DAN

DAN
BAB 13


__ADS_3

Itulah awal cerita pertemuanku dengan Bila. Mengingat kenanganku dengan Bila aku jadi penasaran lagi, bahagia gak yah Dia dengan pacarnya yang sekarang?


Iseng-iseng aku buka foto profil whatsapp nya Bila. Penasaran aku, seberapa ganteng nya sih Dia, karena waktu pembukaan kafe barunya kemarin aku tak melihat detail wajahnya.


Foto profil nya kebuka, dan begitu aku liat ternyata kebetulan Bila sedang memasang foto berdua dengan pacar nya. Melihat foto wajah pacarnya Bila jadi teringat sinetron Ganteng Ganteng Serigala, siapa tuh yang jadi Digo? Aliando Syarief bukan sih? Nah mirip-mirip sih dengan wajahnya pacar Bila.


Karena perasaan iri, wajah seganteng itu pun aku bilang jelek, bukan karena iri dengan wajahnya, tapi iri dengan statusnya dia dengan Bila.


Saking besar kepercayaan diriku yang diselimuti oleh rasa iri dan dengki, aku berani bilang bahwa pria ini memiliki pengetahuan musik dan seni yang lemah, aku yakin Bila gak nyambung kalo cerita soal musik sama Dia.


Dia mah cuman menang tampang doang, kalo masalah keren-kerenan aku berani. Tapi kalo soal tampang kayanya aku lari-lari ke toko kain beli kain putih buat di jadiin bendera terus aku kibarin di depan mukanya. Jelas aku lah yang kalah kalo soal tampang.

__ADS_1


Setelah aku melihat foto wajah pacarnya Bila itu, sepertinya membuat Bila jatuh cinta lagi padaku adalah ide yang buruk. Bukan karna aku gampang nyerah, karena bakat ku bukan di tampang.


Tapi aku pingin kamu balik lagi sama aku Bil. Aku pingin diliatin kamu ketika aku lagi main skate. Aku pingin kamu foto-fotoin aku ketika bandku perform dan kamu tunjukin foto itu ke Ayahmu.


Sayangnya sekarang udah gak bisa lagi. Agak down sih setelah liat foto profilnya tadi. Hidupku jadi tak seindah dulu, begitupun dengan Kota ini.


Aku harus membuka hati sepenuh nya buat pacarku, meskipun itu hal yang sulit. Karena aku gak bisa lupa dari bayang nya.


Gak perlu banyak waktu untuk aku mencoba membuka hati, akupun langsung memulainya. Aku mulai menguhubungi pacarku hampir tiap waktu, dan aku jadi lebih sering ketemu.


...&&&&&...

__ADS_1


"Wah kamu tinggi banget sayang," ucap ku sambil melihat bayanganku dan pacarku yang berjejer di depan cermin. Tinggi ku cuman sampe bibirnya. Kebalik bukan aku yang sun kening, tapi dia. Ini entah aku yang pendek, atau dia yang ketinggian.


"Makanya minum susu biar tambah tinggi," ledek pacarku sambil mengusap kepalaku yang lebih pendek dari dia.


"Iya lah aku minum susu tiap hari, malahan aku langsung minum dari sapinya," jawabku sambil ketawa.


"Ehh,, nanti kamu ke konser pake sepatu high heels yah, biar pas gandeng aku gak keliatan pendeknya," canda dia.


"Transferin dong tinggi kamu sama aku, lagi kamu sih ketinggian jadi orang, kamu tuh harusnya pacaran sama pohon kelapa aja biar sama tinggi," ujarku.


Setengah gak percaya aku bisa bahagia di depan dia. Bertolak belakang banget sama apa yang selalu di pikiran ku. Pokonya aku harus bikin pacarku gak kecewa.

__ADS_1


Semangat Deva!! Kamu pasti bisa. Kamu pasti bisa membuka hatimu sepenuh nya buat pacarmu. Aku harus bisa, aku gak boleh larut dalam bayangan masa lalu. Ya Tuhan!! Semoga aku pandai, semoga aku kuat, dan semoga aku bisa.


__ADS_2