David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)

David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)
Bab 34 David dan Soleha


__ADS_3

Siang ini, nenek Widya sudah selesai dimakamkan. Karena setelah melaksanakan shalat subuh nenek Widya pingsan saat memeluk Soleha dan David. Dan tidak lama kemudian dokter menyatakan kalau nenek Widya sudah meninggal.


Daddy Fahmi dan Mommy Bella sudah langsung dikabari dan tidak lama mereka sudah berkumpul di rumah Umi Uswatun dan nenek segera dimakamkan di sana.


Kesedihan sangat jelas terlihat dari keluarga nenek Widya. Terlebih Soleha dan David yang semalam mereka habiskan dengan tidur bersama. Itu pun atas permintaan nenek Widya. Tapi David dan Soleha atau pun keluarga yang lain tidak ada yang curiga kalau itu malam terakhir nenek Widya bersama dengan mereka.


"Nenek Widya begitu sayang pada kalian berdua. Jadi apa pun nanti masalah yang akan kalian hadapi, jangan pernah berpisah. Itu harapan terbesar dan doa nenek Widya untuk kalian." Ucap Umi Uswatun sambil mengusap kepala Soleha dengan sayang. Soleha masih merasa belum percaya atas kepergian Nenek Widya.


"Iya, Um. Aku juga sangat sayang pada nenek Widya. Apa lagi sebelum nenek pergi, nenek memberikan semua perhiasan dan surat-surat berharganya pada ku dan David."


"Itu amanah yang harus kalian jaga dengan baik. Dan mudah-mudahan apa yang nenek Widya berikan pada kalian akan bermanfaat suatu hari nanti."


"Iya, Um. Semoga saja aku dan David akan amanah dalam menjalankan keinginan dan harapan dari nenek Widya."


"Aamiin."


Soleha menoleh ke arah pintu, dimana David sudah berdiri.

__ADS_1


"Masuk lah, David. Umi sudah selesai bicara pada Soleha." Umi bangkit dan berjalan mendekati David.


"Iya, Umi. Aku hanya mau bilang pada Soleha, Mommy dan Daddy mau pamit. Mereka harus kembali lagi ke Jakarta karena pekerjaan."


Soleha mengangguk lalu merapikan hijabnya.


"Ayo kita temui Mommy dan Daddy."


Mereka bertiga berjalan beriringan, dengan posisi Umi Uswatun berada di paling depan. Diikuti oleh David dan Soleha yang bergandengan.


"Maaf Umi, Soleha, saya harus pamit karena ada pekerjaan." Ucap Mommy Bella yang datang bersama Heru.


Mereka bersalaman, di ikuti dari arah belakang Daddy Fahmi yang harus pulang juga. Menyerahkan semua yang berhubungan dengan ibunya pada Umi dan Abi yang lebih paham. Dan beruntungnya Umi dan Abi dengan tangan terbuka mau membantu dan menolong Daddy Fahmi.


Soleha dan David memeluk Mommy Bella bergantian kemudian berpindah pada Daddy Fahmi.


David dan Soleha melihat mobil mereka sudah meninggalkan rumah Umi.

__ADS_1


Air mata David terjatuh saat melihat kedua orang tuanya sudah tidak memiliki arah jalan yang sama. Hingga nenek Widya tidak bisa menerima dan merasakan sakit yang tak terlihat oleh kasat mata.


Soleha yang berdiri di samping David, menghapus air matanya dan memeluk David dengan begitu erat.


"Semuanya akan baik-baik saja."


"Aku sama seperti nenek, tidak bisa menerima perpisahan mereka."


"Kamu pasti bisa menerimanya. Aku yakin itu dan kamu juga harus yakin akan hal itu."


David mengangguk dalam pelukan Soleha.


David dan Soleha tidak ingin buru-buru pergi dari rumah Umi dan Abi. Mereka sudah merencanakan akan tinggal di sana selama satu sampai dua bulan sampai Soleha lulus kuliah. Umi dan Abi pun sangat senang mengetahui hal itu.


"Iya, bagus juga kalian di sini dulu. Umi sama Abi jadi ada teman ngobrol. Bibi Elis dan Mang Maman mau ikut kerja di Ibu Bella."


"Iya, tadi Mommy bilang begitu juga."

__ADS_1


"Iya, nenek Widya juga memintanya pada Bibi Elis. Karena ternyata Nenek Widya begitu sayang pada Nyonya Bella." Bibi Elis ikut buka suara.


Semuanya lalu mengangguk.


__ADS_2