DAN

DAN
BAB 17


__ADS_3

"Halo Dev.." terdengar suara Bila dengan nada yang sendu. Ada apa yah? Kedengaran dari suaranya, Bila kaya habis nangis.


"Halo Bil.. Ada apa? Tumben nih telfon, kamu baik-baik aja kan?" tanyaku dengan penuh rasa khawatir.


"Gapapa Dev baik-baik aja koo, besok ada acara gak? Aku pingin ketemu, ada yang mau ceritain," tanya Bila masih dengan nada sendu nya.


"Serius nih gapapa? Soalnya kaya yang abis nangis, aku besok gak kemana-mana ko, kalo kamu mau ketemu kabarin aja tempatnya dimana," ujarku.


"Iya gapapa ko, oke kalo gitu besok pagi kita ketemu yah di kafe biasa, yang di jalan Trunojoyo," ucap Bila.

__ADS_1


"Oke deh besok kita ketemu disana," jawabku.


Bila kenapa yah? Ucapan "gapapa" nya terdengar seperti ada kandungan rasa sakit di dalamnya. Apa Sally udah kasih tau semuanya ke pacarnya Bila? Kalo iya, wah gawat sih kasian Bila nanti dimarahin pacarnya.


Ya Tuhan, ini semua salah ku. Karena aku tak bisa menahan rinduku pada masa lalu, semua jadi seperti ini. Banyak orang yang tersakiti. Sally yang sakit hati, dan sekarang mulai menjauhiku. Bila yang kena marah pacarnya, dan sampai nangis-nangis kaya gitu.


...&&&&&...


"Dari jam berapa kamu disini Bil? Udah nunggu lama yah? Sorry yah aku agak telat datangnya, tadi habis antar Ibuku," tanya ku sambil meminta maaf.

__ADS_1


Bila tak menjawab pertanyaanku, Dia langsung memelukku, dan menangis tanpa henti. Bukan tanpa henti juga sih, maksudku nangis nya lumayan lama.


Dia menceritakan apa yang telah terjadi. Bila cerita tentang pacarnya yang kejam karena setiap marah selalu main fisik. B*j*ng*n!!! Wanita selembut ini Ia perlakukan dengan jahat.


Perasaan aku tak pernah sekasar itu pada wanita. Mendengarnya saja bikin aku gregetan ingin menghajar pria itu. Tapi, disamping rasa kesalku pada pria itu, ada rasa bersalah karena ku kira itu tak mungkin terjadi jika aku tak bilang pada Sally tentang masa laluku pada Bila, mungkin pacarnya Bila gak mungkin sekasar itu pada Bila. *Eh sorry ralat, maksudku buka pacarnya, tapi MANTAN PACARNYA, sengaja kalimat itu aku tebalkan dengan huruf kapital biar kalian semua tahu, kalau sekarang Bila sudah tak lagi dengannya.


Aku kira mantan pacarnya itu main kasar karena tahu tentang aku dan Bila. Tapi setelah Bila menjelaskan, mantan pacarnya itu main tangan sudah lama, bahkan dari awal-awal Ia pacaran pun Dia sudah sekasar itu.


"Udah Bil, jangan nangis terus, liat tuh mata kamu sampe bengkak," ucapku sambil menghapus air matanya Bila.

__ADS_1


"Dia kasar sama kamu, tapi ko kamu mau sih pacaran lama sama Dia?" tanyaku.


"Sebenernya aku udah gak tahan dari awal, tapi mau gimana lagi, setiap aku mau putusin Dia, Dia selalu ngancam aku, katanya kalo aku putusin Dia, Dia bakalan nyakitin diri sendiri. Pake acara goresin pisau di tangan lah, mukulin diri sendiri lah, pokonya dia yang gak mau kalo aku sama dia putus," ujar Bila dengan nada sendu nya.


__ADS_2