
Perkenalan
Gitar hitam dan teh panas menemani malamku saat ini. Memandangi indahnya langit yang dihiasi bulan dan sedikit bintang.
"Layaknya gelap malam
Yang indah karena bintang
Layaknya sang penyair
Yang elok karena puisi
Bagiku Kau bintang
__ADS_1
Selayak puisi."
Lagi-lagi lagu dari Sheila On 7 yang semakin tak ingin melepaskan gitarku. Bagiku, bermain gitar dan menyanyikan lagu Sheila On 7 sudah cukup membuatku merasa tenang. Aku tak habis pikir, kenapa bisa senyaman ini dengan band itu. Kulirik jam di tangan kiriku, tak terasa sudah jam 12 malam. Pantas saja aku sudah mengantuk. Kuhabiskan teh yang sudah tak panas dan mulai merebahkan badan di atas kasurku.
......&&&&&......
"Girls who want boys
Who like boys to be girls
Who do girls like they're boys
Always should be someone you really love."
__ADS_1
Damon Albarn sudah bernyanyi di ponselku, itu tandanya hari sudah menjelang pagi. Ahh rasanya baru saja tertidur sudah pagi lagi. Seperti biasa, aku aki belum beranjak dari kasurku sebelum Damon berhenti bernyanyi, Aku mulai beranjak dari tempat tidurku dan segera bergegas pergi ke kamar mandi.
"Kebiasaan Kamu Deva, jam segini baru bangun," ujar Ibuku sambil membuatkan secangkir kopi buat Ayahku yang masih tertidur. "Iya lah Bu, mau kemana coba bangun cepet cepet, kalo bangun kecepetan kasian ayam Pak Diki nanti kalah saing sama Aku," candaku kepada Ibu. "Ayo sana cepat mandi nanti Ibu buatkan teh."
Aku melanjutkan niatku yang sangat berat untuk pergi ke kamar mandi. Tepat di depan kamar Ayahku, Aku melihat Ayahku masih tertidur. "Kamu kebiasaan Ayah, jam segini belum bangun," candaku pada Ayah. "Mau kemana coba bangun cepet cepet, kalo bangun kecepetan nanti ayam Pak Diki kalah saing sama Ayah," jawab Ayahku. Hahaha masih pagi Aku sudah kena serangan balik.
Aku kembali melanjutkan niat terberatku ke kamar mandi.Setelah hampir 30 menit, Aku baru selesai dan keluar dari kamar mandi. Orang rumah selalu bilang kalo Aku di kamar mandi selalu lama. Tapi, aku rasa bukan aku yang terlalu lama, tapi mereka yang mandi terlalu cepat.
Aku membuka ponselku dan melihat tanggal di ponselku, dan sialnya Aku baru sadar kalo ini adalah hari Sabtu, hari libur kantorku. What The Horse? Aku menyesal mandi secepat ini dan bangun secepat ini.
Kekesalanku akan hal ini Aku luapkan pada Ibu di meja makan. "Bu, jujur.... Aku kesal. Kenapa Aku bangun secepat ini? Kenapa Aku mandi secepat ini?" ucapku pada Ibu. Ibuku hanya tersenyum mendengar ocehanku.
Merindu
__ADS_1
Aku kembali berbaring ke tempat tidurku dan memeluk boneka yang dibelikan mantan pacarku sebagai hadiah ulang tahunku yang ke 17, tepatnya 4 tahun yang lalu. Hadiah ini sangat spesial saat itu, mungkin saat ini juga, mangkannya masih Aku simpan. Aku sangat merawat boneka ini, meskipun yaaah hanya rusak dikit sih. Mata kanannya hilang, punggungnya sedikit robek dan tubunya yang agak kotor. Aku merawat nya dengan baik kan? Yah setidaknya ini lebih baik daripada Kamu yang tidak merawat hubungan baik Kita. Dua tahun lalu, semenjak Kita berpisah dan menjalani kesibukan masing masing, Kamu tak pernah lagi menghubungiku.
Hari itu mungkin adalah hari terindah sepanjang hidupku. Tapi biarlah hari itu kita jadikan Museum, tempat kita berwisata, tempat kita mengenang masa lalu.