
David, Soleha dan Daddy Fahmi menghadiri acara pernikahan Mommy Bella dan Heru yang sudah dilaksanakan satu jam yang lalu. Tangis bahagia Mommy Bella pecah di hadapan David. David dan Daddy Fahmi masih mau datang dan memberikan doa restu untuk dirinya dan Heru.
Pelukan Mommy Bella begitu erat pada sang putra. "Aku bahagia kalau Mommy bahagia. Jangan ada yang Mommy sembunyikan dari ku atau dari Soleha. Kalau Mommy tidak mau membaginya dengan Daddy."
Mommy Bella mengangguk sambil melerai pelukannya. "Terima kasih kamu dan Daddy mau datang dan merestui Mommy dan Mas Heru."
David mengangguk. "Aku bisa apa kalau Mommy bahagia bersama Om Heru."
David memeluk Mommy Bella lagi. Sementara Soleha dan Daddy Fahmi duduk tidak jauh dari mereka karena mereka sudah menyalami dan memberikan selamat untuk Mommy Bella dan suaminya.
"Apa David sudah cerita tentang Melia?."
"Iya, sudah."
"Bagaimana menurut mu?."
__ADS_1
"Mohon maaf ya Dad sebelumya. Kalau menurut ku pribadi, mungkin lebih baik Daddy mencari wanita yang sudah siap untuk membangun rumah tangga lagi. Bukan hanya untuk main-main saja. Supaya ada yang mengurus dan memperhatikan Daddy dengan baik."
"Begitu ya menurut mu." Soleha mengangguk.
"Tapi kamu sendiri tahu, tidak mudah untuk Daddy kembali membina rumah tangga setelah mengalami kegagalan." Lanjut Daddy Fahmi.
"Iya, kalau bisa jangan sampai Daddy melakukan hal tidak pantas seperti kemarin. Karena sebenarnya David begitu terpukul dengan perpisahan Daddy dan Mommy. Di tambah lagi dengan Daddy yang main-main dengan wanita yang jauh dari harapan David. Dan Mommy Bella sendiri memutuskan untuk menikah kembali."
"Kamu benar, Daddy sudah memutuskan hubungan dengan Melia. Ya walau pun sebenarnya Daddy tidak memiliki hubungan dengan wanita itu."
Usai mencicipi hidangan yang tersaji, David, Soleha dan Daddy Fahmi berpamitan pulang. Karena sudah menjelang malam dan pesta juga hampir selesai.
Soleha membiarkan David berbicara secara dewasa dengan Daddy Fahmi. Soleha lebih memilih untuk di kamar menunggu David.
"Mungkin ini kesedihan terberat untuk Daddy setelah kehilangan nenek Widya. Daddy terlalu mengabaikan Mommy sehingga lambat laut Mommy tidak mendapatkan kebahagian saat hidup bersama Daddy. Dan Daddy sangat menyesalinya."
__ADS_1
"Iya, aku tahu. Bukan hanya perkara Mommy yang selalu ribut. Tapi Mommy sudah tidak menemukan Daddy dalam diri Daddy lagi. Daddy semakin jauh dengan padatnya pekerjaan hingga Mommy pun melakukan hal yang sama."
"Iya kalau pun Daddy mau mengikuti langkah Mommy, aku tidak akan keberatan. Asalkan wanita itu bisa mendampingi Daddy dalam segala hal kebaikan pastinya. Jangan lah main-main lagi Dad, malu sama umur. Perbanyak lah mendekatkan diri pada Tuhan supaya jalan Daddy lebih dipermudah untuk menemukan jodoh Daddy yang baru. Aku dan Soleha menginginkan yang terbaik untuk Daddy."
"Daddy sangat bersyukur memiliki putra seperti mu. Ternyata kau jauh lebih baik, dewasa dan bijaksana dalam menyikapi masalah. Daddy juga salut pada Soleha yang selalu menemani dan menuntun mu. Daddy akan ingat semua pesan mu dan berharap Daddy juga bisa bahagia seperti Mommy."
Setelah mengakhiri percakapannya dengan Daddy Fahmi, David segera masuk ke dalam kamar. Sebab sudah hampir dua jam dirinya meninggalkan Soleha.
David tersenyum kala mendapati sang istri sedang duduk santai di atas tempat tidur. Soleha menyambut kedatangan David dengan sebuah senyuman yang begitu hangat dan meneduhkan.
"Apa kamu keberatan jika kita tinggal di sini bersama Daddy?. Sebenarnya aku tidak tega meninggalkan Daddy sendiri, paling tidak sampai Daddy menemukan pendamping yang baik."
"Aku akan ikut dimana pun suami ku tinggal." Soleha tidak ingin mempermasalahkan tempat tinggal mereka. Dimana pun sama saja selama mereka sama-sama bisa membawa diri.
"Terima kasih, Leha."
__ADS_1
"Sama-sama."
David dan Soleha hanya berpelukan saja karena Soleha sedang kedatangan tamu bulanannya.