CINTAKU TERHALANG ANIME

CINTAKU TERHALANG ANIME
Teman dengan Hobi yang Sama


__ADS_3

"Aku mungkin akan pulang terlambat hari ini," ujar Dimas sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.


"Ya. Nggak papa. Aku juga mau bilang, kalau hari ini aku akan pergi ke acara event cosplay anime."


"Aku nggak bisa mengantarmu."


"Aku juga nggak minta diantar kok. Aku bisa pergi sendiri. Tempatnya juga dekat dari sini."


"Kalau begitu, ini kartu kredit. Kau bisa menggunakan itu."


Vina meraih kartu kredit yang diberikan Dimas.


"Oh iya, aku lupa nggak nanya. Siapa yang mengantarkan tasku tadi malam?"


"Aku juga tidak mengenalnya. Mungkin orang suruhan klienku."


"Kok klienmu bisa tahu ya kalau itu tasku?"


"Kan di dalam tasmu ada KTP-mu. Dia tau kalau kau istriku. Makanya dia mengantarkan tasnya ke sini!"


"Oh, iya juga sih."


"Kalau begitu aku berangkat dulu."


"Ya. Hati-hati." Eh? Kenapa aku harus mengatakan hati-hati ke Dimas?!


Dimas menoleh ke Vina dan tersenyum.


"Apa?! Kenapa melihatku seperti itu?! Aku mengatakannya karena kau suamiku!! Bukan karena hal lain!"


"Iya-iya. Aku mengerti. Aku suamimu dan kau istriku." Dimas tertawa kecil sambil mengacak-acak rambut Vina. Membuat Vina merasa malu.


_________


Sudah sepuluh menit yang lalu event cosplay anime selesai. Tapi Vina masih belum keluar dari gedung itu. Ia masih sibuk memilih Manga yang ingin dibelinya.


"Mau borong buku Buk?" tanya seseorang pada Vina.


Vina menoleh.


"Lho, Hanan. Kamu datang ke event cosplay anime juga?"


"Nggak. Ini gedungku. Mereka menyewanya untuk acara ini. Aku penasaran sama acaranya, jadi aku datang kesini. Kamu sendirian ke sini?"


"Iya." Vina membayar buku-buku yang dibelinya.


"Sudah mau pulang?" tanya Hanan saat Vina memasukkan buku-buku yang dibelinya tadi.


"Iya. Aku duluan ya."


Aku ingin menahannya pergi, tapi aku tidak punya hak untuk itu.


Hanan menatap punggung Vina yang menjauh.


Saat keluar dari gedung tadi, Vina tidak langsung pulang. Dia masuk ke sebuah kafe.


Tadi ia berbohong pada Hanan. Ia hanya ingin segera membaca Manga yang baru dibelinya.

__ADS_1


Setelah memesan makanan dan minuman, ia mengeluarkan Manga dari tasnya. Dan mulai fokus membacanya.


"Katanya mau pulang, kok masih di sini?"


Vina mendongak. Ia terkejut Hanan berdiri di depannya. "Ah, I-iya. Tadinya aku mau langsung pulang, tapi aku merasa lapar. Jadi mampir ke sini sebentar," ucap Vina berbohong.


"Aku boleh duduk di sini?" Hanan menunjuk kursi di depan Vina.


"Silahkan." Padahal tadi aku bohong supaya bisa cepet-cepet baca Manga. Eh, malah ketemu lagi di sini.


Hanan memanggil pramusaji, memesan makanan dan minuman juga.


"Kamu lagi baca Manga ya?" pertanyaan Hanan membuat Vina mendongak dari buku yang dibacanya.


"Iya," jawab Vina singkat, kepalanya kembali menunduk menatap buku ditangannya.


"Kamu suka Manga genre apa?"


Vina kembali mendongakkan kepalanya.


Heeghh. Aku paling nggak suka diganggu saat membaca. Tapi aku harus bersikap baik padanya karena dia telah menolongku!


"Aku suka semua genre." Vina menatap Hanan dengan senyum yang dipaksakan.


"Wah, kalau begitu genre apa yang sekarang kau baca? Bolehkah aku meminjam satu Manga untuk kubaca? Aku juga suka baca Manga lho."


Vina membulatkan matanya mendengar perkataan terakhir Hanan. "Benarkah? Jadi kamu juga suka baca Manga?" tanya Vina bersemangat. Rasanya seperti menemukan harta karun saat ada orang yang mempunyai hobi sama seperti kita.


"Iya. Apa aku boleh pinjam satu Manga milikmu?"


Obrolan terus berlanjut seputar Manga.


________


"Tumben kamu nggak nonton anime?" tanya Dimas yang heran melihat Vina duduk di sofa sambil memegang buku.


"Aku dapat Manga baru."


"Ooh." Dimas menyalakan tv, kemudian membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Vina masih fokus dengan Manga di tangannya. Tiba-tiba hpnya berdering.


"Halo."


[ Aku sudah selesai baca Manga-nya ]


"Tuh kan, tadi kan aku sudah bilang kalau bawa dua aja. Kamu malah ngeyel bawa satu. Gimana, seru nggak Manga-nya?"


Dimas melirik Vina yang tampak bersemangat saat berbicara.


"Iya dong, Manga yang aku pilih pasti seru. Aku ada beberapa koleksi Manga di sini. Kamu boleh meminjamnya kalau mau. Hah? Di kafe yang tadi? Besok siang ya? Oke oke. Iya, sampai jumpa besok."


Sambungan telefon terputus. Vina kembali fokus ke Manga di tangannya.


"Siapa malam-malam begini telfon?" tanya Dimas.


"Hanan," jawab Vina tanpa mengalihkan pandangannya dari Manga.

__ADS_1


Dimas sedikit kaget. "Ada apa dia malam-malam menelfonmu?!"


"Tadi siang aku meminjamkan Manga yang baru kubeli padanya. Dia bilang dia menyukai Manga-nya. Jadi aku ingin meminjamkan koleksi Manga-ku yang lain pada--"


"Tunggu-tunggu. Tadi siang kamu ketemuan sama dia? Bukannya kamu bilang mau ke event cosplay anime ya?" tanya Dimas memotong perkataan Vina.


"Aku nggak ketemuan sama dia. Tapi nggak sengaja ketemu."


"Kenapa bisa nggak sengaja ketemu?"


"Ya mana aku tahu! Namanya juga nggak sengaja ketemu! Apa ada alasan untuk nggak sengaja ketemu."


"Apa dia datang ke sana untuk acara cosplay anime juga?"


"Nggak. Katanya itu gedungnya, yang disewa untuk acara. Makanya dia datang ke sana. Tapi aku seneng banget tahu. Akhirnya aku nemu temen yang punya hobi sama kayak aku! Ya, meskipun dia nggak nonton anime sih. Tapi seenggaknya obrolan kami nyambung kalau tentang Manga."


Hmh! Pasti dia cuma pura-pura suka Manga untuk modus! "Lalu, barusan di telfon kamu mengatakan besok siang di kafe, mau ngapain?"


"Aku menawarinya koleksi Manga-ku yang lain. Dan dia bilang ingin meminjamnya. Dan kami janjian ketemu di kafe."


Tuh kan, cuma modus! Dia cuma mau ketemuan sama Vina. "Kalau begitu, aku akan mengantarmu ke kafe itu besok."


"Eh? Nggak usah, aku bisa berangkat sendiri kok. Lagian, kamu kan besok harus kerja."


"Aku kan bosnya. Jadi terserah aku."


Vina melirik Dimas. "Ada ya, bos kayak gini." Vina kembali fokus membaca.


"Oh iya, sejak kapan kamu tukar nomor sama Hanan?"


"Waktu hpku hilang dan dia mengembalikannya, saat itulah dia minta nomorku."


"Dan kau langsung memberikan nomor hpmu begitu saja?"


"Aku nggak punya alasan menolaknya. Dia pernah menyelamatkanku dan juga menemukan hpku."


"Jangan terlalu dekat dengannya!"


"Kenapa? Orangnya asik kok diajak ngobrol."


Justru karena itu!


"Kenapa kamu nggak suka sama Hanan?"


Karena dia juga menyukaimu!


"Jangan-jangan, kamu nggak suka sama Hanan karena kamu merasa Hanan lebih baik dari kamu ya!"


"E-eh? Tentu saja tidak! Aku tidak merasa seperti itu! Karena aku jelas lebih baik darinya! Aku jaauh lebih baik darinya, dari segi manapun!" Dimas menyombongkan dirinya sendiri. "Lihat saat ini! Aku bahkan lebih dulu menikah daripada dirinya. Itu menandakan kalau aku lebih baik darinya!"


"Eee? Itu kan karena kau dijodohkan!"


"Tetap saja, tidak bisa dipungkiri. Intinya, aku tetap lebih baik daripada dirinya!"


"Ya ya. Terserah kau saja," sahut Vina malas.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2