
Billa mendapat job potret jadi lebih sering. Dan kebanyakan pemotretan dilakukan di Jakarta. Bila mengikuti salah satu casting untuk menjadi bintang iklan. Dan ketika itu aku mendukung penuh dan selalu menyemangati Bila walaupun casting iklan itu berujung gagal.
Bila cerita tentang kegagalan menjadi bintang iklan itu sambil bercucuran air mata. Aku membesarkan hati dan kepercaya dirian Bila agar tidak drop. Aku selalu meyakinkan bahwa suatu saat nanti Bila akan menjadi sosok yang hebat. Dan suatu saat nanti Bila pasti akan menjadi bintang.
Semangat Bila muncul lagi ketika mendapatkan kesempatan berikutnya untuk ikut casting. Dan dii kesempatan keduanya ini Bila sangat hebat dan beruntung, Ia berhasil lolos untuk menjadi bintang iklan. Lagi-lagi aku masih berlari di samping Bila. Menyemangati dan men-support nya sudah menjadi tugas ku.
Entah Bila yang berlari sangat cepat, atau aku yang sudah tak lagi cepat. Semenjak project iklan Bila semakin banyak dan itu menuntut Bila untuk lebih sering ke Jakarta tanpa aku antar.
__ADS_1
"Kamu gak pernah anter-anter aku lagi pasti gara-gara Dinda kan?" tuduh Bila.
Aku bener-bener sakit hati ketika Bila menuduhku seperti itu. Bertahun-tahun kita pacaran kamu menuduhku seenaknya. Perjuanganku dulu yang selalu ada disamping kamu, kamu lupakan behitu saja.
Dewi adalah model cewe yang membantu dalam pembuatan video clip bandku. Aku memilih Dewi menjadi model video clip bandku sudah ku pertimbangkan dengan matang. Tadinya aku sangat ingin Bila yang menjadi model video clip itu.
Bukan berarti aku tidak menghargai Bila, justru aku sangat menghargai dia. Waktu itu aku merasa kalo Bila sudah terbang terlalu jauh.
__ADS_1
Saat Ia pergi, kita saling menatap di jendela mobilnya, saling melambaikan tangan. Kali ini kamu pergi kesana sendirian. Dan kali ini aku di Bandung merasa kesepian. Dan untuk kedua kalinya kita harus putus.
Hubungan aku dan Bila yang sudah berjalan lama gak bikin komunikasi aku dan Bila ikutan putus juga. Sesekali aku sering menemuinya ke Jakarta. Aku juga masih siap sedia mendengarkan cerita perjuangan Bila, keluh kesahnya Bila. Dan aku menyarankan Bila untuk mencari pria yang bisa menjaganya di Jakarta.
Pada saat aku menemuinya di Jakarta yang kedua kalinya aku melihat dan mendengar Bila sedang telponan mesra, sepertinya Bila mendengarkan saranku. Mungkin itu pacar barunya. Ngeliat orang lain menggantikan posisiku tentunya itu sangat menyedihkan.
Aku gak boleh sedih terlalu berlarut. Aku gak bisa ngandelin Bila untuk menjadi penyemangat hidupku lagi. Aku harus mulai move on.
__ADS_1
Kedatangan Bila dan Ayah Ibunya ke Bandung membuatku semakin sulit untuk move on. Kali ini mereka datang ke Bandung sekalian untuk menghadiri pernikahan saudaranya. Ayahnya Bila memberiku kaos band favorite ku. Aku terharu karena Ayahnya Bila selalu memperlakukan aku seperti anaknya sendiri.
Tapi di sisi lain hal ini juga bikin aku takut. Takut kalo suatu saat nanti semuanya berubah begitu saja kalo mereka tau aku dan Bila sudah lama putus.