Darah Pembantaian

Darah Pembantaian
Ch. 46 Bayangan Hitam


__ADS_3

"Hemsworth? Lama tidak bertemu" Ucap Sean bangkit sambil menggenggam erat pemukul bisbol ditangannya.


"Sean berhati-hatilah" Laura mengingatkan Sean.


"Aku tahu" Sean mengangguk menanggapi Laura.


"Khe Khe Khe. Tidak perlu tegang begitu. Aku akan pastikan kau ikut menyusul dia ke neraka gadis kecil. Khe Khe Khe" Tawa Hemsworth membuat darah mengalir tiada henti dari mulutnya sambil menunjuk ke arah Sean.


"Kau terlalu banyak omong kosong! Hari ini akan kupastikan kau akan mengirimmu ke neraka!" Sean bergerak maju sambil melayangkan pukulan pada Hemsworth.


"Khe Khe Khe. Itu jika kau bisa melakukannya" Hemsworth menggenggam erat linggis ditangannya dan menangkis setiap pukulan Sean.


Mereka berdua bertukar hingga seratus serangan.


"Khe Khe Khe. Apa kau sudah lelah tuan Sean Kingston? Sepertinya hari ini juga akan menjadi kemenanganku. Khe Khe Khe" Tawa Hemsworth saat melihat Sean hanya bisa bertahan tanpa bisa melawan balik.


"Hmph! Kau terlalu percaya diri!" Sean kembali bergerak maju menuju ke arah Hemsworth yang masih tertawa.


Mereka kembali bertukar beberapa serangan, Namun kali ini Hemsworth maupun Sean sama-sama berada dalam posisi yang buruk.


Tubuh Sean sudah dipenuhi dengan luka goresan, Wajahnya sudah pucat dan keringat memenuhi tubuhnya.


Hemsworth juga tidak terlalu baik. Karena tubuhnya yang sudah terbilang lama, Membuat setiap pukulan Sean yang mendarat pada tubuhnya menyebabkan mereka terlepas. Sekarang Hemsworth telah kehilangan tangan kirinya karena menangkis salah satu serangan Sean. Namun sebagai arwah Hemsworth jelas tidak merasakan sakit.


Hal ini yang membedakan Sean dan Hemsworth. Karena bagaimanapun Sean bisa dikatakan terlahir kembali sehingga dia masih bisa merasakan sakit yang biasa dirasakan manusia normal, dan jelas membuat Sean kerepotan.


"Kau benar-benar membuatku marah tuan jenius" Ucap Hemsworth saat bergerak mendekati tangannya yang tergeletak di tanah tidak jauh darinya.


Sean yang menyadari hal itu tidak bisa membiarkannya dan juga bergerak mendekati tangan Hemsworth berniat untuk menghancurkannya.


Namun saat berikutnya Sean maupun Hemsworth mematung ditempat mereka masing-masing.


Perlahan-lahan aura hitam pekat menyelimuti tubuh Hemsworth, Sementara Sean juga diselimuti oleh aura merah darah.


"Kau! Apa yang kau___" Hemsworth menatap Sean dengan wajah marah sebelum pandangannya teralihkan pada Laura yang sedang membaca buku hitam ditangannya.


Beberapa saat sebelumnya saat Hesmworth dan Sean sedang fokus bertarung. Laura juga mulai menggigit jarinya hingga darah mengalir diatasnya. Laura mengukir karakter-karakter rumit pada dua lembaran puisi di buku hitam tersebut sebelum mulai membacanya.

__ADS_1


Bersamaan dengan Laura selesai membacanya Hemsworth dan Sean bisa merasakan sesuatu seakan menghisap mereka berdua.


"Kau! Sengaja mengalihkan perhatianku?!" Hemsworth jelas tidak menduga Sean menemukan cara untuk mengirimkan mereka kembali.


"Kau tahu sendiri kan, Aku adalah orang yang jenius. Apa kau melupakannya?" Sean tertawa saat melihat perlahan-lahan baik Hemsworth maupun dirinya menjadi transparan.


"Hmph! Aku tidak akan pergi sendiri!" Hemsworth melemparkan linggis ditangannya ke arah Laura yang masih fokus melakukan apa yang seharusnya dia lakukan.


Sean melihat ini dan bergerak cepat mencoba menangkap linggis Hemsworth.


'Tras!!"


"Louis!!!" Mata Sean terbelalak saat melihat Louis yang tiba-tiba menangkis linggis Hemsworth.


"Louis!!" Adolf muncul dari belakang Louis dengan tergesa-gesa dan kaget dengan pemandangan dihadapannya.


"Louis!! Tidak!!" Sean mencoba menyentuh Louis namun hanya menemukan bahwa tubuhnya mulai tembus pandang.


"Ukhuk! Aku menyelamatkan kita semua bukan?" Louis berkata dengan suara rendah saat melihat Sean yang mulai menghilang perlahan-lahan.


"Aku minta maaf teman-teman" Louis mengalihkan perhatiannya pada Adolf dan Lainnya.


"Akh!!"


"Akh!!"


Hemsworth maupun Sean sama-sama berteriak kesakitan. Perlahan-lahan mata Merah Sean maupun Hemsworth berubah menjadi hitam pekat.


"Laura bakar bukunya sekarang!! Cepatlah!!" Teriak Sean saat merasakan kesadarannya mulai menghilang, digantikan oleh sesuatu yang perlahan-lahan mulai mengendalikan tubuhnya.


Jika Sean maupun Hemsworth dikendalikan oleh kesadaran buku itu maka semuanya akan semakin memburuk.


Benar. Buku hitam kecil itu sudah menyerap banyak nyawa mahasiswa yang mati di Universitas Kesehatan X. Sehingga memiliki kesadarannya sendiri. Sean maupun Hemsworth menyadari hal ini, Karena itulah setiap orang yang melihat buku itu seperti teralihkan dan kesadaran mereka menghilang. Dan tanpa mereka sadari mereka datang ke gedung tua dan Hemsworth memanfaatkan ini untuk membunuh lebih banyak yg teman-teman Sean.


Dengan kata lain, Mereka telah menggali kubur mereka sendiri.


"Cepat bakar!!" Teriak Sean saat matanya berubah sepenuhnya menjadi hitam.

__ADS_1


Laura sangat terkejut dan menjadi tidak tenang. Dia meraih korek api dan mulai menyalakannya.


"Mengapa ini sangat susah terbakar?!" Umpat Laura saat melihat buku itu sangat susah terbakar.


"Argh!!"


Perhatian Laura dan Lainnya teralihkan saat mendengar teriakan Sean yang terdengar sangat aneh.


Tubuh Hemsworth sudah menghilang sepenuhnya namun Sean masih terus berteriak kesakitan. Saat perlahan-lahan aura merah yang menyelimuti tubuh Sean bercampur dengan aura hitam pekat dan mulai membentuk makhluk dengan tinggi hampir dua meter. Seluruh tubuhnya diselimuti asap hitam, Atau lebih tepatnya seluruh tubuhnya memang hanya asap hitam dengan mata hitam pekat dan titik kecil Semerah darah.


"Makhluk apa ini?!" Teriak Adolf yang tengah memapah Louis yang masih kesakitan.


"Ha ha ha!!" Sosok yang berupa Bayangan hitam tersebut tertawa keras membuat seluruh kampus X seakan bergetar hanya karena suara tawanya.


"Cepat bakar bukunya!! Dia masih belum bisa bergerak dari sana.. Ukh!!" Teriak Louis dengan sekuat tenaganya hingga darah menyembur dari mulutnya dan berceceran di tanah.


"Buku ini tidak bisa terbakar!!!" Adolf balas berteriak pada Louis. Sekarang keadaan sangat berbahaya dan semua orang panik hingga tidak ada yang bisa berfikir jernih.


"Berikan padaku!!" Louis meraih buku hitam tersebut dan menyalakan korek api.


Louis mencoba membakar buku itu namun, seperti yang dikatakan Adolf buku itu tidak mau terbakar.


"Sialan! Kena__Ukh!!" Darah kembali menyembur dari mulut Louis hingga mengenai buku hitam.


"Akhh! Kenapa disaat seperti ini?!" Louis kesal karena darahnya membuat buku itu menjadi basah dan susah terbakar, Dia membersihkannya namun tetap masih ada sisa darah di buku itu sebelum mulai mencoba membakarnya lagi.


"Akh!!" Laira berteriak saat kakinya diraih oleh Bayangan Hitam tersebut.


"Louis cepatlah!!" Teriak Adolf yang mencoba menahan tubuh Laura dari cengkeraman Bayangan Hitam yang seperti ingin membunuhnya.


"Bukunya terbakar!!" Ucap Louis saat buku itu perlahan terbakar namun beberapa saat kemudian apinya padam.


"Kenapa bisa?!" Umpat Louis saat melihat hanya sampul dari buku hitam tersebut yang terbakar.


"Darah!!! Bahan bakar buku itu adalah darah!! Darahmu membuatnya terbakar, Darahmu berlaku seperti minyak. Cepatlah!!" Teriak Adolf saat menyadari alasan dari buku itu terbakar. Sebelumnya karena Louis membersihkan darahnya dari buku hitam sehingga api yang dihasilkan sangat kecil dan tidak cukup untuk membakar buku itu seutuhnya.


___________

__ADS_1


Dukung author dengan memberikan vote like tip dan share ke teman-teman kalian karena dukungan dari kalian begitu berarti 🙏


__ADS_2