DAN

DAN
BAB 22


__ADS_3

Setelah sampai di travel, Bila turun dari mobil dam pamit buat pulang ke Jakarta.


"Kamu sehat-sehat yah di Bandung, makasih yah udah mau ketemu dan nganterin aku. Aku pamit pulang," ucap Bila.


"Iya sama-sama, hati-hati yah, jaga diri baik-baik. Semoga selamat di perjalanan."


Aku memutar balik mobil ku dan meninggalkan Bila berdiri sendirian di depan travel. Aku akan selalu mengingatmu Bil.


Apa aku juga harus pindah dari Bandung? Aku terlalu sedih dan kecewa buat ngeliat Bandung. Aku sedih karena selalu terbayang kenangan bersama Bila disini. Dan aku kecewa karena komitmen kita dulu untuk bertemu di garis finish, rasanya sudah tak mungkin, apalagi kamu sekarang sudah bahagia dengan pacar barumu.

__ADS_1


Rasanya percuma jika aku masih sayang dan mengejar-ngejar Bila. Karena aku sudah tak sanggup berlari di lintasanmu untuk mengejarmu, sedangkan kamu menaruh duri di lintasanku berlari.


Gara-gara Bila selalu membayang-bayangiku dalam pikiran. Aku jadi tak bisa menjanjikan komitmen pada wanita yang sedang dekat denganku, hingga akhirnya mereka menganggapku tidak serius, dan aku haarus kembali mencari wanita lain dan memulainya dari awal lagi.


Tapi sekarang aku gak bisa sembarang nerima cewek begitu aja. Apalagi Indah yang umurnya tiga tahun lebih muda dariku.


"Ya kalo gua sih yang penting dia baik sama lu, dan lu juga bahagia ngejalaninnya. Gua support lu terus, lu juga jangan jadiin selera musiknya buat jadi patokan lu suka. Apapun jenis musiknya gak berpengaruh sama sifatnya."


Ini pertama kalinya aku jalan sama Indah. Waktu aku mampir ke rumahnya, aku menemukan koleksi-koleksi CD korea di rumahnya. Mungkin aku bisa aja ilfeel ketika dia merasa risih dan malu. Tapi Indah malah semangat cerita tentang ketertarikannya dengan musik Korea. Meskipun aku gak terlalu mengikuti musik Korea, tapi aku suka orang yang apa adanya.

__ADS_1


Hinga ketika itu Indah memberi jam tangan padaku, "Yah biasanya sih selama ini setiap aku deket sama cowok, mereka pada suka sama jam tangan, tapi kalo kamu gak suka yah?"


Apa?!! Indah membanding-bandingkan aku dengan cowok lain. Setelah bertahun-tahun aku pacaran sama Bila, gak pernah tuh dia banding-bandingin aku.


Aku bukannya gak suka dengan pemberiannya Indah, tapi aku hanya gak suka Indah menyamakan ku dengan orang lain. Dia berbeda dengan Bila. Tuhkan Bila lagi Bila lagi!! Sampai kapan mau jadiin Bila sebagai patokan wanita sempurna? Lagian kan sekarang Bila udah punya pacar baru. Aku harus menghargainya.


"Indah, kita gak bisa yah deket aja gitu? Harus langsung pacaran yah? Gak adan bedanya kan? Kan pacaran itu cuman status aja, kita masih bisa ngobrol sama jalan kok meski gak pake status pacaran."


"Ya aku gak mau kita gak jelas gitu, aku mau ada kejelasan. Dan aku gak mau kalo sedekat ini cuman di anggap temen, aku mau kalo kita berstatus pacaran."

__ADS_1


Ngeliat keseriusan dan keberanian Indah buat nyatain akhirnya bikin aku luluh juga. Indah yang baik datang membawa dunia yang bener-bener baru buatku. Aku gak pernah terbayang aku menonton film Korea, makan di restaurant Korea dan dengerin lagu-lagu Korea. Indah yang lugu dan apa adanya selalu bikin aku ketawa dan lumayan buat lupain cerita rumit aku dan Bila.


__ADS_2