
Waktu berjalan dengan begitu cepat bagi Seolah dan David, tidak terasa sudah hampir dua tahun mereka tinggal di rumah Daddy Fahmi. Menemaninya, supaya tidak merasa sendirian. Menjauhkan Daddy Fahmi dari wanita-wanita yang hanya mengejar hartanya saja dan hanya untuk bersenang-senang belaka. Namun hingga saat ini Daddy Fahmi masih senang dengan kesendiriannya. Atau mungkin hanya karena ingin menunggu Mommy Bella.
Kehidupan rumah tangga Soleha dan David semakin berjalan harmonis, romantis, batu kerikil pernikahan mereka seakan tidak ada yang berarti karena mereka selalu menyikapinya dan menyelesaikannya secara bijak dan dewasa. Pak Maulana bukan cobaan terberat dalam pernikahan mereka. Namun ada satu hal yang masih mengganjal hatinya sampai saat ini. Sampai saat ini Soleha masih belum menunjukkan kehamilannya. Keduanya pun sudah ke dokter untuk melakukan cek kesuburan dan kandungan. Dan semuanya masih berjalan dan sehat.
"Sabar, sayang. Kita nanti pasti akan memilki momongan."
"Iya, sayang. Aku percaya itu. Pasti Allah akan memberikannya pada waktu yang tepat."
"Ada kabar apa dari bibi Elis dan Mang Maman?. Mommy baik-baik saja kan?." Soleha ingat kalau tadi Mang Maman menelepon David.
"Mereka akan ikut Mommy ke Amerika, jadi mereka mau pamit pada kita. Nanti mereka mau datang ke sini sekalian makan malam bersama kita. Daddy juga sudah tahu dan mengiyakan."
"Pasti kita akan sangat merindukan Mommy dan mereka semua. Tapi yang terpenting itu semua, Om Heru sangat menjaga dan menyayangi Mommy."
"Iya, sayang. Kamu benar sekali. Aku sangat senang sekaligus tenang Mommy berada ditangan orang yang tepat."
"Tapi ada satu lagi yang akan datang ke rumah ini selain rombongan Mommy." Ucap David membuat penasaran Soleha.
"Siapa?." Tanya Soleha begitu antusias.
"Nanti kamu juga tahu." Jawab David sambil tersenyum. Mereka pun pulang dari kantor lebih awal karena untuk mempersiapkan untuk makan malam.
.
.
.
Sore datang menyapa, rombongan Mommy Bella sudah sampai di rumah Daddy Fahmi.
__ADS_1
Daddy Fahmi menyambut kedatangan mereka semua. Karena dari tadi siang Daddy Fahmi sudah pulang dari kantor. Mang Maman dan Bibi Elis langsung ke dapur untuk mulai memasak.
Mommy Bella dan Heru setra Daddy Fahmi berada di ruang tengah untuk mengobrol santai.
Tidak berselang lama pun, Mobil yang membawa Umi Uswatun dan Abi Firdaus sudah sampai. Mereka menyambut kedatangan Abi dan Umi.
Mereka bersalaman dan ikut bergabung di ruang keluarga, sambil menunggu David dan Soleha yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.
Sudah banyak yang mereka obrolkan, karena David dan Soleha sedikit terjebak macet. Hingga pada akhirnya kedua orang yang sedang ditunggu pun sampai juga ke rumah dengan selamat dan sehat.
"Assalamu'alaikum...." Ucap Soleha saat hendak masuk ke dalam rumah yang diikuti David.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab serempak semua orang yang ada di ruang keluarga.
Betapa terkejut sekaligus bahagia, karena saat ini semua keluarga sedang berkumpul di rumah itu.
"Iya, sayang. Kamu senang?."
"Senang, karena mereka semua berkumpul di sini." Jawab Soleha mulai menyalami semua yang menjadi orang tuanya.
Soleha dan David pamit sebentar karena harus berganti pakaian.
Sudah selesai, keduanya pun keluar lagi namun Soleha menyempatkan diri ke dapur untuk melihat sudah siap belum makanannya. Dan ternyata sudah ada Mommy Bella dan Umi yan membantu dan semuanya sudah selesai.
Malam pun sudah datang menyapa. Setelah semua orang melaksanakan shalat isya. Mereka langsung berkumpul di meja makan.
Terasa sangat spesial malam ini bagi semua orang. Bukan hanya milik Soleha dan David, dimana kedua keluarga besar berkumpul di sana. Tapi bagi mereka yang saat ini duduk di kursi menghadap makanan yang sangat lezat yang dibuat dengan cinta dan kasih sayang.
"Mommy kapan berangkat ke Amerika?." Tanya David.
__ADS_1
"Minggu depan, sayang." Jawab Mommy Bella.
"Berapa lama?."
"Tergantung pekerjaan Mas Heru. Bisa tiga tahun atau lebih."
"Cukup lama juga ya?. Pasti kami semua akan sangat merindukan kalian semua."
"Kita masih bisa sering bertukar kabar, sayang."
"Iya Mom."
Makan malam sudah selesai, mereka kembali duduk santai di ruang keluarga.
Daddy Fahmi dan Heru saling berpelukan, entah apa yang sudah mereka bincang kan tapi mereka terlihat sangat begitu akrab. Begitu juga Umi dan Abi yang berbaur dengan Mommy Bella menambah hangat suasana.
Soleha dan David yang duduk berdekatan melihat senyum bahagia semua orang yang ada di rumah itu.
"Terima kasih sudah hadir hidup ku dan membawa banyak kebahagian yang sangat luar biasa." David meraih kedua tangan Soleha lalu mengecupnya.
"Terima kasih juga sudah melengkapi kebahagiaan ini." Balas Soleha melakukan hal yang sama pada David.
"Nenek pasti akan senang melihat kita bahagia sepeti ini." Ucap David memeluk tubuh sang istri.
"Iya, nenek Widya pasti sedang ikut berbahagia juga melihat kebahagiaan kita semua." Soleha mendongak lalu mendapatkan kecupan singkat pada bibir dan kecupan sayang pada keningnya untuk beberapa lama.
Tamat.
Terima kasih banyak atas dukungannya, mohon maaf kalau masih banyak kekurangan.
__ADS_1