaan!"
"Baiklah. Aku diundang ke acara pesta ulang tahun salah satu klienku. Temani aku pergi ke sana nanti malam. Sebagai gantinya, aku akan membelikanmu buku Manga."
"Oke, dengan senang hati aku akan menemanimu pergi ke sana, suamiku."
"Cih. Kau melakukannya hanya demi Manga. Dasar otaku!"
"Karena itu acara pesta, jadi nanti aku harus berdandan."
Alis Dimas menyatu, menunjukkan ketidaksetujuannya. "Kenapa kau harus berdandan? Kau mau menunjukkan kecantikanmu dan memikat para lelaki yang ada di sana?!"
"Apa maksudmu?! Aku berdandan supaya tidak mempermalukanmu. Lagi pula, di sana pasti banyak klien-klien penting kan?"
"Eh? Iya juga sih. Tapi tetap, jangan dandan terlalu berlebihan!"
________
Cantik sekali!
Dimas menatap Vina yang menggunakan dress panjang.
"Untung waktu itu kita membeli dress ini." Vina menatap dirinya di cermin. "Oke. Aku sudah selesai. Ayo kita berangkat!"
"Kenapa kau mengikat rambutmu ke atas? Kau ingin memperlihatkan lehermu yang putih mulus itu?!" Dimas hendak melepaskan ikatan rambut Vina.
Plak.
Vina menepis tangan Dimas.
"Apa yang akan kau lakukan?! Aku sudah menatanya dengan susah payah. Dan kau ingin merusaknya?! Sudahlah. Ayo kita berangkat. Bukannya kau mengatakan acaranya akan mulai jam delapan?"
"Ck! Iya iya. Mungkin di sana nanti disajikan minuman beralkohol juga. Jangan sampai salah minum. Kamu nggak pernah minum minuman beralkohol kan. Dan juga, jangan jauh-jauh dariku!"
"Siap, bos!"
________
Acara ulang tahun diadakan begitu mewah.
Vina memandang makanan di atas meja di depannya.
Sepertinya tidak akan ada makanan yang gurih disini. Hanya ada kue yang begitu manis.
"Vina, aku akan mengobrol dengan orang-orang yang ada di sana. Akan bagus untuk bisnisku jika mereka menjadi klienku. Kau mau ikut denganku?"
__ADS_1
"Nggak, kau pergi saja ke sana. Aku akan menunggu di sini saja."
"Oke. Kalau begitu jangan ke mana-mana ya. Tetap di sini, aku tidak akan lama." Dimas meninggalkan Vina di mejanya.
"Hmh! Padahal dia mengatakan padaku untuk tidak jauh-jauh darinya. Tapi malah dia sendiri yang meninggalkanku!"
Vina berdiri dari kursinya.
"Pant*tku akan keras jika terus-terusan duduk di sini! Aku akan cari udara segar sebentar." Vina berjalan meninggalkan mejanya.
"Anda mau minum Nona?" seorang pelayan membawa nampan berisi gelas penuh minuman.
"Terimakasih." Vina mengambil satu gelas. Ia berjalan menuju balkon.
"Kenapa gelasnya begitu kecil?" Vina memandang gelas di tangannya. "Mereka pelit sekali memberikan minuman!" Vina langsung menenggak habis minuman di gelasnya.
"Ergh! Minuman apa ini?! Nggak enak, rasanya hambar pula. Kenapa mereka menyajikan minuman seperti ini?!"
"Vina! Kamu ada di sini juga?!"
Vina menoleh.
"Oh, Hanan. Iya, aku ikut Dimas ke sini."
Hanan berjalan mendekat ke pagar balkon, kemudian menyandarkan dirinya di sana.
"Lalu kenapa kamu sendiri sekarang?"
"Dia lagi membicarakan bisnis dengan orang-orang di sana. Apa kau tahu minuman apa yang mereka sajikan di sini? Rasanya tidak enak sekali!" Vina mengacungkan gelas kosong ditangannya.
Hanan meraih gelas itu dan mencium baunya. "Ini alkohol! Apa kamu bisa minum alkohol Vin?"
"Vin. Vina!"
Vina tak sadarkan diri.
"Apa yang kau lakukan padanya?!!" Dimas berdiri di pintu balkon. Kemudian segera berlari merebut Vina dari pelukan Hanan. "Apa yang telah kau lakukan pada Vina?!!"
"Seharusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa kau mengajak Vina ke sini, jika akhirnya kau malah meninggalkanya sendiri? Kenapa kau meninggalkan perempuan yang bahkan tidak bisa membedakan minuman itu beralkohol atau tidak!"
"Ah, jadi maksudmu.."
"Iya. Vina nggak tahu kalau itu alkohol dan meminumnya! Harusnya kau tidak meninggalkannya sendirian!!"
"Diamlah! Ini bukan urusanmu! Dia istriku!!"
"Jika dia memang istrimu, maka jagalah
dengan benar! Kalau tidak, maka aku akan merebutnya darimu!" Hanan berjalan meninggalkan Dimas dan Vina.
________
Ternyata benar dugaanku! Hanan menyukai Vina!
"Eung..Sssh." Vina terbangun. "Kepalaku pusing sekali."
"Kau sudah bangun?"
__ADS_1
Vina menoleh, ada Dimas di sampingnya.
"Apa yang terjadi? Kenapa kita sudah sampai di rumah? Aku tidak ingat aku pulang."
"Kau salah minum alkohol, makanya pingsan. Ini, minumlah." Dimas menyerahkan jus buah pada Vina. "Ini bisa meredakan rasa pusingmu."
Vina meraih jus buah itu kemudian meminumnya.
"Aku sudah bilang kan, jangan kemana-mana. Kenapa kamu ngeyel!"
"Aku hanya mencari udara segar saja kok," elak Vina.
"Dan dimana kamu mendapatkan minuman alkohol itu?"
"Ada pelayan yang menawariku minum, jadi aku ambil. Aku juga sempat berpikir kenapa gelasnya kecil sekali. Kupikir karena mereka pelit, makanya gelasnya kecil. Jadi aku langsung menenggak habis minumannya. Tapi ternyata rasanya malah nggak enak!"
"Haah. Dasar bodoh!"
"Kau mengataiku?!! Ini semua salahmu karena meninggalkanku sendiri tahu! Heeghh! Dasar!" Vina berdiri dari tempat tidur. Ia mencari sesuatu.
"Mana hpku?! Tas yang kubawa ke pesta juga tidak ada di sini. Dimas, waktu kau membawaku pulang, apa kau tidak membawa tasku juga?"
"Ah!" Dimas baru teringat. "Sepertinya aku lupa tidak membawa tasmu."
"Apa?! Kenapa kau melupakan tasku?!
Ini semua karena dress yang kupakai ini! Gara-gara tidak ada kantong di dress ini, aku harus membawa tas untuk tempat hpku! Dan sekarang, tasku ketinggalan!"
"Jangan konyol, mana ada dress yang ada saku kantongnya?!"
"Itulah alasannya aku tidak suka memakai dress. Karena tidak ada sakunya! Besok-besok aku akan memesan dress yang ada saku kantongnya!"
Tok tok tok
"Tuan, ada tamu yang mencari Tuan." terdengar suara Bu Mina dari luar pintu.
"Ya, Bu Min. Aku akan segera menemuinya."
"Siapa yang datang malam-malam begini?" tanya Vina.
"Entahlah. Aku juga tidak tahu."
Dimas keluar kamar dan menuju ruang tamu.
Dimas terkejut saat melihat siapa yang bertamu ke rumahnya.
"Ada apa kau kesini?!"
"Aku hanya mengembalikan tas Vina yang tertinggal di pesta tadi." Hanan menaruh tas Vina di atas meja.
"Kalau kau tidak bisa mengingat hal-hal kecil seperti ini, bagaimana kau akan menjaga Vina?!"
Dimas terhenyak.
"Aku permisi dulu." Hanan berdiri. "Jangan lupakan perkataanku di pesta tadi. Aku tidak main-main. Aku tidak akan segan merebutnya darimu jika ada kesempatan!"
Dimas menatap Hanan pergi.
__ADS_1
Tidak akan kubiarkan itu terjadi!
BERSAMBUNG