
Apa yang telah dikatakan dan di tunjukkan oleh Melia beberapa hari lalu tantang Soleha dan dosen itu membuat David sedikit menjaga jarak dari Soleha.
Kepercayaan David pada istri yang menyandang predikat baik itu sedikit tercoreng dengan berita yang didapatnya dari pihak lain tanpa mengkonfirmasi pada Soleha nya langsung.
Sudah barang tentu Soleha sangat menyadari perubahan David yang cukup drastis pada dirinya. Tapi Soleha masih berpikir positif tidak berpikir yang macam-macam.
"Aku berangkat." Seperti biasa Soleha berpamitan pada David.
"Iya." Jawab David singkat tanpa melihat Soleha.
Soleha keluar dari rumah dan berjalan kaki menuju kampusnya. Baru saja dia berjalan beberapa langkah dari rumah kontrakannya, dari arah belakang ada mobil yang berjalan pelan dibelakangnya.
Soleha semakin berjalan di pinggir karena dia takut menghalangi jalannya mobil. Tapi rupanya mobil tidak lewat juga mendahului dirinya.
Baru lah Soleha berhenti dan menoleh ke belakang, ternyata Pak Maulana yang sedari tadi mengikutinya.
Soleha kembali berjalan setelah tahu jika Pak Maulana di pemilik mobil yang berjalan dibelakangnya.
"Soleha, ayo naik!. Kita berangkat bersama." Ajak Pak Maulana menurunkan kaca mobilnya.
"Tidak Pak, terima kasih. Sebentar lagi sampai." Tolak Soleha semakin mempercepat langkahnya.
__ADS_1
"Soleha, ayo naik!. Kampus masih lumayan jauh dari sini." Pak Maulana sedikit tancap gas untuk busa berjalan sejajar dengan Soleha.
David yang beberapa hari ini mengikuti Soleha, baru pagi ini dia mendapati Soleha dan Pak Maulana berangkat ke kampus bersama. Dia semakin percaya dengan perkataan Melia.
"Kamu tidak sebaik apa yang aku tahu selama ini. Semua wanita sama saja, mereka mengincar pria yang lebih kaya." Gumam David lirih sambil terus menatap Soleha yang diikuti oleh mobil Pak Maulana.
.
.
.
"Ayo pulang bersama saya!." Pak Maulana memberanikan diri memegang tangan Soleha.
Seketika Soleha menyentak tangannya supaya terlepas dari pegangan tangan Pak Maulana.
"Bersikap lah sopan, Pak." Ucap Soleha dengan memperlihatkan wajah tidak tidak suka.
"Maaf, tapi saya tidak bisa jika kamu terus-terusan menolak saya." Pak Maulana semakin mendekati Soleha sehingga dengan reflek Soleha memundurkan langkahnya.
"Saya sudah menikah, dan harus anda ingat itu, Pak." Balas Soleha tegas.
__ADS_1
Karena kondisi sekitar cukup sepi, Pak Maulana tanpa pikir panjang lagi langsung memeluk Soleha dengan sangat erat.
Soleha berusaha berontak, guna melepaskan diri dari pelukan Pak Maulana. Tapi sayang tenaga Pak Maulana jauh lebih besar dari tenaga yang dimiliknya.
"Sudah lama saya memendam rasa cinta ini untuk mu, sampai saya harus menikah dengan wanita yang salah. Kamu memang wanita terbaik yang tercipta untuk saya."
David sudah tidak bisa menahan kemarahan atas pengkhianatan Soleha. Dengan langkah cepat dan sorot mata yang berapi-api, David menyiram keduanya dengan air mineral yang ada ditangannya.
"Jadi ini yang kamu bilang pulang malam karena mengajar les." Ucap David penuh emosi dengan dibarengi amarah yang siap meledak.
Wanita yang beberapa hari selalu berada dalam pelukannya kini berada dalam pelukan pria lain.
"David?."
Pak Maulana semakin kencang memeluk Soleha supaya Soleha tidak mengejar David yang sudah pergi.
"Biar kan dia pergi. Masih ada saya di sini dan saya akan membahagiakan mu." Ucap Pak Maulana.
"Tolong lepaskan saya!." Ucap Soleha lirih, tapi Pak Maulana menggelengkan kepalanya.
"Tidak akan, saya tidak akan melepaskan mu."
__ADS_1