Darah Pembantaian

Darah Pembantaian
Ch. 32 Serangan Hems 2


__ADS_3

"Nona kecil, Kau sudah datang jadi jangan berpikir untuk pergi lagi...." Hemsworth mendekati Angela yang semakin mundur seiring dengan Hemsworth yang mendekatinya.


"Jangan! Jangan mendekat! Tolong! Tolong aku!" Angela berteriak meminta tolong berharap ada yang akan mendengarkannya.


"Hahaha... Terus saja meminta tolong. Tidak akan ada yang bisa mendengarmu disini" Hemsworth menunjuk kesekitarnya, memperlihatkan halaman yang tidak terurus dengan tanaman rambat dimana-mana.


Angela menjadi sadar saat Hemsworth menunjuk ke halaman di sekitarnya.


Sebelumnya Angela tidak menyadari kemana dia pergi. Dia hanya berjalan tanpa arah mengikuti kakinya melangkah.


Dan tanpa dia sadari, Angela sudah berada di Gedung tua dibelakang gedung utama kampus. Tanpa ditanya pun Angela sudah tahu bahwa tempat itu sangat sepi dan selalu dihindari oleh siapapun. Karena setiap insiden yang terjadi pasti berawal dari gedung itu.


"Bagaimana... bagaimana aku bisa kemari?..." Angela menjadi panik, sadar dirinya terancam. Angel mencoba bangkit dan melarikan diri dari sana. Dia tidak ingin mati tanpa perlawanan dan mati dengan begitu mudahnya.


Angela menatap kesekitarnya mencoba mencari celah untuk lari. Namun jalan keluar dari gedung tua dihadang oleh Hemsworth.


Tanpa ada pilihan lain, Angela mengertakkan giginya dan mengepal tangannya dengan erat sebelum berbalik dan berlari memasuki gedung tua.


Hemsworth yang menatapnya dari belakang hanya tersenyum mengejek sebelum perlahan dirinya menghilang bersama dengan angin.


***


Angela berlari menyusuri koridor-koridor gedung tua. Memasuki sebuah ruangan dan mengambil tongkat bisbol yang sudah tua dari ruangan itu dan menjadikannya sebagai pertahanannya.


Angela menutup pintu dan berdiri siaga dibalik pintu.


"Louis... Tolong aku..." Angela menggenggam pemukul bisbol dengan tangan gemetar. Kakinya lemas, Ia ingin duduk namun sadar ini bukan waktunya untuk dia bersantai.


Hemsworth tidak akan membiarkannya pergi sebelum bisa menghabisi Angela.


Benar saja, Baru beberapa menit berlalu sebelum suara benda berat diseret menggema di seluruh gedung tua.


Angela tercekat nafasnya sendiri. Air matanya mulai mengalir deras namun tidak ada sedikitpun suara yang lolos dari mulutnya, selain dari tangannya yang menggenggam erat pada pemukul bisbol.


"Srekkk...Srekkk....Srekkk....." Suara seretan benda berat terdengar semakin dekat dengan ruangan dimana Angela bersembunyi.

__ADS_1


Hemsworth tertawa melengking seiring dengan dia semakin dekat dengan Angela.


"Gadis kecil.... Dimana kau bersembunyi? Apa kau tidak akan meminta tolong lagi? Apa kau sudah siap untuk mati sekarang?....." Hemsworth berkata sambil tertawa.


Angela mendengar gerakan Hemsworth terhenti tepat didepan pintu. Keringat dingin memenuhi dari Angela dan detak jantungnya menjadi tidak beraturan.


"Tok.....Tok......Tok......" Suara ketukan terdengar dari balik Pintu diiringi dengan suara Hemsworth yang serak-serak mengerikan.


"Bersikaplah baik. Dan aku akan membunuhmu dengan cepat...." Hemsworth mengangkat linggis ditangan kanannya dan menimang-nimangnya sambil tertawa.


"Trakh!!!!....."


"Aaaaaa-mngh!!!!" Angela berteriak kaget namun langsung menutup mulutnya saat linggis hitam pekat menembus tembok dimana dia berdiri. Ujung dari linggis tepat berada disamping kepalanya dan menggait sedikit rambutnya yang hitam halus.


Linggis hitam tertarik keluar memberi kesempatan untuk Angela menarik nafas sebelum menyingkir dari tembok. Dia tidak bisa lagi merasa tenang karena tau Hemsworth sudah mengetahui posisinya.


Angela merasa Hemsworth sedang mempermainkannya. Hemsworth jelas bisa langsung membunuh Angela di serangan tadi, namun Dia sengaja meleset.


Yah.. Angela berpikir dengan benar, Hemsworth memang masih ingin menikmati wajah ketakutan dan putus asa Angela. Dia terus menyerangnya namun hanya meninggalkan luka-luka kecil pada tubuh Angela.


"Aku tidak bisa seperti ini terus..... Cepat atau lambat dia akan membunuhku" Angela menghela nafas berat. Air matanya tidak bisa mengalir lagi. Tubuh kelelahan dan bajunya gelas basah karena keringat yang bercampur dengan air matanya yang sudah mengering.


"Kalau Hemsworth bisa mati maka..... Maka Sean akan bisa selamat...." Angela merasakan sensasi perjuangan jauh didalam hatinya.


"Aku... Aku akan melakukan apapun agar Sean bisa selamat. Bahkan jika aku mati ditangan Hemsworth" Angela bangkit dan menatap pintu tertutup dihadapannya. Suara tawa Hemsworth sudah bisa Angela dengar.


"Aku tidak akan mati sendirian" Angela mengangkat pemukul bisbol ditangannya saat Hemsworth berada didepan pintu.


Krietttttt


Pintu terbuka menampakkan sosok Hemsworth yang menenteng linggisnya. Wajahnya yang hancur meneteskan cairan hitam terus menerus. Mata merahnya menyipit membentuk bulan sabit saat seringai menyeramkan terlukis di bibirnya yang hitam.


"Aku akan membawamu bersamaku!!!" Tanpa basa-basi lagi, Angela langsung maju dan menyerang Hemsworth dengan pemukul bisbol ditangannya.


Hemsworth yang melihat itu sedikit terkejut namun segera menatap dengan senyum mengejek pada Angela.

__ADS_1


Angela tidak memperdulikan tawa yang keluar dari mulut Hemsworth dan masih terus menyerang. Hemsworth menepis setiap serangan Angela dengan linggisnya.


Angela merasa sedikit putus asa karena tidak bisa mendaratkan satupun pukulan pada Hemsworth. Nafasnya tersengal-sengal dan seluruh tubuhnya terasa sakit.


"Arghh!!! Matilah kau sialan!!" Dengan tenaga terakhirnya, Angela memukul Hemsworth untuk kesekian kalinya dan pukulan itu berhasil membuat kepala Hemsworth terlepas dan tubuhnya terhuyung mundur sebelum jatuh ketanah dalam posisi telentang.


"Hah.... ha..hah... Kau....Kalah...." Angela menopang tubuhnya dengan bisbol sebelum mendekati tubuh Hemsworth.


"Jangan pernah... Kau mengganggu Sean lagi....Matilah...." Angela menginjak-injak tubuh Hemsworth dan memukul-mukulnya dengan tongkat bisbol hingga dia merasa puas. Tubuh Hemsworth menjadi tidak beraturan dengan semua pukulan yang diberikan oleh Angela.


"Aku harus pergi dari sini...." Angela menyeret tubuhnya meninggalkan Gedung tua dengan langkah tertatih-tatih.


"Aku harus keluar.." Angela berpegangan pada penganan tangga selama beberapa saat untuk mendukung dirinya yang sangat kelelahan. Menolak untuk pingsan.


Dia ingin segera melihat Sean. Memberi tahunya bahwa dia sudah membunuh Monster itu, Sean tidak akan pergi lagi. Sean tidak akan meninggalkannya. Mereka akan kembali bahagia seperti dulu...


"Ahh!" Angela terpeleset dan refleks berteriak karena berpikir akan menghantam lantai.


"Apa yang terjadi?" Angela heran saat melihat tubuhnya tidak mencapai lantai. Tubuhnya melayang diudara seakan sedang terbang.


"Berterima kasihlah gadis kecil. Karena kau tidak akan mati semudah itu....." Sura serak Hemsworth terdengar dibelakang Angela, Membuat Angela membulatkan matanya tidak percaya.


Dia sudah memukul Hemsworth dengan keras dan memastikan bahwa dia sudah mati. Namun kenapa dia bisa...


"Kau melupakan sesuatu gadis kecil... Kau tidak akan bisa membunuhku. Kau tahu kenapa?" Tangan Hemsworth yang berada diudara memberikan isyarat mendekat dan bersamaan dengan itu tubuh Angela mendekat dengan cepat dan lehernya langsung dicekik oleh Hemsworth.


"Uhukh...ukh....ukhuk..kh.." Angela terbatuk-batuk saat cekikan Hemsworth semakin keras dan Angela menjadi susah untuk bernafas.


Angela menatap tidak percaya pada Hemsworth. Tubuh Hemsworth sudah tidak berbentuk, Dan Angela bisa melihat gadis tipis dilehernya dan yakin bahwa kepala Hemsworth sudah terlepas karena pukulan tadi. Tapi...


"Kau lupa gadis kecil..... Aku...Sudah tiada sejak enam tahun yang lalu..." Ucap Hemsworth ditelinga Angela membuat jantung Angela serasa akan melompat saat itu juga karena saking ketakutannya. Wajahnya menunjukkan ekspresi marah dan kesal.


_____________


**Buat yang sudah membaca sejauh ini silahkan berikan vote dan like pada setiap chapternya.

__ADS_1


Dukung author dengan memberikan vote like tip dan share ke teman-teman kalian agar semakin banyak yang bisa menikmati ceritanya 😇**


__ADS_2