
Kabar David dan Soleha yang mengalami kecelakaan pun sudah sampai pada telinga keluarga David dan kelurga Soleha.
Mereka semua sudah dalam perjalanan untuk mendatangi rumah sakit tempat David dan Soleha di rawat. Daddy Fahmi dan Mommy Bella berangkat dengan mobil yang terpisah karena tempat tinggal mereka yang berbeda.
Soleha tertegun, serasa berada di dalam mimpi setelah mendengar penjelasan dokter yang mengunjunginya, dimana sang dokter mengatakan jika mereka tidak bisa menyelamatkan janin yang ada di dalam rahimnya.
"Maaf kan aku sudah meragukan mu, Leha!." David menunduk lesu di atas brankar yang sama dengan Soleha.
Soleha tidak mendengar permohonan maaf dari sang suami. Dia hanya melamun meratapi nasibnya yang gagal untuk menjadi wanita seutuhnya.
"Ternyata Tuhan sudah memiliki rencana lain untuk aku dan papa mu."
Soleha saja belum menyadari kehadiran calon bayi mereka, kini calon bayi mereka sudah pergi diambil lagi oleh yang maha kuasa.
"Mungkin karena kami lalai."
Soleha mengingat tuduhan David beberapa waktu lalu yang begitu menyakitkan hatinya. Mungkin itu salah satu alasan kenapa bayi mereka diambil lagi atau dirinya yang belum pantas menerima tugas mulia itu.
__ADS_1
Sedih, bahagia entah apa yang saat ini dirasakannya. Di satu sisi dia bersedih karena gagal untuk menjadi seorang ibu, tapi di satu sisi dia bahagia karena saat berpisah dari David tanpa harus membawa anak dari hasil pernikahannya.
"Mungkin ini yang terbaik." Jawab Soleha menatap David yang masih menunduk.
"Kita akan kembali lagi ke rumah kita." Ucap David setelah berhasil menatap wajah Soleha yang bersedih.
Soleha menggeleng lemah, namun dia buka suara dengan nada yang begitu tegas. "Terus kan saja perjalanan kita, kembali kan aku pada Umi dan Abi."
"Beri aku kesempatan untuk memperbaiki pernikahan kita?."
"Berpikirlah ulang dengan baik dan tenang sebelum kamu akan melanjutkan pernikahan yang tidak mudah ini. Antar kan aku pulang saja." Ucap Soleha terbata karena dia berusaha menahan air matanya. Namun rupanya dia tidak sanggup menahannya. Hingga harus tumpah di depan David.
Diam, tidak ada yang buka suara. Baik Umi, Abi dan Nenek Widya. Berbeda dengan Mommy Bella dan Dad Fahmi yang sedang berdebat mengenai David yang cemburuan.
Dad Fahmi menuduh jika Mommy Bella yang sangat pencemburu, tapi Mommy Bella tidak terima begitu saja, sehingga dia menuduh balik jika Daddy Fahmi lah yang sangat pencemburu.
Perdebatan panjang pun terjadi, sampai Nenek Widya harus menggebrak meja yang ada di depan mereka.
__ADS_1
Brak
"Kalau kalian berdua tidak bisa diam, lebih baik pergi dari sini. Bukannya memberi solusi, kalian malah menambah masalah saja." Bentak Nenek Widya pada anak dan menantunya.
Mau tidak mau, Mommy Bella dan Daddy Fahmi diam karena ingin kebaikan juga untuk rumah tangga anaknya yang baru kemarin terjalin.
Sedangkan Soleha sudah bisa bersikap tenang dan menerima semua kehilangan ini. Dia harus bisa menata kembali hidupnya yang sedikit berantakan, dia harus merapikannya kembali untuk mereka yang menyayangi dan mempercayai dirinya.
"Jangan hukum aku dengan penyesalan, Leha?." Ucap David belum mau beranjak dari brankar Soleha.
"Aku tidak menyalahkan sepenuhnya pada mu, untuk apa yang sudah terjadi pada ku, pada kita dan calon bayi kita. Jadi kamu tidak perlu menyesal, kita akan baik-baik saja dengan cara kita sendiri nantinya."
"Apa itu artinya kita akan berpisah?."
"Aku cuma meneruskan apa yang ingin kamu lakukan."
"Aku sudah berubah pikiran."
__ADS_1
"Tapi aku sudah memantapkan hati."