
Sean merasa kasihan dengan gadis itu karena kemarin mereka sempat bertemu dan merasa bahwa gadis itu adalah anak yang baik. Selama melihat mayat gadis itu juga Sean tahu bahwa dia adalah gadis yang berprestasi di Universitas Kesehatan X. Sean turut menyesal karena kematian gadis berbakat sepertinya.
Namun hal yang tidak masuk dalam perkiraan Sean adalah saat dimana gadis itu seperti kehilangan kendali pada dirinya. Sean hanya berfikir ini tidak ada kaitannya dengan kejadian janggal kemarin. Dan berfikir bahwa gadis itu mungkin memiliki orang yang sangat tidak menyukainya hingga menginginkan kematiannya.
Namun tepat tersisa beberapa bulan sebelum Sean akan memasuki Universitas Kesehatan X dia kembali mengalami kejadian serupa dan kali ini itu adalah seorang pria. Awalnya Sean tidak memperdulikan apa yang terjadi dengan gadis sebelumnya saat menyentuh buku hitam kecil dan memilih melupakannya.
Namun saat melihat pria yang menyentuh buku itu juga mengalami hal serupa. Sean menjadi teringat akan hal ini. Dia menatap pria itu beberapa saat dan sama seperti gadis sebelumnya pria itu seperti telah dikendalikan dan tatapannya menjadi kosong. Dia bangkit dan pergi begitu saja.
Sean menjadi semakin heran dia ingin mengikuti namun karena kejadian yang menimpanya sebelumnya hingga menyebabkan dia harus merelakan nyawanya sendiri hanya karena rasa ingin tahunya, Sean memilih tidak ingin ikut campur dan menghiraukannya.
Di pagi berikutnya Sean kembali dikejutkan dengan berita seseorang yang kembali meninggal di Universitas Kesehatan X. Sean melihat mayat yang berada di depan gedung utama kampus dan matanya terbelalak melihat pria yang sebelumnya dia temui telah terkapar di depan gedung utama dengan kondisi yang mengenaskan. Sama seperti gadis sebelumnya pria itu juga memiliki lubang yang dalam ditengah dadanya dan pada matanya terdapat goresan panjang yang membuat garis darah mengalir membasahi seluruh wajahnya. Mulutnya mengeluarkan banyak darah.
Sejak kejadian itu Sean mempelajari segala hal tentang buku hitam itu. Dia bertanya kepada para mahasiswa dan juga Alex namun tidak satupun dari mereka yang mengetahui ada buku yang memiliki ciri-ciri seperti yang Sean sebutkan.
Hal ini membuat Sean lebih memperhatikan buku hitam kecil itu. Hingga Suatu hari saat Sean kembali berusaha membuka buku itu. Seorang anak kecil dengan wajah hancur dan rambutnya yang hitam dan terlihat seperti terbakar menemui Sean.
Dalam pandangan sekilas Sean sama sekali tidak mengenali Anak kecil itu.
"Kak Sean...."
Mata Sean terbelalak dan ekspresi keterkejutan yang hebat muncul diwajahnya. Walaupun beberapa tahun telah berlalu Sean tidak akan bisa melupakan suara itu. Suara seseorang yang terakhir kali Sean dengar saat dia akhirnya menutup matanya untuk selama-lamanya.
Sean membeku beberapa saat dan menatap anak itu sampai dia tidak sadar air matanya mengalir dari pelupuk matanya.
"Eli kecil...." Ucap Sean dengan suara bergetar. Dia menatap pada Eli. Walaupun Sean melihat bahwa mata Eli telah tiada namun Sean yakin Eli sedang menatapnya lekat-lekat.
__ADS_1
Darah mulai mengalir dari kelopak mata Eli. Menimbulkan pemandangan yang mengerikan. Namun Sean sama sekali tidak terganggu dengan hal itu.
Yang membuat Sean tidak habis pikir adalah keadaan Eli yang sangat mengerikan bahkan untuk seorang anak kecil seperti dirinya.
Eli merasa sangat bahagia mendengar suara yang sangat dia rindukan.
Eli menceritakan semua yang terjadi pada Sean tentang Apa yang terjadi hingga dia bisa terbunuh ditangan Hemsworth, Dan penyebab Sean dilahirkan kembali.
Sean awalnya merasa sulit untuk mempercayainya, Namun karena dia yang dipanggil kembali lebih tepatnya jiwanya yang dipanggil kembali dari buku itu.
Selain itu Sean juga merasa samagt marah dan murka atas apa yang Hemsworth perbuat pada Eli. Sean bisa melihat bahwa kondisi Eli disaat-saat terakhirnya sangat berat hingga Sean sekalipun sulit untuk menghiraukannya. Sean bersumpah dalam hatinya sejak saat itu bahwa dia akan membalas apa yang telah Hemsworth perbuat pada Eli. Bahkan mungkin melakukan lebih dari apa yang Hemsworth lakukan.
"Kalau begitu apa buku ini ada hubungannya dengan dua temanku yang meninggal kemarin? Karena seingatku mereka semua melakukan kontak fisik dengan buku itu sebelum mereka tiba-tiba menjadi aneh" Sean menatap Eli saat mempertanyakan hal ini. Dan Eli hanya menggelengkan kepala menjawabnya.
Setelah kejadian itu Sean tidak pernah membiarkan siapapun melakukan kontak dengan buku hitam itu. Oleh karena itu saat Laura melakukan kontak dengan buku itu Sean sangat terkejut. Apalagi menurut penjelasan dari Laura, dia tidak bisa membuka buku itu sama seperti yang Sean alami.
Sean mulai berfikir bahwa Laura juga mungkin adalah jiwa yang dilahirkan kembali karena menurut perkiraan Sean. Dia tidak bisa membuka buku itu karena dia adalah jiwa yang dilahirkannya kembali.
Namun Sean segera menepis hal ini. Ada beberapa hal yang membuat Sean tidak membenarkan dugaannya.
Pertama karena Laura terlihat tidak tahu apa-apa saat membuka buku hitam itu. Seakan dia memang membuka hanya murni karena rasa penasaran.
Kedua, Jika memang Laura adalah jiwa yang dilahirkan kembali maka dia akan sama seperti Sean. Setidaknya Laura akan memiliki kemampuan yang membuatnya berbeda. Namun selama Sean dekat dengan Laura Sean tidak menemukan apapun yang istimewa dari gadis itu. Sehingga Sean tidak memikirkan ini. Selain itu Laura seharusnya memiliki ingatan masa lalunya juga sama seperti Sean, Tetapi itu tidak terjadi.
Hanya satu yang menjadi pertanyaan Sean hingga sekarang....
__ADS_1
"Mengapa buku itu muncul dihadapan Laura?"
***
Sean menatap buku hitam kecil ditangannya. Dia bisa merasakan perubahan pada tubuh Violet.
Seluruh tubuh Violet seakan berhenti bekerja. Sean bisa merasakan ada sesuatu yang menarik dirinya ke suatu tempat seakan dia dikendalikan. Sean tidak bisa memberontak karena ini bukan tubuhnya.
Sean bisa melihat Violet berjalan menuju gedung tua dibelakang gedung utama. Hal ini membuat Sean menjadi terkejut dan heran.
"Jika aku benar maka semua anak yang meninggal waktu itu pasti menuju ke gedung tua ini" Pikir Sean dalam hatinya.
Sejauh ini Sean sedikit banyak telah mengerti apa yang dialami oleh semua anak yang melakukan kontak dengan buku hitam kecil ini.
Jika mereka semua meninggal dengan keadaan yang sama, Maka orang yang melakukannya adalah orang yang sama.
Ditambah lagi dengan lubang di setiap tubuh orang yang meninggal dan garis horizontal yang dalam Dimata setiap orang hanya satu orang yang terlintas dipikiran Sean yang mampu melakukan itu.
"Hemsworth...."
__________
**Buat yang sudah membaca sejauh ini silahkan berikan vote dan like pada setiap chapternya. Karena dukungan dari kalian begitu berarti 🙏
Dukung author dengan memberikan vote like tip dan share ke teman-teman kalian agar semakin banyak yang bisa menikmati ceritanya 😇**
__ADS_1