
"Apa itu?!" Teriak semua orang saat melihat Sean mundur kebelakang dengan wajah terkejut.
"Akh!!!" Belum selesai Sean menjawab saat teriakan datang dari Carol.
Semua orang menatapnya dengan geger saat Tangan Hitam perlahan masuk kedalam mulut Carol.
"Carol!!" Teriak mereka bersamaan namun tidak ada yang maju melainkan mereka mundur sejauh mungkin dari sana.
"Akh...kh...khk...." Carol menatap semua orang didalam ruangan dengan mata merah air matanya mengalir deras menahan rasa sakit.
Tangan Carol terulur meminta bantuan, Dia ingin berteriak namun suaranya tertahan oleh tangan yang masuk hampir mencapai siku diikuti dengan suara daging pecah yang terdengar dari dalam tubuh Carol, saat kemudian darah merembes keluar dari mulutnya sebelum tubuhnya mematung dan jatuh ketanah.
"Aaakh!!" Teriak mereka kaget saat melihat darah berceceran dilantai dan mengalir ke kaki mereka.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tiba-tiba semua menjadi seperti ini?" Para mahasiswa satu persatu mulai memegang kepala mereka dan berteriak histeris.
Sebelumnya semua masih baik-baik saja. Mereka bisa belajar dengan tenang dan nyaman. Tidak pernah sekalipun sesuatu seperti ini terlintas di pikiran mereka. Semuanya berawal saat Angela mati dan semua hal-hal aneh mulai terjadi.
Lampu yang tiba-tiba mati, Teriakan-teriakan dan satu persatu orang mulai dibantai dengan sadis.... Dan sekarang.... Mereka hanay bisa terus bersembunyi menunggu giliran mereka untuk dibantai.
"....." Sean memandang mereka dengan wajah khawatir. Semua adalah salahnya, Semua menjadi seperti ini karena salahnya.
"Jangan hanya berdiam disini. Kita harus segera pindah" Teriak Adolf menyadarkan Sean dan yang lainnya.
Mereka menatap pada tubuh tidak berdaya Carol dan melihat bayangan hitam yang perlahan-lahan keluar dari mulutnya.
"Tapi diluar ada...." Tanya seorang mahasiswi yang langsung menatap Sean. Ingatan dimana Sean menjadi kaget dan ketakutan masih membekas dipikiran mereka semua mereka juga tahu bahwa ada sesuatu yang berbahaya menanti meekakeliar dari ruangan tersebut.
"Aku akan mencoba menghalanginya. Kalian bergeraklah dengan cepat" Ucap Sean yang langsung berjalan ke pintu dan menendangnya dengan keras. Tepat saat pintu terbuka Sean melayangkan kursi lipat dan menghantam sosok wanita yang sedari tadi mengintip dari balik pintu.
Mereka bergerak cepat menuju keruang lain yang kebetulan merupakan ruang olahraga dan menutup pintu dengan cepat.
__ADS_1
"Ahhh~..." Suara Louis yang mulai sadar terdengar saat mereka masih menghela nafas lega.
"Louis kau baik-baik saja?" Sean langsung menghampiri Louis dan mengecek nadinya yang sudah kembali normal.
"Hm.." Angguk Louis dengan pelan. Kepalanya masih sedikit sakit dan pandangannya agak rabun. Dia menatap kearah Sean namun yang menyambut pandangannya malah sesuatu yang lain....
"Aaakhhh!!!!" Louis dengan cepat bergerak mundur menjauhi Sean dan yang lainnya.
"Siapa kalian?" Teriak Louis saat melihat orang-orang yang seperti berlumuran darah dihadapannya.
Walaupun sudah agak kering namun sisa-sisa hujan darah tidak bisa sepenuhnya dibersihkan membuat wajah sebagian besar dari mereka tidak jelas ditambah dengan jas kedokteran mereka yang sebelumnya putih menjadi merah pekat tentu saja membuat Louis ketakutan.
"Hei Louis! Ada apa denganmu? Apa kepalamu terbentur?" Tanya Adolf yang melihat reaksi Louis.
"Apa kau baik-baik saja?" Sean mendekati Louis saat melihat reaksinya. Khawatir temannya itu mungkin mengalami luka dalam yang tidak dia ketahui.
"Adolf? Sean?.... Kenapa kalian... Seperti habis berenang di kolam darah? Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Louis heran.
"Lalu bagaimana dengan Hem... Sosok yang sebelumnya kita hadapi?" Louis segera mengubah kata-katanya saat dirinya hampir kecoplosan dan menyebutkan nama Hemsworth. Jika dia mengatakannya maka dia harus mengungkapkan tentang identitas asli Sean, dan itu tidak akan berakhir baik.
Louis menanyakan ini pada Jordan, Hal terakhir yang dia ingat adalah saat Hemsworth menghilang dari pandangannya.
"Kami tidak melihat siapapun disana selain kau, Jadi mungkin dia sudah tidak ada..." Jawab Jordan.
Louis menghela nafas berat sebelum pandangannya tertuju pada Sean "Sean semua ini...." Gumam Louis dengan suara rendah yang hanya bisa didengar olehnya dan Sean.
"Aku tahu....." Tanpa ditanya pun Sean benar-benar menyadari ini semua dilakukan oleh Hemsworth.
"Bagaimana kau akan mengatasinya sekarang? Semua sudah menjadi seperti ini... Apakah masih ada harapan?" Tanya Louis dengan wajah lesu.
Bukannya dia menyerah dengan keadaan, namun semua yang dia alami dan lihat sejauh ini membuatnya susah untuk memiliki hadapan.
__ADS_1
Semua teman-temannya dibantai dan yang paling menyakitkan bagi Louis adalah dia kehilangan sepupunya. Walaupun Louis dan Angela selalu bertengkar namun Louis jelas menyayangi sepupunya itu. Melihatnya mati didepan matanya, Louis hanya bisa mengutuk dirinya sendiri karena tidak bisa menjaganya dan memastikan dia baik-baik saja.
"Aku tahu bagaimana kita bisa keluar dari sini. Tapi konsekuensinya sangat berat....." Ucap Sean mengalihkan perhatian Louis.
"Hemsworth hanyalah jiwa yang berkeliaran di dunia ini. Jika tebakanku benar maka dia tidak akan bisa meninggalkan Universitas atau setidaknya dia tidak bisa jauh-jauh dari Lingkungan Universitas Kesehatan X. Jadi....." Sean mengalihkan pandangannya pada Louis yang melebarkan matanya menyadari maksud ucapan Sean.
"Kita hanya perlu meninggalkan Universitas untuk menyelamatkan diri...." Ucap Louis dengan suara agak keras mengagetkan semua orang didalam ruangan.
"Apa yang kau katakan barusan?" Billy langsung mendekati Louis memastikan dia tidak salah mendengar.
"Kita bisa selamat jika kita meninggalkan Universitas?" Adolf bertanya menyusul Billy.
Louis menatap mereka dengan wajah penuh harapan dan mengangguk mantap.
"Akhirnya kita bisa selamat~" Laura mengelus dadanya dengan rasa lega.
Anak-anak lain juga ikut tenang mendengarkannya dan mereka yang sebelumnya lesu dan takut karena berfikir tidak akan bisa menghindari kematian perlahan dipenuhi semangat dan harapan.
Sean menatap mereka dengan senyum canggung sepertinya Louis tidak mendengarkan Kata-katanya dengan baik.
"Ekhem.... Sebenarnya ini hanya dugaanku saja. Sebelumnya saat aku pergi mengecek listrik aku bertemu dengan seorang wanita..... yah... lebih tepatnya mungkin hantu..." Sean berkata dengan canggung. Bertemu dengan hantu merupakan hal yang menakutkan namun Sean terlihat baik-baik saja.
Perkataan Sean mengagetkan mereka semua.
"Hanya saja wanita itu tidak bisa keluar dari ruangan itu. Jadi... Aku berfikir mungkin seseorang yang menjadi dalang dari semua ini juga tidak bisa melakukan hal yang sama..."
"Jadi maksudmu semua ini dilakukan oleh hantu?" Tanya seorang pemuda dengan wajah heran.
_____________
Dukung author dengan memberikan vote like tip dan share ke teman-teman kalian karena dukungan dari kalian begitu berarti 🙏
__ADS_1