
Sean melihat di tangannya terdapat sebuah buku yang berisi materi tentang hewan-hewan. Sean menebak bahwa itu buku biologi hewan.
Wanita hantu terlihat membaca beberapa saat dan sekali-sekali mencatat apa yang dia anggap penting pada sebuah notebook kecil seukuran telapak tangan orang dewasa. Pada ujung kanan kertas itu tertulis nama wanita hantu.
Wanita ini bernama Violetta Hepburn. Dia berusia delapan belas tahun saat ini. Violet termasuk dari salah satu mahasiswa terbaik di Universitas kesehatan X.
Selama beberapa bulan dia masuk hingga sekarang di semester duanya dia telah mengikuti berbagai macam lomba.
Di semester dua ini juga dia sudah magang di salah satu laboratorium penelitian Universitas kesehatan X. Untuk mengasah keterampilannya sebelum dikirim keluar kampus untuk magang di rumah sakit.
"Hah.... Aku tidak mengira anatomi hewan begitu sulit..." Keluh Violet saat membaca pada bagian dari anatomi hewan.
Sean yang melihat ingatan Violet selama beberapa waktu ini mengetahui bahwa Violet memiliki kemampuan pada bidang anatomi manusia. Namun dalam waktu dekat ini Violet akan mengikuti sebuah lomba yang memiliki tema tentang hewan. Dan salah satu materi yang akan dibahas adalah bagian Anatomi hewan.
Violet walaupun memiliki prestasi yang luar biasa pada ilmu anatomi manusia namun tentu saja manusia dan hewan berbeda. Violet terlihat cukup kewalahan mempraktikkan cara menangani masalah pada organ-organ dalam hewan.
Namun bakat memang membuat semuanya lebih mudah. Baru beberapa jam berlalu sejak pertama kali Violet melakukan analisis pada salah satu hewan vertebrata, Namun dia sudah bisa menganalisa penyakit dan cara mengatasinya. Murid yang berbakat memang berbeda.
Sean kagum karena Violet merupakan orang yang cepat belajar. Walaupun tidak hebat seperti Sean dulu tapi bisa dibilang Violet termasuk bibit unggul dalam dunia kedokteran.
"Masalah organ telah selesai. Yang aku harus pelajari sekarang tersisa bagian syaraf-syaraf hewan" Ucap Violet sambil mengusap keringat didahinya.
Violet melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 17.00 dan berniat untuk pulang.
Violet berjalan kembali ke perpustakaan berniat meminjam buku, Agar dia bisa belajar selagi dia berada dirumah.
Suasana Universitas kesehatan X sangat tenang namun masih terlihat beberapa mahasiswa yang berkeliaran dengan berkas-berkas tebal ditangan mereka. Sean menebak mereka semua adalah Mahasiswa semester akhir. Pada masa-masa akhir semester seperti ini memang masa terberat bagi mahasiswa semester akhir. Mereka akan disibukkan dengan laporan, proposal dan skripsi yang harus mereka selesaikan.
__ADS_1
Violet terlihat menyapa pada senior-senior yang melewatinya dan mereka membalas tersenyum.
"Vio, Kau belum pulang?" Tanya seorang senior perempuan pada Violet.
"Aku akan segera pulang kak. Aku ingin meminjam buku di perpustakaan terlebih dahulu, untuk persiapan lomba nanti" Ucap Violet dengan wajah lelah pada seniornya.
Senior itu terlihat tertawa kecil dan mengusap punggung Violet. "Ini resikonya menjadi orang jenius...Hahaha" Wanita itu tertawa melihat Violet yang kewalahan mewakili berbagai macam lomba beberapa Minggu terakhir.
Violet hanya tersenyum canggung dan pamit untuk ke perpustakaan.
***
Beberapa waktu berlalu sejak Sean melihat ingatan Violet. Saat ini Violet telah berada di perpustakaan lagi dan ditangannya sudah ada sekitar lima tumpukan buku dengan tebal yang bervariasi.
'Thud!'
Sean yang juga melihat buku itu memiliki firasat buruk.
Saat buku itu sudah berada di tangan Violet, Sean bisa melihat buku seukuran notebook Violet yang memiliki sampul hitam pekat dan di atas buku itu tertulis karakter Semerah darah bertuliskan 'I Am Scary'.
Sean membelalakkan matanya. Sean tidak asing dengan buku ini. Selama di kehidupan keduanya ini Sean sudah mencari tahu penyebab dia bisa bangkit kembali disebabkan karena buku hitam yang berada ditangan Violet sekarang.
Saat itu Sean masih berstatus sebagai siswa dan dia meminta bantuan sepupunya Alex untuk membantunya masuk Universitas Kesehatan X, Sehingga Sean bisa berkeliaran di dalam Universitas Kesehatan X sesuka hatinya. Selama dia tidak terlibat masalah maka Alex tidak akan menegurnya dan membiarkan Sean sesukanya. Alex tentu tahu walaupun Sean berada ditubuh orang lain, Namun jiwa dan Ingatan Sean masih miliknya sebelum dia mati. Sean juga anak yang jenius sehingga Alex tidak mempermasalahkannya.
Sean mengetahui itu semua saat tanpa sengaja dia mendapatkan buku itu di perpustakaan dulu.
Dengan mata merahnya Sean bisa melihat aura kematian yang pekat dari buku hitam itu dan segera dia mengetahui bahwa buku itu berbahaya. Sean mengambilnya namun yang terjadi adalah dia tidak bisa membukanya, Buku itu seakan terkunci rapat tidak membiarkan siapapun melihat apa isinya.
__ADS_1
Sean menyerah untuk membuka buku itu dan berencana membawanya kembali kerumahnya. Namun ditengah perjalanan Sean tidak sengaja menabrak seorang gadis.
"Maaf aku tidak sengaja" Ucap gadis itu sedikit panik dan langsung membantu Sean merapikan bukunya yang terjatuh.
Sean bisa melihat gadis itu merasa bersalah, Sean menatap gadis itu beberapa saat dan melihat jepit rambut pink menghiasi rambutnya. Sean mengatakan tidak apa-apa tapi gadis itu masih tetap meminta maaf membuat Sean sedikit canggung.
Buku hitam kecil itu terjatuh dan kebetulan gadis itu yang mengambilnya saat menolong Sean mengambil bukunya.
Namun anehnya setelah menyentuh buku itu. Gadis itu seakan menjadi orang lain. Tatapannya menjadi kosong...
Sean menatapnya heran. Dia meraih buku ditangan gadis itu namun ekspresi gadis itu tidak berubah.
Sean menyimpan buku hitam didalam tasnya saat tiba-tiba gadis itu bangkit dan berjalan keluar perpustakaan.
"Maaf.." Ucap Sean namun gadis itu tidak menjawab bahkan tidak menoleh pada Sean. Sean hanya menggaruk kepalanya dengan heran dan melangkah pergi dari sana.
Keesokan harinya terjadi berita tentang seseorang terbunuh digedung tua tepat dibelakang gedung utama membuat Sean menjadi panik.
Sean tahu betul bahaya yang ada digedung tua itu. Sean ikut melihat mayat mahasiswa yang mengalami kecelakaan dan melihat bahwa dia adalah seorang gadis.
Sean menatapnya beberapa saat dan pandangannya terpaku pada jepit rambut pink yang menghiasi rambutnya yang berantakan dan dihiasi dengan darah yang tergenang disekitarnya.
Sean tersentak, matanya terbelalak dan menyadari bahwa gadis yang meninggal ini adalah gadis yang kemarin telah menabrak Sean. Kondisi gadis itu sangat buruk, pada tengah dadanya terdapat lubang yang dalam dan wajahnya dipenuhi dengan darah. Garis horizontal terukir dimatanya membuat matanya mengalami kerusakan hebat. Dan darah yang memenuhi wajahnya juga terdapat dari luka ini.
___________
**Buat yang sudah membaca sejauh ini silahkan berikan vote dan like pada setiap chapternya. Karena dukungan kalian begitu berarti 🙏
__ADS_1
Dukung author dengan memberikan vote like tip dan share ke teman-teman kalian agar semakin banyak yang bisa menikmati ceritanya 😇**