
"Lalu, Bagaimana dengan Willy? Apa Yang dikatakan keluarganya?" Louis merasa kasihan memikirkan bagaimana keadaan keluarga Willy saat tahu anaknya mungkin sudah meninggal.
"Entahlah. Saat aku memasuki tubuh Willy hari itu, aku tidak melihat siapapun disana. Dan tidak mungkin aku mengaku menjadi Willy dengan wajah yang berbeda. Jadi aku keluar dan meninggalkan rumah sakit malam itu juga. Aku menemui Alex dan menceritakan segalanya. Awalnya dia tidak percaya namun masih membiarkan aku tinggal bersamanya. Tapi baru beberapa saat aku disana aku merasa sangat kesakitan seperti seluruh tubuhku terbakar hebat. Aku hampir mati saat itu, saat tiba-tiba aku menemukan diriku berada ditempat lain.
Aku melihat anak kecil terjatuh dari gedung atap Universitas dengan tubuh terbakar dan dia berteriak keras sambil memohon pertolongan" Sean menghela nafas berat dan tangannya mengepal saat memikirkannya.
"Itu...Eli?" Tanya Louis heran.
"Yah, Itu Eli. Aku ingin menyelamatkannya saat itu tapi aku sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhku, seakan itu bukan milikku sendiri. Dan aku menemukan itu memang bukan aku, melaingkan....Itu tubuh Hemsworth..."
"Maksudmu...." Louis memotong penjelasan Sean, dan membelalakkan matanya menyadari sesuatu.
"Yah.. Aku bisa melihat apa yang dilihat oleh Hemsworth. Kami saling terhubung" Jelas Sean pada Louis yang masih terpana.
"Hari itu, Saat kau datang kekampus dan memanggilku, aku melihat Hemsworth mengejar seorang gadis. Aku tidak menghiraukan panggilanmu karena aku berharap kau tidak akan peduli dan segera pergi meninggalkan sekolah. Tapi aku tidak menyangka kalian akan datang dan berhadapan dengan Hemsworth. Aku tidak bisa membantumu saat itu karena jika Hemsworth bertemu denganku maka dia akan menggila, dan saat itu terjadi aku tidak akan bisa menghadapinya" Jelas Sean lagi.
"Menggila? Apa maksudmu dengan itu?" Tanya Louis eran, Penjelasan Sean terlalu rumit untuk dia mengerti. Dia hanya bisa mengerti sebagian dari penjelasannya.
"Yah. Alasan aku kembali adalah untuk menghabisinya. Dan Hemsworth tentu saja tahu akan hal itu, Dia tidak ingin dihilangkan dan ingin terus berada disini.."
"Dan kau tidak bisa membiarkan itu terjadi" Potong Louis.
"Yah. Jika dia terus berada disini maka semua insiden ini tidak pernah selesai, dan akan terus menghantui Universitas kesehatan X. Aku tidak ingin itu terjadi. Ini adalah Universitasku dan aku merasa bahagia berada disini, Aku ingin segera mengakhiri semuanya dan ingin ketenangan kembali pada Universitas ini" Jelas Sean pada Louis yang dibalas anggukan oleh Louis.
Pada akhirnya Sean dan Hemsworth saling terhubung dan berkaitan satu sama lain.
"Jadi, apakah kau akan ikut menghilang saat Hemsworth tiada?...." Pertanyaan Louis membuat Sean tersentak sesaat sebelum senyum kecil menghiasi bibirnya.
"Aku tidak tahu. Tapi aku akan menanggung resiko apapun itu. Jika nantinya aku menghilang maka...." Sean menatap Louis yang juga menatapnya.
__ADS_1
"Kuharap kalian semua tidak melupakanku" Sean merangkul bahu Louis.
"Tentu saja tidak" Louis tersenyum dan membalas rangkulan Sean.
"Aku ingin bertanya satu hal. Saat digedung tua waktu itu, Apakah kau juga melihat aku berhadapan dengan Hemsworth ini?" Tanya Louis.
"Yah. Aku bisa melihat semua yang dia lihat. Tapi dia tidak mengetahui itu, Jika tidak maka itu akan jadi masalah. Hari itu aku melihat dia menatap Universitas kesehatan X dari gedung tua. Saat tiba-tiba aku melihat seorang wanita menghadang kalian. Aku bisa merasakan bagaimana bahagianya Hemsworth melihat kalian akan mati. Karena itu aku menemui kalian dengan cepat dan membawa kalian pergi dari sana...."
"Apa dia melihatmu saat itu?" Potong Louis, Dibalas anggukan oleh Sean.
"Jadi, Apa yang akan terjadi nanti?" Louis berkata setelah diam beberapa saat. Memikirkan semuanya saat mereka semua bersama, Bagaimanapun juga Louis sudah menganggap Sean sebagai rekannya. Memikirkan dia akan menghilang entah kenapa Louis sedikit tidak rela.
"Aku harus melakukannya. Dia sudah melihatku, Jadi cepat atau lambat dia akan datang kepadaku dan membalaskan semua apa yang terjadi padanya enam tahun yang lalu. Saat itu aku tidak yakin, Apakah aku bisa melindungi kalian atau tidak" Sean menghela nafas panjang.
"Hari ini... Aku sadar dikehidupanku sebelumnya aku terlalu fokus pada pelajaran hingga tidak memiliki waktu untuk bersama dengan teman-temanku. Sekarang bersama kalian aku bisa merasakan hangatnya memiliki rekan yang selalu mendukungmu. Aku tidak ingin melihat kalian harus menanggung amarah Hemsworth, Walaupun hanya sebentar tapi....Aku senang bisa kembali kekampus ini, dan bertemu dengan kalian" Sean tersenyum pada Louis dan menjulurkan tangannya.
Louis memandangnya sejenak, dan menepuk tangan Sean dan saling menggenggam sebagai tanda persahabatan.
"Jadi, Apa rencanamu sekarang? Jika kau bertemu dengan Hemsworth dan dia kehilangan kendali, Bagaimana kau mengatasinya?" Tanya Louis.
"Alex akan memberitahu kalian. Aku tidak bisa mengambil resiko dan melibatkan kalian dalam situasi berbahaya ini. Jika kalian mati semuanya akan sia-sia... Kuharap kau mengerti maksudku.." Jelas Sean dengan senyum kecil diwajahnya.
"Aku tahu" Louis mengangguk ringan namun dia bertekad lain didalam hatinya.
***
Angela berjalan dengan tergesa-gesa menyusuri koridor.
"Apa Sean akan meninggalkannya? Apa yang harus Angela lakukan saat Sean tidak ada?" Pikir Angela dalam hatinya.
__ADS_1
Saat Angela melihat Sean dan Louis berjalan bersama ke atap. Dia khawatir mereka akan berkelahi disana, Sehingga mengikuti keduanya kesana.
Siapa sangka Angela akan mendengarkan sesuatu yang tidak dia harapkan.
"Sean akan pergi..."
Air mata Angela mengalir memikirkannya. Dia berjalan tanpa arah dengan perasaan gelisah memenuhi hatinya.
BUkh!
Angela jatuh kelantai saat tanpa sengaja kakinya tersandung pada sesuatu.
"Siapa yang melakukannya?! Apa kau sudah...." Suara Angela tercekat saat melihat benda hitam yang sebelumnya menyandung kakinya.
Linggis hitam pekat yang sudah berkarat dan terdapat jejak merah kering terletak dilantai diujung kaki Angela.
Angela sangat tahu arti dari keberadaan linggis itu. Dia menatap nanar dan perlahan pandangannya menemukan sosok hitam yang berdiri tegak tidak jauh dari linggis hitam yang tergeletak ditanah.
"Tersesat nona kecil?..." Hemsworth muncul dengan seringai menyeramkan, Mata merah darahnya menyipit tajam pada Angela seakan menargetkannya.
Angela merasakan kakinya menjadi lemas dan ketakutan memenuhi dirinya.
"Kau...Kau....Apa kau..Hems... worth? Kau...apa yang kau lakukan disini?" Angela mundur menjauh dari Hemsworth.
"Kau mengenaliku? Berarti kau adalah teman dari Sean bukan?" Hemsworth tertawa kecil memperlihatkan gigi hitam dengan darah mengalir dari sana. Kepalanya yang sudah hampir putus itu menyemburkan cairan hitam setiap kali dia berbicara. Membuat Angela merasakan perasaan horror dan ketakutan hingga ke tulang-tulangnya.
"Jangan mendekat! Apa yang ingin kau lakukan?!" Angela beringsut mundur menjauhi Hemsworth yang masih tertawa.
________________
__ADS_1
**Buat yang sudah membaca sejauh ini silahkan berikan vote dan like pada setiap chapternya.
Dukung author dengan memberikan vote like tip dan share ke teman-teman kalian agar semakin banyak yang bisa menikmati ceritanya 😇**