
Pandangan Louis berubah dari sebelumnya ia menatap halaman Universitas kesehatan X dengan Mahasiswa yang beraktivitas disana sini, menjadi pemandangan gelap hingga Louis tidak bisa melihat tangannya sendiri.
Suasana disekitar Louis gelap gulita selama beberapa saat, sebelum cahaya menyilaukan menyapa penglihatannya.
Louis mengerjapkan matanya, dan menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari yang tiba-tiba. Pemandangan yang pertama kali Louis lihat adalah sebuah halaman yang luas dengan rumah mewah super besar disana.
Tidak jauh dari tempat Louis berdiri ada sebuah lapangan golf dan lapangan basket disana. Ada sebuah kolam pancuran di samping rumah dengan diameter sekitar lima meter dan banyak ikan hias menghiasi kolam yang jernih.
Louis menatap Rumah mewah yang ada dihadapannya. Ini lebih pantas disebut sebagai istana, sangat Luas!! Bahkan rumah Louis sekalipun tidak seluas dan semewah ini. Walaupun Louis termasuk keluarga kaya namun melihat rumah dihadapannya, Louis berfikir Sean jelas lebih kaya darinya.
Louis menyadari bahwa saat ini dia sedang berada didalam dunia memori Sean Kingston yang sekarang menjadi temannya.
"Hm.... Aku tidak menyangka Sean ini sebenarnya anak konglomerat. Selain wajahnya yang terbilang langka dan mahal, dia sangat sederhana" Louis mengedarkan pandangannya dan berfikir apakah dia harus masuk kedalam rumah mewah itu?
Saat Louis masih berdebat dengan pikirannya tiba-tiba dia melihat pemandangan didepannya berubah.
"Apa yang terjadi?" Tanya Louis heran, dan sedikit panik.
Dunia itu berubah, berputar dengan cara yang abstrak, ketika sesaat kemudian dia menemukan dirinya sudah berada disebuah kamar yang sangat luas dan penuh dengan mainan dan buku-buku.
"Dimana lagi sekarang?" Louis mengedarkan pandangannya dan melihat dia tengah berada di tengah-tengah kamar seseorang. Mungkin kamar tidur seorang tuan muda, jika dilihat dari barang-barang yang berada diruangan itu, yang tampak mahal dan biasanya digunakan oleh anak kecil. Louis hanya bisa berfikir itu adalah kamar tuan muda keluarga ini.
"Willy.....Kenapa kau belum bangun juga?"
Suara seseorang mengalihkan perhatian Louis. Dia berbalik dan menemukan seorang wanita paruh baya tengah menangis dihadapan seorang anak kecil sekitar usia sebelah atau dua belas tahun yang terbaring lemah ditempat tidur.
Louis menatap anak itu sesaat dan melihat wajah anak itu sedikit familiar.
"Siapa anak ini? Kenapa wajahnya terasa asing namun juga familiar disaat yang sama?" Louis bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Louis jelas pertama kalinya bertemu dengan anak ini, namun entah kenapa dia merasa tidak asing dengannya.
"Sayang, jangan menangis lagi. Kau harus istirahat, jika Willy melihatmu seperti ini saat dia terbangun itu akan sangat menyakiti perasaannya" Seorang pria paruh baya yang terlihat bijaksana dan berwibawa mengusap-usap punggung wanita paruh baya sebelumnya.
Tuan Hendry Ford dan Nyonya Annisa Ford Merupakan orang tua dari Willyam Ford yang tengah terbaring lemah diatas kasur.
Louis menatap mereka dengan rasa iba. Louis juga pernah merasakan hal seperti ini saat ayahnya koma selama beberapa bulan dan Louis melihat ibunya menangis siang dan malam sampai lupa istirahat dan makan karena saking khawatirnya. Walaupun Louis terlihat tegar dan baik-baik saja, nyatanya dia juga sangat mengkhawatirkan ayahnya namun jika dia menangis hanya akan membuat ibunya labuh repot. Jadi bisa dibilang Louis mengerti dengan perasaan orang tua Willy.
Louis berjalan mendekati Willy dan menemukan bahwa anak itu sebenarnya tengah sekarat. Walaupun dari luar terlihat masih baik-baik saja selain dari kulit pucat, namun sebenarnya hanya tinggal menunggu waktu saja hingga Willy kedunia lain.
Karena kelainan pada Sel yang disebabkan oleh hal-hal yang dipicu dari kejiwaan, Anak ini mengalami depresi berat dan memicu kelainan pada mental dan sel didalam tubuhnya. Pada saat seperti ini seseorang seharusnya tidak sepenuhnya bergantung pada obat-obatan karena itu akan membuatnya ketergantungan dan malah mungkin memperburuk kondisi penderita.
Bukannya membaik tubuh Willy semakin memburuk karena pengaruh obat-obatan yang digunakan berlebihan. Louis berfikir mungkin Willy kesakitan hingga mengunakan obat secara berlebih dan melebihi dosis yang dianjurkan.
Berdasarkan yang Louis lihat, Willy tidak akan selamat lagi, selain ada keajaiban maka dia akan sadar. Kondisinya sangat buruk hingga alat-alat medis tidak akan bisa membantu lagi.
"Hah....." Louis menghela nafas berat, Merasa kasihan dengan kondisi anak muda ini. Entah apa yang dialaminya hingga mengalami gangguan pada mentalnya.
Louis duduk disebuah sofa tidak jauh dari tempat tidur Willy. Namun bukannya menyentuh sofa yang empuk Louis malah menemukan dirinya menembus sofa dan terjatuh kelantai, alhasil pantatnya menyapa lantai dengan keras.
"....."
Rasanya Louis ingin mengumpat!! Apakah dia harus terus berdiri selama dia ada dilautan ingatan Sean ini?
Kakiku bisa patah!!
***
Selama beberapa saat berlalu sejak Louis berusaha untuk duduk namun selalu saja tubuhnya menembus apapun yang ingin dia sentuh selain dari lantai yang dia injak.
__ADS_1
Akhirnya Louis menyerah dan berdiri tepat di samping tempat tidur Willy.
Selama beberapa waktu itu, tidak ada sesuatu yang istimewa terjadi disana.
Nyonya Ford terlihat tertidur dalam posisi duduk di samping Willy. Bagaimanapun juga tubuhnya lelah dan harus istirahat.
Cklek....
Pintu terbuka dengan perlahan sebelum kepala Tuan Ford muncul dari balik pintu. Dia berjalan mendekati istrinya dan melihatnya telah tertidur disamping anak semata wayangnya.
"Hah....jika seperti ini dia akan menyusul anaknya dan sakit juga. Dasar keras kepala" Tuan Ford mengelus kepala istrinya dengan penuh kasih sayang, sebelum mengangkatnya dengan hati-hati dan membawanya pergi dari ruangan itu.
Louis menebak Tuan Ford akan membawa istrinya kembali.
Louis menatap pintu tertutup sesaat sebelum kembali menatap Willy.
"Sebenarnya apa hubungannya antara anak ini dengan Sean? Sampai sekarang tidak ada sesuatu yang terjadi berhubungan dengan Sean." Louis memperhatikan Willy dari ujung rambut hingga ujung kaki, namun tidak ada yang spesial dari anak ini.
Ditengah saat Willy mengamati kondisi Willy, Sebuah suara terdengar disampingnya. Membuat matanya membulat...
Alat yang menyerupai komputer yang berguna untuk mendeteksi detak jantung Willy mengeluarkan bunyi BIP datar
"Apa dia mati?" Tanya Louis panik, dengan cepat menekan dada Willy berniat merangsang kembali detak jantungnya namun tangannya malah menembus tubuh Willy.
"Sial! Sial!!" Louis panik dan berlari menembus pintu untuk mencari dokter. Namun tidak ada seorangpun yang mendengarkannya atau merasakan pukulan-pukulan yang dilayangkan Louis Kepada mereka.
___________
**Buat yang sudah membaca sejauh ini silahkan berikan vote dan like pada setiap chapternya.
__ADS_1
Dukung author dengan memberikan vote like tip dan share ke teman-teman kalian agar semakin banyak yang bisa menikmati ceritanya 😇**