
HADIAH DARI SALLY
Seketika aku terdiam ketika dia berkata "Ohiya ini aku bawa hadiah buat kamu," ucap Sally sambil mengeluarkan dua buah tiket konser dari tas nya.
Sial! Sally malah membawakan ku tiket, itu tanda nya dia juga bakalan ikut ke konser itu. Bagaimana nanti dengan Bila? Apakah nanti dia merasa gak enak kalo aku pergi ke konser bareng pacarku?
Aku merasa gak enak dengan Bila, dia sudah memberi ku tiket yang limited ini. Yang lebih gak enak nya lagi aku ke konser itu bareng pacar ku. Apa akuu tolak aja ya tiket konser ini?
"Ohiya Dev, ternyata beli tiket nya lumayan susah juga yah, soal nya aku beli langsung ke tempat penjualan tiket itu katanya udah habis," ujar Sally.
__ADS_1
"Ooya? Udah habis ya tiket nya,?" tanya ku seolah-olah aku tidak tau. "Iya, tiket nya udah habis, mangkannya kemarin aku agak kesusahan cari tiket nya," jawab Sally.
"Terus kamu dapat tiket ini dari mana?" tanyaku
"Aku coba cari-cari di online shop habis juga, terus aku coba ngontak temen-temen aku, ternyata temenku ada yang gagal pergi, katanya sih Dia batal pergi karena ada acara lain," jawab Sally.
Mendengar susah nya perjuangan Sally untuk mendapatkan tiket konser itu, aku malah semakin tak sanggup untuk menolak nya. Tapi jika aku tak menolak nya aku merasa tak enak pada Bila.
Aku ingin memiliki keduanya karena mereka adalah satu paket lengkap yang berada pada dua tubuh. Bila bisa memberiku sesuatu yang aku tak bisa dapat kan dari Sally. Begitu pun sebaliknya, Sally bisa memberiku sesuatu yang aku tak bisa dapat kan dari Bila.
__ADS_1
Ya tuhan aku harus bagaimana ini? bolehkah aku menolak nya? "Dev lu harus ambil tiket nya, lu harus tau diri! Lihat Dev perjuangan pacar lu buat dapetin tiket nya! Lihat Dev niat baik nya! Kurang apa lagi dia?! Jangan serakah lu jadi orang." Seketika aku mendapatkan kalimat itu dalam pikiran ku.
Oke Dev, lu harus bersikap bijaksana, lu gak boleh nolak pemberian tiket nya.
"Wah makasih banget yah sayang, tadinya aku mau beli tiket besok pagi ternyata habis yah, untung ada kamu yang beliin, makasih ya sayang," ucapku sambil mengecup kening nya.
Maaf ya Sal aku udah bohongin kamu, maaf juga aku gak bisa berkata yang sejujurnya sama kamu. Aku menepuk-nepuk pundak nga sambil tersenyum dan berkata "sekali lagi makasih ya sayang." Saat menepuk pundaknya bibir ku berkata terima kasih, tapi di sisi lain hati ku berucap maaf.
Tadi pandangan ku tak mau berpaling dari tatapan mu, tapi kini aku lebih memilih untuk berpaling, karena kamu tak pantas menatap mata ku yang layu ini.
__ADS_1
Tadi pandangan ku tak mau berpaling dari bibir mu yang tersenyum manis, tapi kini aku lebih memilih untuk berpaling, karena kamu tak pantas tersenyum pada bibirku yang penuh dusta ini.
Tapi matamu tetap menatap mataku, lebih teduh dari dingin nya sore. Tapi bibirmu masih tetap tersenyum, lebih manis dari banyak nya gula. Terima kasih Sal sudah memberikan cinta mu yang begitu tulus kepada ku.