
Aku dan Indah berpacaran lumayan lama, tapi hubungan ini putus karena kurasa keluarga nya terlalu sadis. Sadis dalam berbicara, sadis dalam bersikap.
"Kamu lulus sekolah langsung kerja yah Dev? Kok gak kuliah dulu? Emang nya kamu yakin bakal sukses tanpa pendidikan yang tinggi? Mau jadi apa kamu nanti?"
Aku gak tahan dengan sikap keluarga nya Indah yang selalu memandangku sebelah mata. Mungkin dipikiran orang tuanya Indah semua orang boleh sukses, kecuali orang yang tidak berpendidikan tinggi.
Hah?? Emangnya yang mengatur masa depan mereka? Terus apa mereka yakin anaknya-anaknya yang berpendidikan tinggi bakalan sukses di masa depan? Jika mereka menjadi sukses apakah mereka menjalaninya dengan bahagia? Kita liat aja nanti.
Setelah mendengar perkataan kedua orang tuanya Indah yang sangat sadis itu, aku memutuskan untuk menyudahi hubunganku dengan Indah. Menurutku kata-kata itu hanya pantas di ucapkan oleh mereka yang bisa mengatur masa depan, jika tidak lebih baik jangan seenaknya men-judge orang lain.
__ADS_1
Seperti biasa, aku bercerita panjang lebar sama Saga tentang orang tuanya Indah yang melihat ku hanya sebelah mata. Ini rasanya gak adil aja ketika ada orang menilaiku seenaknya tanpa mengetahui perjuangan dan proses ku untuk meraih mimpi-mimpi ku.
Sebelum putus Indah bilang, "Udah lah gak usah dengerin, Mama emang suka gitu kalo ngomong suka seenaknya."
Bukan berarti aku gak cukup puas dengan jawaban nya Indah, soal nya setiap ada hal kaya gini biasa nya Bila selalu membesarkan hati ku untuk sabar, dan menyemangati ku. Tapi aku gak boleh bergantungan dengan Indah terus, bayangan Bila gak akan bisa lepas nantinya.
Sepengetahuan ku kayaknya setiap orang pasti mengalami momen marah, kecewa dan menyerah seperti ku. Aku pun tentunya pernah dinilai seperti itu oleh Ibuku. Tapi kalo penilaian itu keluar dari mulut orang lain OHH NO THANKS, sudah cukup.
Sekarang aku hanya ingin hubungan yang santai aja, gak perlu ada komitmen pacaran yang penting sama-sama nyaman. Yang penting selera musik nya sama jadi bisaa nemenin aku ke acara konser. Dan yang penting bisa nemenin aku nonton film yang aku suka.
__ADS_1
...&&&&&...
Aku ngeliat tumpukan kaset film yang sudah berkali-kali aku tonton. Banyak juga tumpukan majalah seputar musik yang sudah tamat aku baca. Lalu gak sengaja aku melihat album foto yang berisi aku sejak kecil sampai sekarang.
Ya Tuhan!! Siapa orang ini? Nama-namanya siapa aja yang ada di album fotoku ini? Susah payah aku berusaha mengingat orang-orang yang ada di album fotoku yang di potret ketika aku masih kecil. Beberapa wajah dan sejarah nga muncul di kepalaku, sisanya tetap samar-samar.
Aku geli sendiri liat gaya-gaya ku difoto pada masa kecilku dulu. Oh My God, ternyata dulu aku se-alay itu. Dan tiba-tiba aku menemukan foto-fotoku dengan Bila. Ada fotoku dengan Bila yang dipotret saat kita pertama kali pacaran saat masih sekolah dulu. Ada juga fotoku dengan Bila yang dipotrek saat kita berpacaran yang kedua kalinya.
Ya betul!! Dunia pasti berubah, begitupun orang-orangnya. Dan semua pasti berubah seiring berjalan nya waktu. Begitu pun aku, bahkan aku pun gak sadar sudah banyak perubahan yang terjadi pada diriku. Tapi, permintaan Bila untuk bertemu dengan ku belum berubah. Bila masih sering ngajak ketemu unntuk berbagi cerita tentang dunia dan mimpi-mimpinya.
__ADS_1