
AWAL PERTEMUAN
Awal pertemuan aku dan Bila dimulai saat band ku tampil di salah satu sekolah, sekolah itu adalah sekolahannya Bila.
Setelah band ku tampil di sekolah itu, aku melihat wanita cantik bernama Nadia, sahabatnya Bila, pada saat itu aku belum mengenal keduanya.
Cinta pada pandangan pertama memang benar adanya, karena pada saat aku pertama kali melihat Nadia, aku langsung jatuh cinta padanya, dan itu adalah hal yang jarang aku alami.
Nadia, matanya yang bulat dengan bulu matanya yang lentik membuat aku terpesona padanya. Aku mulai memberanikan diri untuk berkenalan dengannya.
Tapi ini bukan dua orang yang saling jatuh cinta kayanya, karena aku tidak yakin kalo dia memiliki perasaan yang sama dengan ku. Yang jelas sepulang nge band di sekolah itu, kita sering kirim-kiriman pesan, bahkan sering juga telponan. Dan itu bikin aku baper.
Hari demi hari aku dan Nadia pun mulai jarang kirim-kiriman pesan. Karena Nadia sudah pindah sekolah ke Jakarta, selain itu kita jarang kirim-kiriman pesan karena lama-lama ngerasa garing aja obrolannya.
Hingga ketika itu Nadia bilang padaku kalo di hari liburnya bakalan main ke Bandung.
"Halo" kedengarannya ini bukan suara Nadia.
__ADS_1
"Mmm.. Nadianya ada?" tanya ku.
"Kalo boleh tau dengan siapa yah ini?" Tanya wanita itu.
"Ini aku Deva, Nadianya ada?" tanya ku kembali.
"... Nah ini dia ada orangnya," seru wanita itu.
"Halo.. ini siapaa yah?" tanya Nadia.
"Ehh, hay ini aku Deva," jawabku.
"Kabarku baik, ohiya.. tadi siapa yang angkat telpon? Adik mu kah?" tanyaku.
"Oo,, tadi yang angkat Bila temen sekolahku yang di Bandung lagi main kesini," jawab Nadia.
Ternyata itu bukan saudaranya, aku kira itu adiknya Nadia.
__ADS_1
"Ehh Nad, kapan main ke Bandung nih?" tanyaku.
"Nanti kayanya libur sekolah aku main ke Bandung," jawan Nadia.
"Wah nanti kasih tau aku dong kalo kamu ke Bandung," ucap ku.
"Iya, pasti nanti di kabarin, sehat-sehat disana yah Dev," ujarnya.
Yeah!! Nadia mau ke Bandung, aku sangat gembira mendengarnya. Eh tapi Nadia bakal berubah gak ya? Nanti pas ketemu aku mau buka obrolan kaya gimana ya? Aduh ko cemen gini si. Ohiya perlu kalian tau, membuka topik obrolan pada orang yang sudah lama gak bertemu adalah hal yang sulit, karena takut obrolannya jadi basi. Mungkin itu untukku, mungkin kalian juga sama.
Tapi untung nya hal itu gak terjadi, obrolan kita berjalan lancar. Pada saat pertemuan itu, Nadia membawa temannya, yaitu Bila. Kita saling bercerita.
Nadia bercerita tentang sekolah barunya di Jakarta. Dan Bila bercerita tentang kehilangan sahabat nya, Nadia yang pindah ke Jakarta.
Awalnya aku kira Nadia adalah cewe yang cuek, harus ada pembuka obolan dulu untuk saling bercerita. Suatu hari kita jalan bertiga lagi, malah Bila yang yang sering membuka obrolan padaku. Sedangkan Nadia selalu asik dengan ponselnya.
Dan pernah pada suatu hari kita janjian datang bertiga, aku dan Bila datang lebih awal. Tapi Nadia mendadak telpon mengabari kalo dia gak bisa datang. Dia seenaknya aja main batalin janji.
__ADS_1
Jujur ini adalah momen terkaku sedunia. Aku berasa asik ngobrol dengan Bila jika ada Nadia, tapi kalo berdua kaya gini aku malah jadi kaku. Dan aku bicara seperlunya aja.