Darah Pembantaian

Darah Pembantaian
Ch. 36 Terjebak 2


__ADS_3

Sean langsung mencari data kampus yang mencakup tentang denah dan informasi seputar industri kampus pada berkas-berkas diruangan salah satu dosen yang memang mengurusi tentang masalah ini setelah Louis mengatakan Sean mungkin akan mendapatkan apa yang dia cari disana.


Tentu saja sebelum Louis mengatakannya Louis mengumpati Sean mati-matian karena membuat Louis dan yang lainnya menjadi khawatir hanya karena masalah kecil yang Sean besar-besarkan.


Tapi Louis tidak habis pikir Sean bisa sekonyol ini. Dia mengatakan akan pergi mengatasi masalah listrik namun tidak tahu dimana pusat kendalinya berada.


Ruang tata usaha yang Sean masuki sebenarnya bukan pusat dari tata usaha kampus. Namun dikampus ini setiap gedung memiliki ruang tata usaha sendiri yang masing-masing mengurusi berkas-berkas dari dua angkatan yang berada digedung itu.


Sedangkan pusat dari semua ruang tata usaha berada digedung utama kampus. Setiap akhir semester semua berkas akan dikirim ke sana untuk direkap dan didiskusikan untuk menentukan nilai akhir setiap mahasiswa.


Sean terus mengutak-atik meja dihadapannya selama beberapa saat, mencari berkas yang didalamnya terdapat informasi yang dia cari.


"Apa mungkin ini?" Sean menatap berkas yang terdapat gambar infra struktur gedung-gedung dan rangkaian lainnya tentang kampus. Sean membacanya dengan teliti. Karena Susana yang gelap dan Sean hanya mengandalkan senter dari ponselnya sebagai penerangan, Sean cukup lambat menemukannya.


'Thud'


Berkas itu ternyata sudah sobek, dan Kertas yang menggambarkan tentang denah terjatuh kelantai.


Sean melihatnya dan mengarahkan senternya kearah dimana potongan kertas itu jatuh namun tidak melihatnya disana.


"Apa itu terjatuh dibawah meja?" Tanya Sean sambil menunduk dan mencari di bagian bawah meja.


Namun tanpa Sean sadari, Saat dia menunduk tiba-tiba sebuah tangan ramping dengan kuku hitam panjang menembus udara dimana Kepala Sean sebelumnya berada.


Petir menggelegar dan cahayanya beberapa saat menyinari ruangan.


Sosok wanita dengan rambut sepinggang dengan wajah rusak dan matanya yang hanya meninggalkan kelopak yang membusuk terlihat sedang mengangkat kedua tangannya. Tubuhnya terlihat melayang namun jika dilihat dengan baik pada lehernya terdapat kain hitam. Salah satu ujung kain hitam itu melilit lehernya saat ujung lainnya terlihat terikat pada sesuatu di atap ruangan.


Wanita itu adalah hantu gantung!


Mulut wanita hantu itu bergerak-gerak namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Wajah wanita itu terlihat kesal karena tidak mengenai Sean. Wajahnya yang hancur membuat gerakan wajah saat marah itu menyebabkan sebagian kecil serpihan daging diwajahnya jatuh dan mengenai jas kedokteran yang putih bersih milik Sean.

__ADS_1


"Ahh.... Jadi itu ada dilantai satu gedung utama." Sean berkata sambil menatap denah ditangannya.


"Kenapa itu harus disana?" Ucap Sean sambil berdiri dan berbalik menatap pada jendela. Sinar dari senter ponselnya menembus jendela dan memperlihatkan suasana kampus yang gelap gulita. Sean bisa melihat bayangan gedung utama dari balik jendela dengan cahaya petir yang sekali-kali menyinari tempat itu membuat suasananya tampak mengerikan dan angker.


Namun yang aneh adalah sosok wanita hantu yang sebelumnya berada dibelakang Sean tidak ada lagi. Bahkan kain hitam yang terikat kuat pada atap sebelumnya tidak terlihat...


Sean menatap beberapa saat sebelum menghembuskan nafas panjang dan berbalik menuju pintu__


"Ahh!! Sial!!" Sean terlempar mundur saat tangan ramping dan panjang mendorong tubuhnya hingga dia menabrak meja dibelakangnya.


Sean menatap wanita berambut sepinggang dengan tubuh melayang atau lebih tepatnya tergantung diudara. Wanita itu tidak memiliki mata namun Sean bisa merasakan bahwa wanita itu sedang menatapnya.


Sean bangkit dan mengusap-usap pinggangnya yang sakit karena menabrak meja.


"Apa yang kau lakukan? Jika itu orang lain maka mereka akan segera mati" Tanya Sean menatap pada wanita itu. Namun wanita itu hanya diam dan memasang wajah datar.


Sean sama sekali tidak merasa takut pada wanita dihadapannya.


Namun Sejak beberapa bulan terakhir Sean sudah bisa mengendalikan penglihatannya. Dan hanya disaat hantu atau roh itu benar-benar ingin dilihat maka Sean akan melihatnya. Karena itulah Sean cukup kaget saat tiba-tiba wanita ini muncul dengan wajah hancur seperti itu.


"Apa kau tidak bisa berbicara?" Tanya Sean setelah menunggu beberapa saat namun wanita itu tidak menjawabnya sama sekali.


Wanita itu terlihat menggerak-gerakkan mulutnya namun tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya selain suara-suara seperti melolong.


"Aow.....Aow.....ow....Aow..." Sean hanya bisa mendengar suara aow aow yang tidak jelas dan tidak bisa dia pahami.


Sean merasa ada yang salah dengan wanita hantu ini dan mendekatinya. Sean memberi isyarat pada wanita hantu untuk membuka mulutnya dan wanita hantu segera melakukannya.


Sean mengarahkan senter ponselnya pada mulut wanita hantu.


Mulutnya terlihat tidak lebih baik dari wajahnya. Itu juga hancur dan cairan hitam terlihat disana mengucur keluar dari mulutnya. Sean menatapnya sesaat dan menemukan lidah wanita hantu sudah tidak ada. Dari pada dipotong itu seperti telah ditarik keluar dengan paksa. Cairan hitam yang mengalir dadi mulutnya pasti berasal dari luka ini.

__ADS_1


Sean merasa kasihan dengan wanita hantu ini.


"Apa yang ingin kau katakan?" Sean bertanya padanya dengan ekspresi wajah iba. Jika wanita ini memaksa untuk memperlihatkan dirinya pada Sean maka dia pasti memiliki sesuatu yang ingin dia katakan pada Sean.


Wanita itu terdiam beberapa saat, Sebelum kedua tangannya terangkat dan mengarah ke kepala Sean.


Sean segera mengerti dan tidak bergerak. Membiarkan wanita hantu menyentuh kepalanya dan sesaat kemudian Sean merasakan pusing sebelum pandangannya tiba-tiba menjadi gelap beberapa saat dan kemudian dia menemukan dirinya berada di perpustakaan kampus.


Sean tahu metode ini. Itu disebut mata hantu.


Bagi seseorang yang melakukan mata hantu, dia akan bisa melihat kesadaran hantu yang melakukan mata hantu. Biasanya hal ini dilakukan jika hantu atau roh memiliki keinginan yang tidak tercapai atau dendam yang sangat kuat hingga langit memberinya kesempatan untuk menyelesaikannya dengan melakukannya sendiri atau meminta orang lain untuk melakukannya.


Wanita ini meminta bantuan Sean yang artinya dia tidak bisa melakukannya sendiri.


Sejatinya semua yang Sean lihat setelah ini merupakan apa yang dilihat dan dirasakan oleh wanita hantu. Ini lebih kurang sama dengan kita memasuki ingatan roh atau hantu.


Sama seperti yang Louis alami sebelumnya namun yang membedakan, Louis bisa melihat semuanya semaunya. Tidak tergantung dari apa yang Sean lihat. Karena itu apa yang terjadi pada Louis lebih seperti pengalamannya sendiri dibandingkan dengan mengatakan itu adalah pengalaman orang lain yang dia alami.


__________


**Catatan penulis:


Semua yang dijelaskan tentang mata hantu atau kesadaran roh hanya murni karangan dan imajinasi dari penulis.


Dan jika kalian tidak tahu maksudnya, Ini seperti apa yang dilakukan oleh A Qin pada Wei Wuxian saat memperlihatkan ingatannya tentang kematian Xiao Xinchen pada Wei Ying. Jika kalian tidak tahu siapa itu Wei Wuxian (Wei Ying) Kalian bisa membaca novel 'Grandmaster of domenic cultivation' Di W*****d Atau menonton filmnya yang berjudul 'Mo Dao Zu Shi' untuk film anime dan 'The Untamed' untuk film Live Actionnya.


-------


Buat yang sudah membaca sejauh ini silahkan berikan vote dan like pada setiap chapternya.


Dukung author dengan memberikan vote like tip dan share ke teman-teman kalian agar semakin banyak yang bisa menikmati ceritanya 😇**

__ADS_1


__ADS_2