
Eli masuk kekamarnya setelah mengucapkan selamat malam pada ibu panti dan tertidur dikasurnya sendiri.
Sebelumnya ibu panti sempat marah padanya dan menceramahi ya karena terlambat pulang.
Eli tahu mereka mengkhawatirkan keadaannya karena beberapa hari ini keadaan Eli memang bisa dibilang sangat buruk. Tapi Eli tidak bisa mengatasinya dan rasa penyesalan karena tidak bisa menyelamatkan Sean terus terbayang dibenaknya, kalau saja hari itu dia tidak bersembunyi..mungkin Sean masih...
Eli menangis salam diam, dan beranjak ketempat tidurnya.
***
Panti asuhan milik Eli termasuk panti asuhan besar, namun karena banyaknya anak yang dimasukkan kepanti itu, setiap kamar memiliki lebih dari satu anak.
Dalam kamar Eli sendiri, dia bersama dengan seorang anak yang sepertinya berusia sepuluh tahun, bernama Annie Mac. Kamar Eli cukup luas dan mereka menggunakan tempat tidur bertingkat. Tempat tidur Eli berada dibawah sedangkan anak kecil lainnya berada diatas Eli.
Setelah sholat isya, Eli naik kekasurnya dan tertidur sambil menutupi dirinya dengan selimut dan mematikan lampu kamar.
Eli menatap langit-langit kamarnya sesaat sebelum merasa matanya menjadi lebih berat dan dia tertidur.
Malam itu bulan bersinar cukup terang, dan menyinari bagian dalam kamar Eli. Malam menjadi sangat sunyi dan suara-suara diluar terdengar jelas, bahkan suara nafaspun bisa terdengar ditengah malam seperti itu.
‘Kriet..e..ewt!’
Suara pintu terbuka perlahan-lahan menggema diseluruh sudut pintu dan menimbulkan sensasi yang menyeramkan. Namun hari itu sudah sangat malam dan semua orang sudah berkelana dialam mimpi mereka masing-masing, sehingga tidak ada yang memperhatikan suara ini.
Eli yang juga telah tertidur. Akibat hujan-hujanan sebelumnya dia jadi sangat lelah dan dengan cepat jatuh kedalam alam bawah sadarnya.
Dari balik pintu, tiba-tiba sebuah tangan muncul. Tangan itu tampak kekar dan terlihat seperti tangan pria dewasa, dan memiliki kulit sepucat kertas dan tidak ada jejak nadi disana.
Tangan itu terus bergerak mendekati tempat dimana Eli sedang tertidur nyenyak, sebelum tiba-tiba selimut Eli tertarik dengan keras hingga jatuh kelantai dibawah kakinya.
Eli tersentak karena tarikan yang tiba-tiba itu, dan segera kesadarannya sedikit kembali. Dia bangun dan menggosok matanya.
Eli menatap sekitar dan hanya melihat kegelapan, namun dia merasakan tarikan itu dengan jelas dan berfikir mungkin Annie yang sedang ingin bermain dengannya. Eli berkata “Annie, kembalikan selimutku jangan bermain dan tidurlah” Eli bergerak kearah dimana selimutnya terjatuh dan meraihnya. Namun sebelum tangannya menggapainya, selimut itu tertarik masuk kebawah tempat tidur.
Eli yang sangat lelah merasa sedikit kesal, “Annie! Jangan bermain lagi, aku lelah dan ingin tidur. Cepat kembalikan selimutku” minta Eli yang sedikit meninggikan suaranya.
__ADS_1
“Mngh…ada apa kak Eli? Kau memanggilku?” kepala kecil muncul diranjang diatas kepala Eli sambil mengusap matanya yang masih belum melihat dengan jelas.
Mata Eli terbuka lebar saat melihat Annie menatapnya dengan bingung.
“Annie bagaimana kau bisa disana?” tanya Eli sambil menenangkan dirinya sendiri.
“Apa maksud kakak? Aku tertidur sejak tadi, tapi kakak memanggil-manggilku jadi aku bangun” Annie menatan Eli heran.
“Jika kau disana…lalu siapa yang….” Wajah Eli pucat saat memikirkan ini.
Kalau bukan Annie yang menarik selimutnya lalu siapa?
Annie yang tidak mengerti dengan maksud Eli hanya menatapnya dengan penuh tanya.
“Seseorang menarik selimutku sebelumnya dan aku pikir itu kau. Tapi….” Annie yang mendengar ini langsung menyadarinya dan menjadi ketakutan.
“Kak Eli jangan membuat lelucon, cepat ambil selimutmu lagi dan tidurlah” ucap Annie dengan suara bergetar.
Eli mendekat ketepi tempat tidurnya dan membungkuk sedikit sebelum menatap kebawah ranjang. Namun karena keadaan yang gelap dia tidak bisa melihat apapun dan hanya bisa meraba-raba dibawah ranjang sebelum menemukan selimutnya. Eli menariknya keluar namun disaat itu sepenuhnya sudah ingin keluar selimutnya tersangkut seperti ada sesuatu yang menahannya.
“Itu ….sepertinya tersangkut” Eli berkata namun keringat dingin sudah mengalir dipelipisnya. Dia tidak begitu percaya dengan hantu namun ketakutan jelas bisa dia rasakan.
Eli turun dari kasurnya dan membungkuk. Menarik nafas dalam-dalam sebelum menatap kebawah ranjang yang sempit.
Matanya tidak bisa melihat dalam kegelapan, dia bangkit dan menatap Annie sambil mengulurkan tangannya, dan berkata.
“Bisa berikan aku sentermu? Disini sedikit gelap” tanya Eli pada Annie yang langsung memberikan senter padanya.
Eli menghidupkan senter dan kembali menatap kebawah ranjang.
Cahaya senter menelusuri setiap sudut ranjang dan Eli melihat dimana selimutnya tersangkut.
Itu tepat ujung selimut dan sesuatu yang menahannya adalah sesuatu yang berwarna putih seperti giok polos, namun bahkan orang bodoh pun akan tahu bahwa itu adalah tangan!!
Tangan itu berwarna pucat, seputih kertas. Modelnya mengepal dan ujung selimut Eli tepat berada diantara genggaman tangan itu.
__ADS_1
Eli mengarahkan senternya dan mengikuti tangan itu dengan nafas tertahan.
Tangan itu sangat pucat dan Eli mengikutinya sangat lama dan merasa bahwa tangan itu memiliki panjang yang tidak wajar.
Eli menatap Annie yang melihat ini juga, wajahnya menjadi pucat dan mengubur dirinya jauh didalam selimutnya, namun matanya masih muncul disela-sela selimut menatap Eli yang terus menyinari tangan itu.
Tangan itu membawa pandangan Eli hingga kepintu sebelum sebuah kaki muncul, dalam jangkauan cahaya senter Eli.
Kaki yang pucat, pakaian compang-camping, dan... tepat ditengah dadanya terdapat lubang yang mengerikan membuat cahaya senter menembus lubang itu dan terpantul disisi luar dinding kamar Eli.
“Aaa!!!!” teriak Eli dan Annie bersamaan.
Senter ditangan Eli terjatuh dan dia beringsut mundur sementara Annie mengubur dirinya didalam selimut. Tidak tahan untuk megintip lagi dan terus bergumam sendiri, meminta pertolongan.
Senter itu tidak mati, dan cahayanya menyinari kaki yang pucat tanpa darah itu.
Tangan yang sebelumnya memiliki panjang yang tidak wajar juga memendek dan kembali menjadi normal. Kaki itu melangkah mendekati Eli dan semakin dekat dengannya.
“Si..siapa kamu?” tanya Eli dengan tubuh bergetar, keringat dingin memenuhi pelipisnya dan jantungnya berdetak tidak karuan. wajahnya pucat pasi melihat penampakan dihadapannya
Kaki itu berhenti bergerak saat mendengar pertanyaan Eli. Eli bernafas perlahan saat melihat kaki itu berhenti.
Eli ingin bertanya lagi sebelum raungan mengerikan muncul disertai dengan wajah hancur yang tiba-tiba muncul dihadapan Eli!
“Aaaa!!!!” Eli pingsan ditempat saat melihat wajah hancur yang berlumuran darah.
Bersamaan dengan Eli yang pingsan, sosok itu juga menghilang, dalam kegelapan seakan sosoknya tidak pernah ada disana sebelumnya. meninggalkan Eli yang terbaring tidak sadarkan diri dilantai kamarnya.
Annie juga sempat melihat kejadian itu, dan seluruh tubuhnya bergetar hebat, dia tidak pernah melihat Hal seperti ini sebelumnya.
_____________
**Buat yang sudah membaca sejauh ini silahkan berikan vote dan like pada setiap chapternya.
Dukung author dengan memberikan vote like tip dan share ke teman-teman kalian agar semakin banyak yang bisa menikmati ceritanya 😇**
__ADS_1