
Louis mendobrak pintu dan pandangannya bertemu dengan mata semerah darah Hemsworth.
Louis beraksi sangat cepat tidak punya waktu untuk merasa takut dan melayangkan kursi pada kepala Hemsworth. Hemsworth menangkis bangku dengan linggis ditangannya. Pukulan Jordan menyusul saat melihat Hemsworth menangkis pukulan Louis.
Walaupun sebelumnya Jordan sempat terpana dengan sosok yang membantai semua teman-temannya dan ketakutan hingga tangannya yang memegang bangku gemetar. Dia segera tersadar, dia tidak bisa membiarkan Louis melawan sosok itu sendiri.
Hemsworth mundur beberapa meter karena pukulan Jordan.
Para mahasiswa melihat kesempatan untuk lari dan segera menjauh dari sana menyisakan Louis dan Jordan yang menghadapi Hemsworth.
Louis dan Jordan maju menyerang Hemsworth. Mereka beradu pukulan beberapa saat namun tidak satupun pukulan mereka yang mendarat pada Hemsworth.
Hemsworth menatap mereka berdua dengan senyum yang dalam. Seakan menikmati wajah putus asa dari wajah Louis dan Jordan.
Melihat senyum itu membuat darah Louis mendidih. Dia memukul pada bagian perut Hemsworth dan pukulannya mendarat dengan lancar. Louis tidak berhenti disana melainkan terus menyerang kepala Hemsworth. Hingga kepalanya kembali terpisah dari tubuhnya untuk yang ketiga kalinya dari leher Hemsworth karena pukulan Louis.
Louis tidak menghilangkan kesempatan emas dan menarik tangan Jordan untuk pergi.
"Ergh!!" Hemsworth berteriak melengking dan saat berikutnya leher Louis sudah berada dalam genggaman Hemsworth. Walaupun Tidak memiliki kepalanya namun entah kenapa Louis seperti bisa melihat kemarahan pria tua itu.
"Argh!!!" Teriak Louis kesakitan.
"Louis!!" Jordan berteriak saat melihat Louis yang sebelumnya berada di sampingnya sudah berada dalam cengkraman Hemsworth.
"Lepaskan dia!!!" Jordan hendak maju dan memukul Hemsworth.
"Pergi!! Ukh!!" Teriak Louis ditengah-tengah cekikan Hemsworth.
Mendengar perintah Louis Jordan menghentikan langkahnya. Dia menatap Louis yang tampak kesal dan marah.
"Kubilang perg_Ukh! Pergi.. Kh... Ukhuk.."
Jordan mengepalkan tangannya sebelum menatap Louis.
"...Maafkan aku!!... Kumohon bertahanlah!!. Aku akan meminta bantuan!!" Jordan berbalik dan berlari menuju kelantai dua dengan cepat takut dirinya akan terlambat dan sesuatu yang buruk terjadi pada Louis.
Hemsworth yang melihat interaksi mereka berdua tertawa dengan keras.
"Hahahaha...... Dia meninggalkanmu sekarang. Tidak akan ada yang bisa membantumu sekarang. Kau akan segera mati...." Hemsworth cekikikan menatap Louis yang terbatuk-batuk karena dicekik.
"Heh, Kau Yang akan segera mati__Ukh!! Ukhuk khk..lhk.." Hemsworth yang melihat senyum angkuh Louis semakin mengeratkan cekikannya pada Leher Louis.
"Kau pikir....ukh!.... jika aku mati..akh! Kau akan selamat?... Kau akan menghilang hingga kau tidak akan bisa bereinkarnasi lagi!! Akhhh!!!" Lousi berteriak saat tulang lehernya serasa akan patah.
"Akhhh..."
__ADS_1
Cling~
Tiba-tiba seluruh ruangan jatuh dalam cahaya terang. Hemsworth yang melihat itu segera melepaskan tangannya dari leher Louis.
"Akh..Ukhuk.... Uhukh....." Louis terbatuk-batuk saat cengkraman Hemsworth terlepas. Tubuhnya terbaring lemas dilantai namun pandangannya menatap tajam penuh kemarahan pada Hemsworth.
Hemsworth yang melihatnya hanya tersenyum kecut. "Kau selamat kali ini anak muda.... Tapi lain kali akan kupastikan kau akan menyusul sepupu kecilmu itu~~~ Hahahahah"
"Kau!!!" Louis bangkit ingin memukul Hemsworth namun pada akhirnya dia hanya memukul udara kosong....
Tubuh Hemsworth menghilang bersamaan dengan angin yang berhembus....
"Kau sialan!!! Aku akan memastikan kau menghilang selamanya!!!" Louis terus mengumpat pada tempat dimana Hemsworth sebelumnya berada.
Louis sudah mengira bahwa Angela dibunuh oleh Hemsworth namun mendengarnya keluar dari mulut Hemsworth disertai dengan senyum menjengkelkannya membuat Louis terbakar kemarahan.
"Arghhhh!!!!" Teriak Louis saat tangisnya akhirnya pecah.
***
"Ini....."
Mata Sean terbelalak saat keluar dari gedung utama.
"Apa yang terjadi di sini?!!" Sean tersentak dan wajahnya langsung panik saat melihat mayat tubuh dari mahasiswa, dosen bahkan tukang bersih-bersih tergeletak tak berdaya. Mereka dibunuh dengan sangat mengenaskan. Namun kesamaan dari mereka semua adalah seluruh organ-organ mereka keluar dari tubuhnya dan berserakan dimana-mana.
"Aku harap dugaanku salah" Sean sangat panik sampai beberapa kali dia tersandung karena terburu-buru.
"Apa yang...." Sean tidak tahu lagi sudah berapa kali dia menanyakan hal yang sama. Kaki Sean terasa lemas saat melihat gedung pembelajaran bergelimpangan mayat. Walaupun bukan mayat teman-temannya Sean tetap merasa histeris.
"Ini salahku.... Ini semua salahku... Argh!!!" Sean berteriak histeris sambil menjambak rambutnya karena marah, kesal bercampur sedih. Rasa bersalah menyelimuti diri Sean.
"Sean!"
Suara teriakan menghentikan tangisan Sean. Dia mendongak pada asal suara yang datang dari koridor dihadapannya.
"Louis?!" Teriak Sean saat melihat Louis yang dipapah oleh Adolf.
"Apa yang terjadi padanya?"
"Kami sempat melawan sosok hitam yang menyebabkan kekacauan sebelumnya. Dan dia menjadi seperti ini....... Jika saja aku tidak meninggalkannya waktu itu, maka semua tidak akan seperti ini...." Jordan segera menjelaskan kepada Sean dengan wajah menyesal.
"Dia baik-baik saja. Pertama kita harus meninggalkan Universitas ini dulu"Ajak Sean dan mereka segera melangkah keluar dari gedung pengajaran.
'Dhuar!!!!!!"
__ADS_1
Petir yang menggelegar tiba-tiba mengejutkan semua orang. Namun Pemandangan selanjutnya membuat mereka semua merinding ketakutan.
"Apa yang terjadi?"
"Kenapa langit menjadi merah darah?"
Langit yang sebelumnya gelap karena hujan, Tiba-tiba berubah warna menjadi merah darah. Bulan yang sebelumnya juga bersembunyi tiba-tiba muncul dan sama seperti langit bulan juga menjadi Semerah darah.
"Air....Air hujannya....." Seorang gadis berkata dengan suara bergetar, menyadarkan semua orang.
"Aaahhh!!!"
Semua orang saling menatap dan berteriak-teriak saat memandang teman disekitarnya.
"Hujan darah?!!"
Semua mahasiswa yang sebelumnya memakai baju putih terlihat berbeda dengan sekarang. Seluruh tubuh mereka diwarnai merah darah. Air hujan yang Semerah darah memandikan mereka menjadikan mereka seakan bangkit dari lautan darah.
"Akhhh!!!" Teriak seorang gadis saat melihat tangan hitam muncul dari bawah kakinya.
"Pergi ke gedung utama!!" Teriak Sean dan segera mereka semua berlari menuju gedung utama.
"Ugh..ugh..."
Sean menendang tangan yang melilit gadis tadi hingga hancur dan segera menarik gadis itu ikut ke gedung utama.
***
"Argh!! Sakit!!" Teriak gadis yang dipanggil Carol. Gadis yang sebelumnya di cengkeram okeh tangan hantu.
"Tenanglah... Lukanya sangat dalam. Itu harus segera dijahit atau kau akan mati cepat atau lambat, Jadi jangan banyak bergerak" Ucap Sean yang memeriksa luka Carol. Saat tangan hantu sebelumnya mencengkram kakinya, Kuku panjangnya juga menusuk daging kakinya meninggalkan luka yang dalam.
Sean merobek ujung jas kedokterannya yang sudah berwarna merah lalu mengikatnya kekaki Carol.
"Kalian tetaplah disini aku harus melakukan sesuatu" Ucap Sean sebelum melangkah mendekati pintu.
Sean mengintip dari celah untuk memastikan keadaan diluar ruangan, Namun saat matanya baru saja melihat tiba-tiba....
"Aahhh!!" Teriak Sean mengagetkan semua orang.
Sebuah wajah yang hancur dan bermandikan darah muncul dari balik pintu. Namun bukan itu yang membuat Sean kaget melainkan mata merah sosok itu.
"Bagaimana ini bisa terjadi?..."
_________
__ADS_1
Dukung author dengan memberikan vote like tip dan share ke teman-teman kalian karena dukungan dari kalian begitu berarti 🙏