
Aku selalu berfikir apakah yang kulakukan saat ini sudah berhasil atau belum. Berhasil mencintai Sally tanpa mengingat Bila. Aku belum yakin akan hal itu.
Tapi, akhir-akhir ini, aku merasakan cinta yang besar telah kuberikan untuk Sally. Awalnya ku kira ini hanya cinta sebagai perminta-maafanku, ternyata cinta ini hadir dengan sendirinya. Namun, semakin besar cinta yang ku berikan untuk Sally aku malah semakin khawatir. Takut jika suatu hari nanti Sally semakin cinta padaku tapi cinta ku untuk Sally luntur begitu saja ketika bertemu Bila.
...&&&&&...
Aku melangkahkan kaki keluar rumah untuk menikmati teduhnya senja di sore hari.
"Ehh sorry." Kudengar ada suara di belakangku. Aku menoleh ke arahnya dan ternyata ada sesosok wanita tengah berdiri sambil tersenyum ramah kepadaku.
"Aku,, aku hanya ingin memastikan. Kamu Deva yah?" tanya wanita itu.
"Ehh, iya aku Deva, kenapa bisa tahu namaku? Apa kita pernah saling mengenal sebelumnya?" ucapku.
"Aku sama sekali gak nyangka bisa ketemu kamu disini. Aku rasa kita gak saling kenal, tapi aku mengenalmu Dev. Siapa coba yang gak kenal sama kamu. Aku masih ingat waktu band kamu main di sekolahku dulu, semua orang pada heboh ngomongin kamu," ujarnya.
__ADS_1
Aku tertawa mendengar penjelasan wanita tersebut, "ahh ada-ada saja, waktu itu mereka bukan tertarik padaku, mereka tertarik pada penampilan band ku," ucapku di sela tawa.
Wanita yang kini ada di hadapanku memperkenalkan diri, namanya Mila. Dia bilang kalo dia adalah teman kelasnya Bila. Dia juga tahu kalo aku adalah mantan pacarnya Bila. Aku cukup terkejut sih mendengarnya.
"Tapi Tasya, kok kamu masih inget aku? Itu kan udah lama banget," tanyaku penasaran.
"Iya lah aku pasti ingat, selain aku kagum sama kamu dan band kamu, kamu kan mantan temanku. Mana mungkin aku lupa," jawab Tasya sambil tersenyum.
Disela-sela obrolan Tasya bercerita kalo Bila dan pacarnya sekarang sudah bahagia. Tasya dapat kabar katanya mereka akan menjalani hubungan ke arah yang lebih serius.
Mendengar penjelasan dari Tasya, perasaan yang hadir dalam tubuhku bercampur antara senang dan sedih. Senang karena mendengar kalo sekarang Bila sudah bahagia, dan sedih karena Bila bahagianya buka bersamaku.
...&&&&&...
Angin malam berhembus kencang memasuki sela-sela jendela kamarku. Biasanya ini terasa sangat dingin. Tapi entah kenapa kali ini usaha angin untuk mendinginkan badanku sepertinya tidak berhasil, mungkin karena keadaan hatiku yang sedang panas.
__ADS_1
Aku duduk di atas tempat tidurku sambil memeluk gitar hitam kesayanganku.
"*All I want is nothing more
To hear you knocking at my door
'Cause if I could see your face once more
I could die a happy man I'm sure
When you said your last goodbye
I died a little bit inside
I lay in tears in bed all night
__ADS_1
Alone without you by my side*~"
Gitar hitamku berhasil merayuku untuk menyanyikan lagu All I Want dari Kodaline. Hai Kodaline!! Apakah ini lagu khusus untukku? Aku merasakan lagu ini adalah isi dari hatiku saat ini.