DAN

DAN
BAB 3


__ADS_3

BERSAMA HATI YANG DENDAM


"Pukul Dev!! Pukul Dev!! Pukul!!" ucap hatiku yang penuh dengki. Ingin rasanya Aku menghujani kepalan tinju pada wajah kekasihnya. Kesal Aku melihatnya.


"Deva sudah, jangan emosi" ucap hatiku yang berubah haluan saat melihat wajah teduh mantan kekasihku. Entah kenapa, setiap Aku melihat wajahnya selalu menjadi lebih tenang, meskipun Dia bukan milikku lagi.


Meskipun Aku sudah punya pacar lagi, tapi Bila tetap mempunyai posisi paling utama di hatiku. Yaa memang itu kesalahan terbesarku. Karena menurutku Bila mempunyai sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh pacarku. Entah apa itu, yang jelas ketika tak bersamanya lagi serasa ada rasa yang hilang.


Harapanku saat ini Aku hanya ingin kembali lagi bersamanya, meskipun itu hal yang sangat sulit. Namun, bukan Deva namanya kalo Aku menyerah dengan sangat mudah. "Tenang lah Dev, suatu hari nanti Dia akan bersamamu lagi," ucap hatiku dengan rasa penuh percaya diri.


......&&&&&......


Hari sudah semakin malam, Aku dan pacarku mulai pamitan pada Bila dan pacarnya. "Kita duluan yaah, makasih loh udah ngundang Kita kesini," ucap pacarku pada teman kampusnya yang selaligus pacar mantanku. "Aku loh yang makasih, Kalian udah mau datang kesini," jawab lelaki itu.

__ADS_1


Disamping mereka yang saling mengucapkan terima kasih, disitu ada Aku dan Dia yang saling mengalihkan pandangan, Aku yang mengalihkan pandanganku karena takut merasa hati semakin nyaman. Dan mungkin Dia yang mengalihkan pandangannya karena Dia merasa tidak nyaman. Tapi itu hanyalah prasangka ku saja, semoga saja tidak.


Aku dan kekasihku pun melanjutkan perjalanan pulang. Setelah Aku mengantarkan pacarku, aku kembali pulang ke rumah.


...&&&&&...


Setelah sampai ruang kamarku, seperti biasa aku menatap jendela untuk melihat indahnya bulan dan bintang. Tapi kali ini dengan perasaan yang berbeda. Perasaan yang penuh luka, perasaan yang sedang berduka, dan hati yang sedang murka.


"Lupakanlah saja diriku


Bila itu bisa membuatmu kembali bersinar


Dan berpijar seperti dulu kala

__ADS_1


Caci maki saja diriku


Bila itu bisa membuatmu kembali bersinar


Dan berpijar seperti dulu kala"


Teringat, dulu kita pernah menyanyikan lagu "DAN" bareng di konser Sheila On 7 itu, dengan perasaan yang sama-sama bahagia, dengan nada yang sangat riang. Kita sangat menikmati lagu-lagu Sheila On 7 saat itu.


Coba baca liriknya baik-baik Bil. Itu menunjukkan rasa sakit atas besarnya sayangku padamu Bil. Mungkin Sheila On 7 menyanyikan lagu itu untukku Bil. Lupakan Aku Bil, kalo itu bisa bikin kamu bahagia seperti dulu. Caci maki Aku Bil, kalo itu bisa buat kamu nyaman lagi.


Aku gak mau lagi dengar lagu-lagu itu Bil. Bukan karna aku tak suka lagi dengan lagunya. Tapi karna Aku gak sanggup lagi menahan sakit dengan kenangannya.


Aku tak ingin jadi Duta Anti-Narkoba, karena itu terlalu berat. Aku tak ingin jadi Duta Shampo Lain, karena aku bukan bintang iklan. Aku ingin jadi Duta Sheila On 7 saja, agar setiap nada yang aku lantunkan bisa dinikmati olehmu Bil. Mungkin kemarin, mungkin saat ini, mungkin juga besok. Aku ingin kamu bisa menikmati setiap lantunanku.

__ADS_1


__ADS_2