
Setelah memperkenalkan Soleha pada semua para karyawan perusahaan. Kini mereka menuju salah satu restauran yang letaknya tidak jauh dari kantor. Untuk berbagi kebahagian yang dimilikinya, David mengajak semua karyawannya makan malam.
Usai perkenalan itu, tidak sedikit dari karyawan David, khususnya kaum hawa. Mereka masih memperbincangkan kenapa bos mereka bisa sampai menikah dengan wanita berhijab yang jauh dari kata modis, cantik apalagi untuk seksi. Tapi untungnya itu tidak sampai pada telinga David atau pun Soleha.
David sudah mempersilakan mereka semua untuk makan malam. Dan begitu senang mendapatkan traktiran makan malam dari bos tampan mereka.
David hanya duduk berdua dua saja dengan Soleha, karena Rudy dan Jack duduk bersama kekasih mereka masing-masing.
"Apa kamu suka makanannya?."
"Iya, ini sangat lezat sekali."
Soleha menerima suapan daging potong dari tangan David langsung. Tidak sedikit para wanita yang melihatnya begitu iri dengan mereka. Soleha pun melakukan hal yang, dia menyuapi David sampai makanannya cepat dihabiskan.
"Enak ya?."
"Ini lebih dari sekedar enak, sayang."
David mengelus pipi Soleha dengan sayang.
"Kita akan bermalam di hotel. Besok baru kita pulang."
Soleha hanya mengangguk karena mulutnya sedang menguyah.
Acara makan malam sudah selesai, ketika waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Mereka begitu berterima dengan keramahan dan kebaikan dari David dan Soleha. Ada dari mereka bahan hampir semuanya membawa pulang makanan untuk sarapan besok pagi. Namun David tidak mempermasalahkannya, bahkan dia mempersilakannya dengan tangan terbuka.
__ADS_1
Sampai di kamar hotel, Soleha segera membersihkan tubuhnya setelah David yang lebih dulu. Dia membuka paper bag yang diberikan oleh David sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Yang dia tahu ada beberapa paper yang dibawa oleh Jack sesaat sebelum mereka ke hotel. Dan ini salah satunya.
"Pakaian seksi sekali. Ini sama saja aku tidak mengenakan apa pun." Soleha mengajar tinggi-tinggi lingerie marah maroon itu. Mengamatinya dengan detail, memang bahannya sangat menerawang.
"Sayang..." Panggil David yang sepertinya hendak masuk ke kamar mandi, namun pintunya sudah dia kunci sebelumnya.
"Iya, ada apa?. Sebentar lagi aku selesai." Jawab Soleh mendekat dirinya pada pintu.
"Jangan lama-lama aku sudah kedinginan."
"Iya, tunggu sebentar lagi."
Untuk menyenangkan pria yang berstatus suaminya itu, Soleha segera mengenakan pakaian kurang bahan itu.
"Sayang...." David sedikit kecewa ketika melihat istrinya masih dalam balutan kimono mandinya. Namun dengan rambut yang terlihat sangat seksi.
"Ayo kita tidur!." Ajak Soleha naik ke atas ranjang namun setelahnya dia menarik tali kimono lalu melepasnya.
Senyum David begitu lebar, kecewa yang sempat singgah sudah berganti dengan rona bahagia saat melihat sang istri mengenakan lingerie yang dipilihnya.
David menarik tubuh Soleha hingga membentur dada bidangnya. Dia membenamkan wajahnya pada ceruk leher Soleha yang begitu wangi.
"Semoga saja di sini segera hadir buah cinta kita lagi, sayang. Aku sudah siap menjadi seorang ayah." Bibir David mengecup purut rata Soleha yang terhalang kain tipis tersebut. Namun tetap saja mampu mengalirkan sebuah sensasi yang begitu luar biasa.
Keduanya sudah mulai saling mencumbu sebelum melakukan penyatuan, hingga dengan sama-sama ikhlas keduanya saling memberi dan menerima segala kekurangan dan kelebihan yang mereka miliki.
__ADS_1
.
.
.
Sore ini David dan Soleha sudah meninggalkan ibu kota untuk mengunjungi Abi dan Umi nya.
Jalanan cukup padat merayap malam ini, hingga mungkin masih dua jam lagi mereka bisa sampai di rumah Umi.
"Mommy sudah datang ke rumah dan memberitahukan semuanya pada orang rumah." Ucap David saat terjebak macet seperti ini.
Soleha menengok kearah David yang mengusap wajahnya. "Rasanya aku masih sulit untuk menerima jika mereka sudah berpisah. Meski pun sempat bersikap biasa saja, namun ternyata sangat tidak mudah."
"Iya, aku paham. Nanti juga kita akan terbiasa."
David mencondongkan tubuhnya lalu mengecup kening Soleha.
"Jangan pernah tinggalkan aku, apa pun keadaan kita nantinya." David kembali mengecup kening Soleha dengan begitu sayang lalu memeluknya.
"Semoga Allah selalu menjadi pernikahan kita dan apa pun bisa kita lewati bersama-sama. Aamiin."
"Aamiin."
Keduanya saling berpelukan, memanfaatkan momen yang masih macet, mobil masih belum bisa bergerak dari tempatnya.
__ADS_1