David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)

David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)
Bab 17 David dan Soleha


__ADS_3

"Jujur, tadinya aku tidak ingin kamu tahu semua tentang ku di masa lalu. Tapi rasanya sangat mustahil." David menoleh pada Seolah yang dengan seksama mendengarkan ceritanya. Kemudian dia melanjutkan lagi ceritanya karena Soleha belum memberikan respon.


"Aku sudah merencanakan untuk tidak menjadi ketua gang motor itu lagi, tapi karena sampai sekarang belum ada yang mengantikan ku, makanya aku masih mereka anggap sebagai ketua geng motor mereka."


David belum tahu akan menyerahkan posisi ketua pada siapa atau dia akan membubarkan geng motor yang sudah menemani kesendiriannya. Menjadi pelampiasan terindahnya kala dia merasa patah hati, gagal dan kecewa pada kedua orang tuanya.


Patah hati, tentu saja dirinya pernah mengalami yang namanya patah hati, ketika pujaan hatinya lebih memilih pria mapan yang lebih darinya. Namun dengan adanya geng motor itu dia bisa lebih move on dengan cepat dari dia si mantan yang sudah bahagia.


Untung saja pelampiasannya bukan pada minuman, obat-obatan atau pun pada wanita. Dia lebih pada balapan liar dengan berbagai macam taruhan.


"Iya, ini pertama kalinya geng motor masuk ke desa kami. Apalagi sampai meresahkan warga, dan ternyata suami ku ketuanya." Soleha tersenyum, tapi seperti mengejek.


David mengganti posisi dengan menindih tubuh Soleha. Istri yang dinikahinya karena sang nenek yang memintanya. Tapi perlahan wanita yang ada di bawah kungkungan nya sudah mengisi hatinya yang kosong.


"Kenapa senyum mu seperti mengejek?."


Cup


David langsung membungkam bibir Soleha dengan bibirnya sebelum Soleha menjawab pertanyaannya.


Ciuman mereka berakhir dengan penyatuan di malam pertama mereka tidur di kamar itu.


Keesokan paginya, Soleha sudah harus kembali masuk kampus. Tapi sebelum berangkat dia sudah menyiapkan semua keperluan untuk suaminya.


"Aku antar ya?." David sudah menyambar jaket yang mengandung di pintu.


"Ayo."


Karena jaraknya yang dekat dari rumah mereka, hanya memerlukan waktu sekitar lima belas menit saja untuk sampai di kampus. David dan Soleha lebih memilih berjalan kaki.


Sesampainya di gebang kampus, Soleha dan David bertemu dengan Pak Maulana.


"Selamat pagi Pak." Sapa Soleha sopan.


"Iya, Soleha. Selamat pagi. Mari saya duluan." Pak Maulana segera masuk gerbang kampus mendahului tanpa melihat kearah David.


"Sepertinya dia suka pada mu."


"Dia tidak pernah mengatakan hal itu pada ku. Jadi aku tidak tahu."

__ADS_1


"Apa kamu akan menerimanya jika dia mengatakan suka pada mu."


"Aku harus segera masuk, karena sebentar lagi jam pertama akan di mulai."


David hanya diam sambil menatap Soleha yang sudah berbalik badan tanpa mau menjawab pertanyaannya.


Tapi selang beberapa menit, Soleha kembali menoleh ke belakang dimana David masih berdiri di sana.


"Aku akan menolaknya, karena aku milik mu."


Keduanya saling bertatap untuk beberapa detik sampai senyum keduanya mengembang namun segera menghilang karena Soleha sudah harus masuk ke dalam kelas.


David segera berjalan meninggalkan kampus karena dia juga harus bertemu dengan Jack.


Di kampus, Pak Maulana menghampiri Soleha yang saat ini berada di perpustakaan. Mencari buku yang di rekomendasikan oleh dirinya.


"Soleha..." Panggil Pak Maulana dengan sangat pelan.


Soleha menoleh lalu sedikit menundukkan kepalanya.


"Bisa kita bicara sebenar?." Ajak Pak Maulana. Soleha mengangguk dan mempersilakan Pak Maulana untuk berjalan didepannya.


Pak Maulana mengangguk lalu menatap intens wanita yang menjadi idamannya.


"Apa kamu bahagia dengan pernikahan mu?." Kening Soleha mengernyit dengan pertanyaan sang Dosen.


"Karena setahu saya, kamu dijodohkan dan baru saya tahu kalau suami mu ketua geng motor." Ucap Pak Maulana lebih lanjut lagi tanpa tahu malu.


"Saya rasa itu kehidupan pribadi saya. Jadi saya tidak ingin membaginya dengan siapa pun."


Pak Maulana mencegah Soleha yang hendak meninggalkannya.


"Bukan begitu maksud saya, Soleha. Hanya saja jika kamu tidak bahagia dengan pernikahan mu, maka saya siap akan membahagiakan mu."


"Tidak perlu anda lakukan itu, karena saya sudah sangat bahagia bersama suami saya." Tanpa menghiraukan apa pun lagi Soleha melangkahkan kakinya menjauh dari Pak Maulana.


Soleha segera masuk ke dalam kelas dimana mata kuliah selanjutnya akan segera di mulai.


Siang ini Soleha sudah mulai mengajar ketiga anak didiknya. Beberapa materi sudah diberikannya serta penjelasan yang sangat mudah dipahami oleh ketiganya yang di susul oleh beberapa tugas yang harus diselesaikan sebelum pulang.

__ADS_1


Pulang ke rumah kontrakan ketika sudah menjelang Maghrib karena ada anak didik yang bertambah satu orang.


David menyambut kepulangan sang istri dengan senyum manis dan makanan yang sudah terhidang di meja makan yang berukuran kecil, tapi cukup untuk mereka berdua.


Tentunya makanan yang sudah dibelinya, bukan juga karena keahlian masak. Karena David tidak memilikinya.


"Maaf aku pulangnya telat."


"Tidak apa-apa kamu kan sudah memberitahu ku."


"Terima kasih." Balas Soleha lalu dia berpamitan pada untuk membersihkan tubuhnya terlebih dulu.


Usai makan malam keduanya menyempatkan diri duduk santai di ruangan tengah sambil menonton acara tv.


Soleha membawa sisa cemilan perjalanan mereka untuk menemani obrolan santai keduanya.


Soleha dan David bertukar cerita banyak hal, meski tidak sampai membicarakan Daddy Fahmi dan Mommy Bella. Tapi cukup untuk mempererat hubungan mereka.


Sampai larut malam keduanya asyik untuk berbicara, karena saking asyiknya mereka memutuskan untuk tidur di sana dengan saling berpelukan hingga pagi datang menyapa.


Untung saja hari ini Soleha tidak ada kuliah pagi. Jadi dia agak sedikit leluasa beraktifitas walau. harus bangun kesiangan.


Pagi menjelang siang, Soleha dan David sama-sama keluar dari rumah kontrakan dengan tujuan yang berbeda.


Jika Soleha sudah bisa dipastikan ke kampus, namun lain hal dengan David yang akan ke hotel menemui Reno dan Jack sebelum mereka kembali ke Jakarta.


Tapi sebelum itu, David mengantar Soleha terlebih dulu sampai ke kampus.


Lagi-lagi Soleha berpapasan dengan Pak Maulana, tapi kali ini baik Soleha atau pun Pak Maulana tidak saling menyapa. Seperti biasa Pak Maulana berjalan mendahului Soleha.


Mobil David sudah terparkir di lobby hotel, dia segera menuju tempat yang ditentukan oleh mereka pertemuan.


Ketika David sedang berjalan, tiba-tiba saja ada wanita cantik dengan penampilan cukup seksi menabrakkan tubuhnya pada tubuh David hingga David dengan reflek memeluk balik tubuh wanita yang memeluknya.


"David, aku sangat merindukan mu."


Deg


"Melia." Batin David, dia langsung melepaskan tubuh Melia, tapi tubuh Melia seperti ada lem aibon nya sehingga susah untuk dilepaskan.

__ADS_1


"David, tolong maaf kan aku. Aku sangat menyesal sudah meninggalkan mu. Tolong maaf kan aku, David." Melia mendongak menatap wajah David yang dilihatnya semakin tampan karena mereka sudah cukup lama tidak bertemu.


__ADS_2