
Beberapa saat berlalu, Dilapangan Universitas Kesehatan X sudah tersebar tubuh-tubuh yang berlumuran darah tergeletak dimana-mana.
Kini hanya tersisa Sean, Louis, Adolf dan Laura.
"Aku tidak bisa bertahan lagi...." Ucap Laura dengan nada lemas.
"Bertahanlah... Kita harus bisa keluar dari sini...." Sean membantu Laura menopang tubuhnya dan berjalan menuju gerbang.
Setelah beberapa waktu berlalu akhirnya tidak ada lagi tangan yang muncul dari dalam tanah sehingga mereka bisa bernafas lega dan beristirahat.
Mereka terus melangkah menuju pintu gerbang saat tiba-tiba hujan darah berhenti membuat mereka semua heran.
"Apa yang terjadi?" Tanya Louis menatap Sean dan lainnya.
"Mungkin kare_" Perkataan Sean terhenti saat merasakan getaran pada sakunya. Dan menyadari bahwa buku hitam kecil sejak tadi berada disaku celananya.
Semakin lama getaran pada buku itu semakin kuat hingga Sean harus menahannya.
"Kalian semua menjauhlah! Jangan mendekat!" Teriak Sean segera menjauh dari Louis dan lainnya.
"Apa yang terjadi dengan buku itu?" Tanya Laura yang sempat melihat buku ditangan Sean.
Laura mengerti mengapa Sean menyuruh mereka menjauh, Karena buku itu bisa mengambil alih kesadaran mereka. Namun Louis dan Laura berbeda, Mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan aura kematian dari buku hitam tersebut.
Sean mencoba menenangkan buku itu, Namun semakin dia berusaha semakin kuat buku itu bergetar.
"Cepat tinggalkan tempat ini! Kalian harus selamat!" Teriak Sean saat menyadari reaksi dari buku hitam. Sean mencoba mencari keberadaan Hemsworth dengan matanya, Dan menemukan bahwa Pria tua itu sedang menuju ke arah mereka. Kedatangan Hemsworth yang semakin dekat juga membuat buku itu semakin bereaksi.
"Louis, Adolf kalian berdua pergilah! Laura datang kemari dan bantu aku!" Teriak Sean, Laura segera datang dan membantunya.
__ADS_1
"Biarkan kami membantu juga! Semakin banyak orang maka akan semakin baik!" Saran Louis menolak menyerahkan semuanya pada Sean dan Laura saja untuk mengurus semua masalah.
"Kau tidak mengerti! Kalian tidak akan membantu! Kumohon pergilah sekarang!" Sean berteriak pada Louis dengan wajah memohon.
Louis bisa merasakan perasaan tidak senang dihatinya, Namun jika Sean mengatakan mereka tidak akan membantu maka memang tidak akan bisa.
"Kami akan menunggu kalian diluar" Teriak Louis segera menjauh dari keduanya dan menuju pintu gerbang Universitas Kesehatan X.
Sean hanya menatap punggung Louis dengan senyum kecil.
"Pastikan untuk menjaga jarak sejauh mungkin dari pintu gerbang!" Teriak Sean saat melihat punggung ketiga temannya yang sudah bergerak menuju pintu gerbang sambil melambaikan tangan tanda mengerti.
***
"Laura aku akan menjelaskan rencananya padamu sekarang" Wajah Sean menjadi serius saat merasakan Hemsworth sudah meninggalkan gedung tua dan bergerak ke arah mereka.
"Apa kau juga akan menghilang karena hal ini?" Tanya Laura sambil menunduk. Jelas tidak ingin Sean ikut menghilang.
Sean sedikit terkejut karena perkataan Laura. Jelas dia telah mengetahui semuanya. Memang benar, Laura sudah mengetahui bahwa Sean yang sekarang dihadapannya hanyalah jiwa Sean Kingston, mahasiswa terjenius sepanjang sejarah Universitas Kesehatan X dari cerita Louis padanya sebelumnya, Namun Sean sama sekali tidak mengetahui soal ini.
"Maaf karena tidak mengatakan ini padamu sebelumnya" Tatap Sean dengan wajah bersalah.
"Tidak apa. Aku bisa mengerti" Laura hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan Sean.
"Sebenarnya... Aku ingin melakukan ini dengan bantuan Alex dan tidak melibatkan kalian, Namun hingga sekarang aku tidak tahu dimana keberadaan Alex. Jadi... Aku hanya bisa mengandalkanmu tentang hal ini" Jelas Sean membuat Laura terkejut.
"Apa Ketua Alex juga tidak bisa membuka buku ini?" Tanya Laura heran bercampur dengan kejutan.
"Yeah.... Itu karena dia memiliki hubungan denganku. Sehingga dia sedikit istimewa" Jawab Sean membuat Laura memiliki dugaan dalam pikirannya.
__ADS_1
"Jika Alex tidak bisa membuka buku ini karena memiliki hubungan denganmu, Maka.... Aku... Apa aku..."
"Jangan memikirkannya. Itu tidak penting sekarang" Sean memenangkan Laura yang tiba-tiba menjadi murung.
Selama beberapa hari terakhir sejak mengetahui bahwa Laura juga tidak bisa membuka buku itu. Sean sempat berfikir itu karena Laura juga merupakan roh yang kembali. Namun, Hal itu segera terbantah saat tanpa sengaja Alex menemukan buku hitam di ruangan guru dan mengembalikannya ke Sean, Karena tahu Sean selalu membawa buku tersebut.
Sean jelas terkejut saat tahu Alex tidak bereaksi saat melihat buku itu. Sean mencoba menyuruh Alex membukanya namun sama seperti Laura dan Sean, Alex juga tidak bisa membukanya.
Dari sini Sean berfikir bahwa yang bisa mengurung mereka kembali adalah orang-orang yang memiliki hubungan dengan Hemsworth maupun Sean. Jadi kesimpulannya adalah Laura kemungkinan besar memiliki hubungan darah dengan Hemsworth sehingga tidak bisa membuka buku hitam tersebut.
Laura segera menyadari hal ini tanpa Sean tanya. Dia hanya diam mematung.
"... Aku memang punya seorang kakek buyut, Dia sebelumnya merupakan investor di Universitas Kesehatan X. Namun ayah dan ibu tidak pernah menceritakan apapun tentangnya. Setiap kali aku bertanya tentang kakek buyut, Ayah dan ibu akan mengatakan bahwa kakek adalah orang yang baik namun setiap kali mengatakan itu wajah mereka sama sekali tidak sejalan dengan perkataannya. Jelas kakek buyut merupakan aib bagi keluarga" Laura menghela nafas panjang "Sekarang aku tahu, Siapa kakek ini. Aku..... Aku benar-benar minta maaf ini semua adalah salahku..."
"Jangan menyimpulkan sesuatu yang tidak kau tahu kejadian sebenarnya. Ini sama sekali tidak ada hubungannya denganmu" Jelas Sean sambil mengusap rambut Laura menenangkan gadis itu.
"Apapun yang terjadi saat itu, Semuanya hanya masa lalu dan sekarang kita hanya harus fokus pada apa yang kita hadapi. Jadi jangan meras bersalah" Ucap Sean sambil menyerahkan sebuah korek api pada Laura.
"Saat kau telah selesai membaca buku hitam ini. Aku ingin kau segera membakarnya saat aku memerintahkannya kepadamu. Saat itu jangan memikirkan hal lain, Aku ingin kau fokus, Karena semuanya bergantung padamu Laura..." Jelas Sean pada Laura yang menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"Khe Khe Khe. Lihat siapa yang ada disini? Bukankah ini adalah Tuan Sean Kingston, Jenius terbaik sepanjang sejarah Universitas Kesehatan X?" Suara serak membuat pembicaraan Sean dan Laura teralihkan.
"Oh! Hai gadis kecil. Apa kita pernah bertemu? Aku merasakan aura yang akrab darimu." Tanya Hemsworth sambil menatap ke arah Laura yang hanya diam menanggapi pertanyaan Hemsworth.
"Gadis yang dingin. Menarik Khe Khe Khe" Hemsworth tertawa kecil melihat reaksi Laura.
_____________
Dukung author dengan memberikan vote like tip dan share ke teman-teman kalian karena dukungan dari kalian begitu berarti 🙏
__ADS_1