
Aku menarik napas lega sambil menatap langit yang begitu cerah hari ini. Akhirnya penampilan bandku berjalan lancar di acara sebesar ini, yaitu di Jakarta. Di acara ini aku menemukan banyak teman baru dan banyak pula pengalaman baru.
Bahkan, aku tak dapat berhenti tersenyum lebar. Kurasa penampilan bandku di konser ini membuka jalan yang baik untuk karirku. Semoga ini terkabul. Aku tak mau melihat teman-temanku kecewa. Dan aku tak mau mengecewakan Sally yang memperjuangkan ku dan berharap aku sukses di bidang ini.
Entah tahu dari mana, Bila mengetahui aku sedang berada di Jakarta. Dia mengabariku katanya dia akan menemuiku dan akan mengantarkanku ke travel menuju Bandung.
Aku berdiri di pinggir jalan. Berkali-kali kulirik jam tangan, Bila belum juga datang. Mataku membulat ketika mobil berwarna putih tiba-tiba berhenti di depanku.
"Hay Dev, maaf yah nunggu lama. Tadi jalanan lumayan macet. Ayo naik Dev!" ucap Bila sambil membuka kaca mobil bagian kiri depan.
"Iya Bila gapapa, lagian gak lama kok," jawabku sambil masuk ke mobil Bila. Padahal aku menunggunya cukup lama, sekitar 20 menit, tapi gak enak aja kalo bilang aku sudah menunggunya lama.
"Gimana kabar kamu? Sehat?" tanyaku.
__ADS_1
"Kabarku baik Dev, kamu gimana? Baik juga kan?" jawab Bila sambil tersenyum ke arahku.
"Ehh gimana tadi acaranya? Lancar kan? Sorry yah tadi aku gak bisa lihat kamu main," tanya Bila.
"Lancar, iya gapapa kok," jawabku sambil membalas senyumannya.
"Yaah semoga aja ini bisa membuka jalan yang baik," ucapku dengan nada tenang dan penuh harap.
"Aamiin, semoga kamu sukses terus yah," ujar Bila sambil mengangguk-ngangguk.
Bila menatap ke arahku. Aku terdiam sambil menunggu ucapannya. "Gimana kalo aku anter kamu sampai ke Bandung aja?" tanya Bila menawarkan diri.
"Apa?" tanyaku heran.
__ADS_1
"Aku antar kamu sampai ke Bandung yah," ujarnya sekali lagi.
Aku menatapnya bingung. Bila mengatupkan kedua tangannya di depan dada dengan wajah memohon. "Gak usah Bil, nanti aku ngerepotin kamu, makasih yah sebelumnya," jawabku.
"Kamu sama sekali gak ngerepotin aku kok. Aku memang lagi pingin ngobrol sama kamu aja. Ayolah, aku butuh teman ngobrol nih," ucapnya dengan nada memohon.
Aku masih memandanginya dengan ragu. "Tapi, kamu gak ngerasa direpotin? Takutnya kamu lagi banyak acara, kamu kan orang sibuk."
"Apaan sih kamu Dev? Kayak ke orang baru kenal kemarin sore aja. Aku gak ngerasa direpotin kok, malah aku seneng aja jadi ada temen ngobrol. Gimana?" tanya Bila dengan mata yang seolah-olah merayuku.
Aku memikirkan tawaran Bila matang-matang. Aku rasa gak ada salahnya juga Bila mengantarku sampai ke Bandung. Lagi pula, kayaknya Bila lagi butuh teman buat ngobrol. Aku mengangguk-anggukan kepala ku pelan dan di balas dengan senyum lebar dari Bila.
Kita berdua beristirahat di pertengahan jalan. Karena mungkin Bila sudah merasa lelah. Aku mmenawarkan diri untuk aku saja yang menyetirnya. Tapi Bila tidak membolehkanku menyetir. Katanya, Dia gak mau aku ngerasa cape karena menyetir.
__ADS_1
Bil, aku mau tahu apa alasan kita kenapa masih bersama. Apakah karena terlanjur kita yang terlanjur lama? Tapi mengapa rasanya yang masih sama? Seperti sejak pertama kita berjumpa.Kali ini kita duduk berdua, tanpa suara.