
"Kamu lagi dimana? Jadi ke Jakarta gak?" tanya bila lewat pesan.
"Aku udah di perjalanan pulang. Aku pamit pulang ke Bandung yah," jawab ku.
"Oh jadi sekarang kalo jalan ke Jakarta udah gak mau ngabarin aku yah? Padahal banyak cerita tentang aku sama pacarku yang pingin aku sampein. Tapi yaudah deh, hati-hati kalo gitu," tulis Bila.
"Aku cuman gak mau ganggu kamu Bil, lagian kan kamu juga gak ada kabar lagi," jawabku.
__ADS_1
"Lah kamu yang gak ngabarin sama sekali sama aku, Dia pulang ke Jakarta cuman sehari aja kok, langsung pergi lagi ke Australi," ujar Bila.
Dan perdebatan panjang ini pun berlangsung lewat pesan hingga aku sampe ke Bandung. Aku dan Bila berdebat tentang banyak yang aku gak bisa lupakan. Yang jelas aku saat itu udah bener-bener dengan usaha buat balikan lagi sama Bila. Di sisi lain Bila masih mempertahan kan hubungannya sama aku, tapi dia juga mengakui kalo gak bisa ngelepasin pacar nya. Dan akhirnya aku bilang kalo aku bakalan pergi dan mengucapkan banyak terimakasih sama Bila.
"Jadi sekarang kamu bakalan pergi gitu aja ya? Setelah banyak tentang kita yang di laluin bareng-bareng."
"Iya Bil, Aku bakalan pergi dari hidup kamu. Hati-hati dan terimakasih."
__ADS_1
Biasanya ketika mendengar cerita tentang kegagalan Bila, aku selalu mendukung dan membesarkan hatinya buat sabar dan lebih semangat. Tapi, untuk kali ini aku gak bisa terus-terusan jadi pelarian Bila tiap Bila lari dari masalahnya sama pacarnya. Tapi ini saatnya untuk ku bener-bener lepasin Bila tanpa harapan apa-apa lagi. Kita harus sama-sama bahagia meskipun gak lagi bersama.
"Bil, aku harap kamu gak tersinggung sama pesanku ini. Ini juga buat kebaikan kamu, aku rasa kamu selama ini cuman terus-terusan berwacana tentang mimpi kamu dan bercerita tentang masalah hidup kamu. Tapi kamu gak pernah berjuang dan menyelesaikan nya. Jangan cuman berencana dengan semua mimpi-mimpi kamu Bil, rencana itu butuh aksi. Kamu harus mulai beraksi jangan cuman bicara aja. Maaf jika pesanku ini bikin kamu sakit, tapi ini yang terbaik buat kamu Bil."
Ya ini pesan yang aku tulis, tentunya ini semua tidak benar. Aku tau kok Bila sudah menyusun mimpi-mimpinya sedikit demi sedikit. Tentunya aku kagum dengan semua rencananya Bila yang disusun secara matang, dan tentunya Bila gak hanya bikin rencana tapi juga dengan aksi.
Bila akhirnya melepaskan aku, sepertinya tuduhan kasar aku ke Bila cukup berhasil buat Bila benci banget sama aku. Bila berhenti buat hubungi aku. Mengganti nomor telpon yang kedua kalinya lumayan bikin aku lupa, meskipun aku yakin kalo aku gak ganti nomor pun Bila hak bakalan hubungi aku.
__ADS_1
Menghapus semua foto bersama mu yang ada di ponselku. Perlahan-lahan aku berjalan menjauh dari kamu. Tentu ini adalah hal yang paling sulit, tapi aku yakin ini yang terbaik. Aku benar-benar menictaimu, tapi aku yakin bahwa cinta yang tulus yaitu rela melepaskan mu.
Rasanya mengucapkan cinta begitu mudah, tapi mengapa menjalaninya begitu sulit? Rasanya tidak pernah cukup. Kamu mencintai seseorang dan itu bukan aku. Ya!! Aku suka kamu, tapi aku harus mengikhlaskan mu pergi sekarang dan selamanya.