DAN

DAN
BAB 12


__ADS_3

Waktu itu aku aga kecewa sih karena Nadia gak jadi iku jalan.Tapi karena aku dan Bila terlanjur datang lebih dulu, aku dan Bila pergi jalan.


Niat awal sih kita jalan karena terlanjur, tapi lama-kelamaan Bila bikin aku penasaran. Aku dan Bila duduk di sebuah warung kecil di persimpangan jalan. Gila ini cewe sederhana banget, dia gak malu.


Dia duduk di sebelahku sambil menghabiskan es susu coklat nya. Sambil membahas rasa penasaran ku tentang Bila yang mempunyai kesamaan dengan ku, yaitu musik.


Bila cerita kalo Ayahnya adalah mantan personil band, Ayahnya adalah salah satu penikmat musik, selain musik banyak juga seni yang Ayahnya jalani. Wah rupanya dia adalah anak seniman.


Pantas saja bakat seni Bila sangat hebat, ternyata ada turunan darah seni. Selain suara Bila yang bagus, Bila juga pandai memainkan alat musik. Bila yang awalnya aku nilai wanita biasa saja, ternyata dia sangat luar biasa. Akhirnya Bila pun aku masukan ke daftar wanita idamanku.


Hubungan aku dan Bila makin berlanjut panjang. Aku dan Bila bisa saling bercerita sampai berjam-jam. Aku banyak bercerita soal mimpiku yang suatu hari nanti ingin jadi pemain band profesioal. Aku bercerita tentang ketertarikan ku pada dunia seni.

__ADS_1


Tenggorokan terasa kering dan sampai aku lupa untuk minum karena saking lamanya aku bercerita dengan Bila, hilang begitu saja ketika melihat Ia tersenyum.


Karena Bila adalah teman gebetan ku dulu, di selingan kita bercerita aku sering menggali info tentang Nadia, dan aku mengungkapkan kebingunganku pada sifatnya Nadia yang sangat cuek. Tapi Bila selalu menanggapi supaya aku ngertiin sifatnya Nadia.


Oke disini aku mengerti bahwa sifat cueknya Nadia bukan hanya padaku saja, tapi hampir pada semua orang.


Bila selalu mempunyai cerita yang menarik dan bikin aku serius mendengarkan nya. Dari mulai cerita Bila yang masa kecilnya pernah menang lomba adzan, ini terdengar aneh sih, masa cewe ikut lomba adzan, menang lagi.


Melihat kakak dan adiknya yang sukses, keputusan ayahnya untuk berhenti kuliah dan mulai mendalami dunia seni pernah menjadi perdebatan di dalam keluarga nya, sampai-sampai Ia pergi dari rumahnya karena selalu mendengan omelan dari orang tuanya. Sampai akhirnya Ia sukses di dunia musik dan menikahi Ibunya Bila yang berprofesi sebagai pegawai bank. Dan sekarang Ayahnya berhenti di dunia musik dan menjalani usahanya.


Bila adalah anak satu-satunya. Kecintaannya Bila pada dunia seni membuat Bila ingin menjadi designer. Pilihan untuk menjadi seniman menurut Bila adalah hal yang menyenangkan. Karena menurutnya menjadi seniman itu bebas, jujur dan bisa hidup menjadi diri sendiri sepenuhnya.

__ADS_1


Aku selalu tersenyum setiap mendengar Bila bercerita. Karena banyak kesamaan nya denganku. Bila adalah orang yang asyik di ajak bercerita, selain Saga.


Ohiya waktu itu Saga pernah bilang "Lu sama Bila lagi deket? Suka ya lu?"


"Gak lah Sag, kita cuman temenan aja, mana mungkin gue suka sama Bila,"jawabku.


Mengingkat perkataan Saga waktu itu, membuatku berfikir apa iya aku suka sama Bila.


Menjemput kerumahnya Bila setiap malam Minggu, milih tempat nongkrong buat dengerin cerita-ceritanya Bila yang asik sudah menjadi rutinitas. Sampai akhirnya aku benar-benar yakin sama Saga, kalo aku memang benar mencintainya.


Pada suatu Malam, aku mengajak Bila ke tempat romantis di Dago untuk menyatakan cintaku pada Bila. Akhirnya perasaanku lega karena aku sudah menyatakannya dan Bila sudah menerimanya.

__ADS_1


__ADS_2