
"Seperti yang kamu lihat?." Jawab Soleha seadanya.
"Kamu sudah ke dokter lagi memeriksa kesehatan mu?." David mencoba mencari obrolan yang sekiranya bisa Soleha jawab.
"Sudah, nenek Widya yang menemani ku. Dan aku sudah baik-baik serta kandungan ku tidak ada masalah." Jawabnya lagi seadanya.
David memberanikan diri untuk menatap Soleha yang ada dihadapannya lalu dia meraih kedua tangan Soleha dengan perasaan takut, takut jika Soleha akan menolaknya. Tapi yang terjadi malah hal yang sangat baik, dimana David dapat menggenggam tangan Soleha dengan begitu erat berbarengan dengan senyum manis yang terbit dari bibir Soleha.
"Apa aku sudah bisa membawa mu pulang ke rumah kita?." Tanya David penuh harap.
"Apa kamu sudah yakin untuk membawa ku pulang ke rumah kita?." Soleha bertanya balik pada kesungguhan niat hati David.
David mengangguk sambil tersenyum lebar. "Aku sudah sangat yakin."
__ADS_1
"Aku tidak ingin terjadi lagi hal seperti kemarin. Dari awal sudah kita bahas untuk selalu berkomunikasi untuk hal sekecil apa pun, apa lagi untuk masalah besar seperti kemarin." David menganggukkan kepalanya berulang kali, dia sangat menyadari kekeliruan yang sudah dibuatnya.
"Kamu bisa bertanya pada apa pun pada ku dan aku tidak pernah menyembunyikan apa pun juga dari mu." Lanjut Soleha sambil mengusap air mata yang keluar dari mata David.
"Aku sungguh sangat menyesalinya, calon bayi kita yang harus menjadi korban dari ketidakpercayaan dan kebodohan ku." David menarik tubuh Soleha, membawa dalam pelukannya yang hangat.
"Aku minta maaf, Leha." Ucapnya lagi sambil mengeratkan pelukannya.
"Iya, aku sudah memaafkan mu, David." Balas Soleha membalas pelukan David.
Pagi-pagi sekali Soleha sudah bangun dan langsung membantu Umi di dapur seperti biasa. Begitu juga dengan David yang sudah bangun dari tadi dan pergi ke masjid bersama Abi Firdaus.
"Um, nanti sore aku akan ikut pulang bersama David." Ucap Soleha memberitahu Umi Uswatun.
__ADS_1
"Alhamdulilah kalau kalian sudah berbaikan, kita ikut senang mendengarnya." Balas Umi Uswatun sambil mengusap lembut kepala Soleha yang terbungkus hijab.
Nenek Widya yang mendengar hal itu pun meneteskan air mata kebahagiaan. Karena baik Soleha dan David mencoba untuk memperbaiki kesalahan mereka, terutama kelapangan hati Soleha untuk memaafkan David yang sudah sangat menyakiti hatinya.
Dari arah belakang Nenek Widya memeluk Soleha yang terduduk di kursi yang ada di dapur lalu mengecup pucuk kepala Soleha.
"Terima kasih sudah mau memaafkan David. Terima kasih, Leha." Ucap Nenek sambil menghapus air matanya.
Soleha tersenyum sambil memegang tangan nenek Widya lalu menggengamnya erat. "Aku dan David sama-sama ingin memperbaiki dan merajut kembali rumah tangga kami. Dan kami mohon pada kalian semua, untuk selalu terus mendoakan kami berdua."
"Pasti, Leha. Kami akan selalu mendoakan untuk kebaikan kalian dan kita semua." Sahut Umi Uswatun.
"Aamiin." Soleha dan Nenek Widya mengamininya juga.
__ADS_1
Abi Firdaus dan David duduk di teras depan sambil menikmati suasana pagi hari di desa. Sungguh sangat menyejukkan. David juga memberitahukan pada Abi untuk membawa Soleha kembali ke rumah mereka. Dan tentunya Abi Firdaus menyambut niat baik dari menantunya, karena memang sudah seharusnya Soleha mengikuti kemana pun David membawanya.