David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)

David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)
Bab 36 David dan Soleha


__ADS_3

Daddy Fahmi sangat menyesal dengan kejadian hari ini. Kenapa dia begitu bodoh bisa terperdaya oleh wanita muda itu. Namun Daddy Fahmi juga tidak memungkiri jika godaan dari wanita itu menyentuh sisi liarnya.


Daddy Fahmi pria normal yang sudah lama tidak mendapatkan sentuhan dari seorang wanita. Di tambah lagi dengan kabar yang membuatnya sesak hampir tidak bisa bernafas. Sehingga dia mencari cara untuk meluapkan rasa sakitnya.


"Aku tidak tahu Om, kalau David anaknya Om Fahmi. Tapi aku memang sedang kesepian Om, karena aku juga baru berpisah." Melia masih betah berada di kantor Daddy Fahmi, walau Daddy Fahmi sudah berulang kali memintanya segera pergi.


Daddy Fahmi tidak ingin berurusan lagi dengan mantan anaknya. Pasti rasanya akan malu sekali jika hak itu sampai terjadi lagi.


Hingga pulang kantor, Melia masih setia mengikuti Daddy Fahmi sampai lobby. Melia tidak mempedulikan tatapan sinis dari orang lain karena kelakuannya.


"Om, aku ikut pulang ke rumah atau apartemen om ya?." Tanpa malu Melia meminta pulang bersama Daddy Fahmi.


Daddy Fahmi menatap tidak percaya pada wanita yang ada didepannya. Rupanya Daddy Fahmi salah dalam memilih teman kencan.

__ADS_1


"Aku mau pulang ke rumah David, jadi kau pulang lah dan jangan pernah menemui ku lagi." Daddy Fahmi masih enggan untuk beranjak dari Lobby jika harus diikuti oleh wanita nekad itu.


"Om, kita bisa melanjutkan apa yang tadi terhenti. Aku tahu kalau Om sangat menikmati permainan kita. Aku bisa menjadi partner Om yang menguntungkan." Ucap Melia tanpa rasa malu sedikit pun.


Meski Daddy Fahmi sangat ingin dengan sentuhan wanita, tapi akal pikirannya masih berpikir dengan sangat waras. Jadi lebih baik dia menolaknya dari pada harus tidak bisa lepas sama sekali.


Setibanya di kamar hotel, David menceritakan pada Soleha secara detail tanpa ada yang terlewatkan siapa wanita yang berada di kantor Daddy Fahmi sekaligus yang sedang bercumbu dengan Daddy nya juga di sana.


"Jadi itu alasan mu tidak setuju kalau Daddy Fahmi dan Melia bersama."


"Salah satunya itu. Tapi jujur saja aku masih berharap Daddy akan kembali bersama Mommy."


"Kamu harus berusaha untuk mengikhlaskan keputusan mereka. Karena yang menjalani kan Mommy dan Daddy. Kita hanya bisa bantu dengan doa saja."

__ADS_1


"Tapi sepertinya harapan ku akan berakhir mengecewakan, Leha." David memperlihatkan layar ponselnya pada Soleha, dimana tertera ada sebuah undangan dari Mommy Bella.


Soleha menatap raut wajah David yang berubah menjadi sendu. Rasa sangat sulit sekali bagi David untuk menerima perpisahan kedua orang tuanya.


"Mommy sudah menemukan kebahagiannya Leha." David kembali membaca undangan itu, dalam waktu dua hari Mommy Bella dan Heru akan melangsungkan pernikahan.


"Aku yakin Daddy pasti sudah tahu ini, makanya Daddy mencari pelampiasan pada wanita itu." Perkiraan David memang tidak salah, sedikit banyaknya berita itu mempengaruhi pikiran Daddy Fahmi. Karena bagaimana pun sampai detik ini Daddy Fahmi masih sangat mencintai Mommy Bella.


"Mungkin saja apa yang kamu katakan itu benar, tapi aku yakin Daddy Fahmi bisa menyikapi hal ini."


"Kita akan menemani Daddy supaya Daddy tidak bertindak bodoh seperti kemarin. Kamu mau kan?."


Soleha mengangguk mengiyakan permintaan David.

__ADS_1


__ADS_2